Satu Irama Hadapi Krisis

PT Unisem atau dulu bernama PT Advanced Interconnect Technologies (AIT), mulai melakukan pemutusan hubungan kerja. Bila kebanyakan perusahaan hanya mengurangi para karyawan kontrak  dan level operator, PT Unisem justru memangkas mulai dari level manajemen berstatus karyawan tetap yang sudah mengabdi hingga belasan tahun atau sejak perusahaan itu beroperasi di Batam (1992).

Apalagi berhembus isu perusahaan itu berniat angkat koper dari Batam. Tentu bakal menjadi pukulan keras. Tapi terlepas dari asumsi itu, PHK yang dilakukan Unisem memberikan sinyal yang sangat kuat kepada kita bahwa dampak krisis kali ini bakal benar-benar dahsyat.

Mengapa? Unisem termasuk perusahaan elite dan cukup berpengaruh di Batam. Banyak pekerja di sini bermimpi bisa menjadi karyawan perusahaan tersebut. Dan ketika perusahaan itu juga sudah terpukul oleh krisis global, maka jelas bagi kita bahwa dampak krisis global sudah semakin nyata dan terasa di Batam.  Lantas apa langkah kita dalam menghadapi kondisi tersebut? Ini pertanyaan penting untuk kita semua, terutama para pemangku kepentingan, baik pemerintah maupun para wakil pengusaha dan pekerja.

Imbauan sekaligus usulan Ketua Kadin Kepri Johanes Kennedy dan Ketua Apindo Kepri Abidin Hasibuan patut dipertimbangkan. Prinsipnya adalah semua pihak, mulai dari pemerintah dan ‘kaki tangannya’, pengusaha, dan serikat pekerja (termasuk para pekerja secara individu) untuk satu napas.

Itu berarti, masing-masing pihak sepatutnya menanggalkan kepentingan masing-masing kemudian sama- sama memikirkan kepentingan yang lebih luas. Yakni sama-sama mempertahankan eksistensi Batam sebagai kota industri. Karena industri manufaktur merupakan lokomotif perekonomian Batam (bahkan Kepri), sehingga apabila industri terseok-seok, maka sektor-sektor pendukung lainnya akan ikut rontok.

Pemerintah sebagai pemegang amanah rakyat, harus memikirkan langkah antisipasif. Mengumpulkan para pengusaha dan serikat pekerja untuk sama-sama berembug mengenai upaya bersama apa yang harus dilakukan secepatnya agar roda industri manufaktur tetap berputar, kendati putarannya melambat.

Kadin dan Gubernur Kepri Ismeth Abdullah menilai Batam (dan Kepri) masih kompetitif dan strategis sebagai tujuan investasi. Bahkan Batam sedikit lebih unggul dibanding negara tetangga yang juga memiliki kawasan industri. Alasannya Kepri lebih memiliki banyak pilihan diversifikasi usaha dibandingkan kompetitor.

Tapi kita juga harus menyadari bahwa pelayanan yang kita berikan belumlah maksimal. Para pengusaha sendiri masih terus berteriak mengenai banyaknya biaya siluman yang harus mereka keluarkan. Juga keluhan soal terlalu banyaknya pengerahan massa guna menekan pemerintah dan pengusaha agar menaikkan upah buruh. Terlalu banyak aksi pengerahan massa bisa membuat investor gerah dan akhirnya menjadikan itu sebagai alasan untuk hengkang. Ini sangat penting untuk dipikirkan bersama oleh semua pihak.

Sebab, walau penerapan free trade zone (FTZ) akhirnya bisa berlaku efektif tahun ini, akan sulit bagi Kepri menarik investor asing bila kita sendiri tidak membenahi kualitas pelayanan dan faktor-faktor penghambat lain yang selama ini terus-menerus dikeluhkan oleh para pengusaha.(*)

Iklan

3 thoughts on “Satu Irama Hadapi Krisis”

  1. hallo mas eddy, salam kenal,saya adalah mantan karyawan ait batam yang sekarang jadi unisem, saya ikut prihatin atas gelombang phk yang terjadi,saya mau cari tahu kabar temen-temen securiti ait dulu yang demo akhirnya di phk sebanyak 40 orang lebih,bisa bantu nggak?

    =========
    Kami di Batam juga prihatin dengan kondisi saat ini, mengingat industri manufaktur adalah lokomotif perekonomian Batam, bahkan Kepri. Apalagi AIT/Unisem adalah sebuah perusahaan yang boleh dikata elite dan cukup kokoh, tapi juga tak luput dari kerasnya hantaman krisis global saat ini. Demikian pula perusahaan-perusahaan lain di dalam kawasan industri Batamindo. Kita tahu, Batamindo merupakan satu di antara kekuatan ekonomi Batam karena di sana ada sedikitnya 70 ribu karyawan yang selama ini berandil besar dalam memutar roda perekonomian. Bila perushaan2 di kawasan itu ambruk, maka nasib perekonomian Batam bisa hancur-hancuran.

    Mengenai informasi yang Mas Wahyu minta, kayaknya sulit. Soalnya sekarang tak mudah memperoleh informasi di sana. Bukan apa-apa, tapi perusahaan juga berkepentingan menahan informasi supaya tidak memperumit keadaan. Sementara manajemen Batamindo tengah melakukan penelitian untuk memperoleh data valid mengenai kondisi yang sebenarnya dihadapi perusahaan-perusahaan di dalam kawasan industri itu.

    Suka

  2. Imbas krisis, siapapun harus siap menghadapinya. Tapi saya yakin kita mampu mengatasinya. Kita pernah menghadapi krisis 1998 yang lebih hebat dari ini.
    Buat para sahabat yang terkena PHK, jangan berkecil hati.Anda semua toh masih punya life skill toh. Itu yang akan menyelamatkan kita. kalo dapet pesangon, gunakan dengan bijak. Ada banyak cara yang masih dapat kita gunakan…

    salam saya untuk para sahabat.
    Terimakasih buat sang empunya blog ini..salam persahabatan.
    kalo ada waktu, main ke blog saya ya mas eddy.

    salam sempurna !

    =============

    Salam kenal Mas Budi. Update data kami, saay ini sedikitnya sudah 2.000 pekerja di Batam kena PHK. Mulai dari tenaga tetap yg sudah belasan tahun mengabdi di perusahaan mereka, sampai karyawan kontrak. Bahkan yang kontraknya mash berjalan, terpaksa di-PHK oleh perusahaan karena tidak kuat menahan beban krisis yg begitu berat. Ekspor dari Batam sekarang melorot lebih dari setengahnya: 59 persen! Ini sangat mengkhawatirkan kami semua. Mudah2an krisis ini segera berlalu dan yg kami harapkan adalah semua pihak bahu-membahu menghadapi krisis ini bersama, tanpa mendahulukan kepentingan sendiri-sendiri. Apalagi kepentingan politik, lantaran ini tahun pemilu.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s