1.180 Pekerja di Batam Kehilangan Pekerjaan

PT Epcos, sebuah perusahaan manufaktur spare part otomotif asal Jerman, yang baru melebarkan usahanya di Batam (kawasan industri Panbil) pada Agustus 2008, melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 180 karyawannya. Perusahaan yang sebenarnya sudah beroperasi di Batam sejak 12 tahun lalu itu, mempekerjakan sedikitnya 3.000 karyawan.

Pemangkasan jumlah karyawan telah dilakukan sejak Desember 2008. Menurut sejumlah sumber, sebenarnya perusahaan yang sebelumnya beroperasi di kawasan Seraya, Batam, itu telah memangkas seperempat dari total karyawannya. Namun kabar ini belum terkonfirmasi karena manajemen perusahaan belum mau memberikan keterangan.

Jumardi, Kabid Hubungan Industrial dan Syarat Ketenagakerjaan Disnaker Batam mengakui bahwa PT Epcos termasuk perusahaan yang melaporkan adanya pengurangan karyawan. Mereka melakukannya  sesuai dengan prosedur ketenagakerjaan. Namun Jumardi tidak ingat berapa jumlahnya.

Sejumlah karyawan di perusahaan itu mengaku bingung setelah kena PHK. Apalagi peluang mereka memperoleh pekerjaan di perusahaan lain menjadi lebih kecil lantaran perusahaan lain pun tengah melakukan PHK.  Tapi ada juga yang berharap bisa memperoleh pesangon yang memadai sehingga bisa dijadikan modal membuka usaha.

Sebelumnya PT Unisem atau sebelumnya bernama PT Advanced Interconnect Technologies (AIT) di Mukakuning, memangkas puluhan karyawannya. Perusahaan asal Malaysia ini berencana memangkas 400 karyawannya.

Perusahaan lain yang juga mengurangi jumlah karyawannya adalah PT Japan Servo. Perusahaan ini memangkas jumlah karyawannya sejak Juli 2008. Total karyawan yang di-PHK mencapai 600 orang. Rinciannya, Juli 2008 mem- PHK 350 orang, awal Januari 2009 (90 orang), dan pada 5 Januari lalu memangkas 120 karyawan (operator) dan 40 karyawan tetap yang sudah mengabdi selama 10 tahun di perusahaan itu.

Hingga saat ini, total karyawan di Batam yang kehilangan pekerjaan dan sedang dalam proses PHK mencapai 1.180 orang. Diperkirakan jumlah karyawan yang bakal di-PHK akan terus bertambah.

Pemangkasan jumlah karyawan oleh sejumlah perusahaan tersebut merupakan dampak krisis finansial global. Perusahaan terpaksa mengurangi produksi lantaran pesanan dari luar negeri merosot tajam, mencapai lebih dari 50 persen.(*)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s