Gelombang PHK Landa PT AIT Batam

GELOMBANG pemutusan hubungan kerja atau PHK mulai melanda PT Unisem yang dulu bernama PT Astra Internastional Technology (AIT). Puluhan karyawan yang telah belasan tahun mengabdi  di perusahaan itu diberhentikan. Diperkirakan gelombang PHK masih akan terus berlanjut.

Hal yang mengejutkan adalah, perusahaan yang beroperasi di kawasan industri Batamindo, Mukakuning itu tidak saja melakukan PHK terhadap karyawan di level operator dan karyawan kontrak, tetapi juga memberhentikan pekerja tetap dan ekspatriat di level manajemen. Mulai dari vice president, manajer, supervisor, leader, group leader, dan supervisor group leader.

Informasi yang diperoleh Tribun, Senin (5/1/2009), PHK sudah mulai dilakukan sejak Oktober 2008. Sebuah sumber kuat mengungkapkan bahwa PHK dilakukan untuk merampingkan struktur organisasi perusahaan agar lebih tahan menghadapi terpaan krisis finansial global. Sebab, saat ini order yang diterima melorot sampai 50 persen.  Namun sumber lain mengatakan bahwa PHK itu dilakukan bertahap dan selanjutnya perusahaan itu hengkang ke Tanjungpelepas, Malaysia.

DI, seorang karyawan PT Unisem menuturkan, saat ini ada 11 karyawan level menengah (leader sampai supervisor group leader) yang akan dirumahkan. Managemen telah memberikan surat pemberitahuan PHK kepada mereka. “Ada 11 karyawan level menengah berstatus permanen yang masuk dalam daftar karyawan yang di PHK perusahaan,” ungkap DI.

Perempuan yang sudah 13 tahun mengabdi di perusahaan itu, mengaku sudah ditawari pesangon. “Saya pernah ditanya manajemen, apakah mau berhenti dan dijanjikan akan diberi kompensasi besar. Tapi saya tolak karena jumlahnya tidak sebesar pesangon yang harus dibayar jika saya di-PHK,” ujar DI.

Seorang karyawan yang sudah mengabdi di perusahaan itu sejak tahun 1992 atau sejak AIT baru beroperasi di kawasan industri Batamindo, juga terkena PHK. “Ya, istri saya mau dirumahkan. Surat sudah diterima, tapi kami belum ada keputusan diterima atau tidak. Lihat dululah, kalau uang pesangonnya besar, di atas Rp 70 juta, mungkin bisa dipertimbangkan,”kata suami dari karyawati itu. Dia mengaku mereka berencana pindah ke Jakarta setelah istrinya di-PHK.

Ditambahkan DI, selain melakukan PHK terhadap karyawan permanen, Unisem juga tidak lagi memperpanjang kontrak puluhan karyawan yang hanya memiliki sisa masa kontrak beberapa bulan. Selama satu bulan terakhir, perusahaan memang telah mengalami penurunan order.

Itu terbukti sudah beberapa penghentian produksi sementara (shutdown) di hari-hari tertentu. Sebagai contoh, pada Rabu (31/12) lalu, karyawan hanya bisa bekerja setengah hari.  Hari berikutnya, karyawan diliburkan dan selama dua hari setelah 1 Januari 2009, produksi shutdown.

Manager Human Resource (HR) PT Unisem Arif Rahman Hakim yang ditemui di kantor Unisem, mengaku tidak memiliki wewenang memberikan keterangan apapun. “Perusahaan ini telah listing (masuk bursa) di Malaysia, jadi tidak bisa sembarangan berkomentar. Keterangan resmi hanya bisa diberikan oleh pihak perusahaan,”ujarnya.

Pindah ke Malaysia
Unisem yang kini dimiliki pengusaha asal Malaysia, sebelumnya bernama PT AIT.  Ketika berdiri tahun 1992, perusahaan itu bernama PT AMT yang berada di bawah managemen PT Astra Indonesia. Pada tahun 2000 berganti pemilik sekaligus berganti nama menjadi PT AIT dan pada 2007 lalu, resmi berganti lagi menjadi PT Unisem.

Sejak awal berdiri, perusahaan yang memproduksi komponen elektronik itu berkantor pusat di Batamindo, Mukakuning. Namun, setelah kepemilikan di tangan pengusaha Malaysia, kantor pusat dipindahkan ke Malaysia. Sehingga PT Unisem yang ada di Batamindo hanya sebagai kantor cabang.

Alhasil, status baru itu telah menyebabkan pencopotan beberapa top management, di antaranya presiden direktur dan vice presiden beserta beberapa manajer ekspatriat. Sekarang pemimpin tertinggi PT Unisem di Batamindo hanyalah dua orang direktur.

Produksi yang dihasilkan PT Unisem adalah komponen elektronik pesanan dari berbagai perusahaan yang ada di Amerika, Eropa, dan Asia. Sehingga, sepi atau ramainya order sangat tergantung dari kondisi perusahaan pemesan.

Saat ini, Unisem memiliki sekitar 3.600 karyawan, 65 persen di antaranya berstatus permanen dengan masa kerja maksimal 17 tahun, dan 35 persen pekerja kontrak. Seorang sumber Tribun di Unisem menyebutkan, kemungkinan PHK akan dilakukan hingga jumlah karyawannya mencapai 3.200. Artinya angka PHK bisa mencapai 400 orang.

Selain merumahkan karyawan, PT Unisem juga melakukan sejumlah efisiensi lain, di antaranya meniadakan lembur atau over time (OT), mengirit pemakaian listrik dan air, dan bentuk efesiensi lainnya.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Batam Rudi Syakia Kirti membenarkan, adanya PHK di PT Unisem. Perusahaan itu sudah berkonsultasi dengan Disnaker dan memberikan laporan terkait rencana PHK.
Ditambahkan Rudi, selama Desember lalu, memang banyak ekspatriat dari lima atau enam perusahaan yang ada di Batam diputus kontraknya oleh manajemen tempat mereka bekerja. Padahal kontrak mereka belum habis.(tribun batam/sri murni)

Iklan

12 thoughts on “Gelombang PHK Landa PT AIT Batam”

  1. minta tolong kalo kenal dengan bang azi, bang lusden atau bang abul di bagian end off line, dicari sama widy Yogya..titip pesen buat yang baca yakh.

    Suka

  2. o,ya aku ralat aku tinggal di P09.03.04 denk …. sorry ERn ku 8337 asal tasikmalaya kakkaku tinggal di P08.02.04 namanya mba pipt/ fitriyanti……………..ada yg lain msh aku cari mudah2an ketemu.

    Suka

  3. aku resti, aku lagi cari no.kontak kakakku Fitriyanti asal palembang dan mas Devianto and all yang kenal aku. dulu tinggal dulu di P09.03.03 sama rini asal manonjaya tolong hub. aku ya………………………..

    Suka

  4. di cari juga deh anak angkatan 94 PT AMT. Kamar di Blok P 09.3.4.( anak medan )……………2280 ( aku mantan lhooooo… AIT )

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s