Presiden Bush Dilempari Sepasang Sepatu

Sekuel foto saat Presiden George W Bush dilempari sepatu oleh wartawan Irak, Muntadar al-Zeidi (29) di Baghdad, Irak, Minggu ( 14/12/2008 )
Sekuel foto saat Presiden George W Bush dilempari sepatu oleh wartawan Irak, Muntadar al-Zeidi (29) di Baghdad, Irak, Minggu ( 14/12/2008 )

GEORGE Walker Bush semakin mengokohkan dirinya sebagai Presiden Amerika Serikat terburuk sepanjang sejarah negeri itu. Di penghujung masa jabatannya, Bush malah menerima penghinaan luar biasa. Dia dilempari sepasang sepatu disertai caci maki saat sedang berpidato di Baghdad, Irak, Minggu ( 14/12/2008 ).

Dalam kunjungan rahasianya ke Irak, Presiden Bush yang masa jabatannya akan berakhir 20 Januari 2009, sedang berpidato mengenai perang Irak. Dalam pidatonya, Bush memuji perkembangan pertempuran yang dilancarkan oleh pasukan AS. “Perang belum usai. Perang ini sudah pasti menuju kemenangan,”ujar Bush.

Tiba-tiba sebuah sepatu melayang ke arahnya dan nyaris mengenai kepalanya. Beruntung Bush cepat menundukkan kepala dan sepatu itu membentur tembok di belakangnya. Selang beberapa detik, satu sepatu lagi terbang ke arahnya dan dengan gesit Bush menundukkan kepalanya.

Sepatu kedua ditangkis Perdana Menteri Irak, Nouri al-Maliki, yang berada di samping Bush. Pada lemparan kedua, Bush tetap tenang dan malah sempat bercanda.  “Kalau kalian mau tahu, itu sepatu (yang dilempar) ukuran nomor 10,”ujarnya dengan penuh canda.

Pria nekat yang melempari Bush adalah Muntadar al-Zeidi (29). Dia melempari Bush dari jarak sekitar 6 meter. Muntadar al-Zeidi adalah  koresponden Al-Baghdadia, televisi nasional Irak yang berbasis di Kairo, Mesir. Dia menganggap lemparan itu sebagai ungkapan perpisahan.

Pada lemparan pertama al-Zeidi sembari melontarkan makian dalam bahasa Abush_al-zeidirab:

“Ini adalah hadiah dari rakyat Irak, ciuman perpisahan, dasar anjing,” teriak al-Zaidi saat kali pertama melempar sepatu, seperti dikutip laman USA Today.

Pada lemparan kedua, pria berkacamata itu sambil melontarkan kalimat:

“Ini untuk para janda, anak-anak yatim piatu, dan mereka yang tewas terbunuh di Irak,” teriak Muntadar lantang untuk menjelaskan aksinya melempari Bush.

Setelah lemparan kedua, sejumlah personel keamanan Irak dan Secret Service (semacam paspampres) langsung mengamankan pelaku pelemparan ke luar ruangan. Saat digelandang keluar ruangan konferensi pers, al-Zeidi masih sempat berteriak, “Tangan saya…tangan saya!”

Pelemparan sepasang sepatu ke arah Bush, ternyata menimbulkan korban. Dia adalah juru bicara presiden AS, Dana Perino.  Menurut stasiun televisi NBC, mata dan sebagian wajah Perino luka lebam.

Personel keamanan Irak dan Secret Service (semacam paspampres) langsung mengamankan Muntadar al-Zeidi ke luar ruangan. Belum diketahui pria ini dibawa ke mana.
Personel keamanan Irak dan Secret Service (semacam paspampres) langsung mengamankan Muntadar al-Zeidi ke luar ruangan. Belum diketahui pria ini dibawa ke mana.

Namun bukan karena lemparan sepatu, melainkan karena terbentur sebuah mikropon di tengah kekacauan sejenak setelah insiden.

Seorang pejabat senior Gedung Putih yang ikut dalam kunjungan Bush ke Irak mengatakan, Perino tidak mengalami luka berat dan tetap melanjutkan tugas.  Tampaknya para pejabat Kepersidenan AS juga tidak mau memperpanjang masalah tersebut. Bahkan setelah insiden itu, Bush sempat berkata, “Oke, semuanya harap tenang.” Sedangkan menurut transkrip konfrensi pers di Baghdad yang ditulis di situs internet Gedung Putih, kericuhan tersebut dianggap sebagai “gangguan dari hadirin.”

Bush mendeklarasikan perang melawan Pemimpin Irak Saddam Hussein dengan alasan bahwa negara di Timur Tengah itu menyimpan senjata pemusnah massal. Namun, senjata pemusnah massal yang dimaksud tidak pernah ada, sehingga intelijen AS didiskreditkan dan kredibilitas pemerintahan Bush tercoreng.

Sehina Saddam Hussein
Pelemparan sepatu ke arah Bush, menurut sejumlah pengamat budaya Arab, menunjukkan bahwa Bush dianggap sama hinanya dengan diktator Irak, Saddam Hussein. Tahun 2003, setelah Saddam jatuh, patung besar Saddam di Baghdad dirobohkan. Warga Irak juga beramai-ramai melempari patung itu dengan sandal dan sepatu.

Menurut kebudayaan Arab, lemparan sepatu merupakan penghinaan kepada seseorang yang dianggap telah melakukan perbuatan tercela. Alas kaki biasanya digunakan untuk memukul pembantu, maling, atau pelacur. Orang yang dipukul atau dilempari sepatu dianggap rendahan atau budak.(ap/rtr/bbc)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s