Erman Suparno Perketat Izin Pekerja Asing

Erman Suparno
Erman Suparno

PEMERINTAH pusat sedang mengambil ancang-ancang untuk memperketat izin penggunaan tenaga kerja asing  yang akan bekerja di Indonesia. Artinya, dalam beberapa waktu ke depan, perusahaan asing maupun nasional akan lebih sulit memperoleh izin mempekerjakan tenaga kerja asing.

Kebijakan baru tersebut merupakan solusi yang ditawarkan oleh Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) Erman Suparno untuk melindungi tenaga kerja di dalam negeri dari ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat gelombang resesi ekonomi global. Pemerintah hendak memprioritaskan penggunaan tenaga kerja lokal.

Fakta di lapangan, sedikitnya 50 ribu buruh di Indonesia telah kehilangan pekerjaan. Terutama pada sektor otomotif, elektronik, dan tekstil. Dan jumlah buruh yang bakal terkena PHK akan meningkat lagi, mengingat dampak krisis belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir. Bahkan kian hari semakin memburuk.

Peraturan baru yang akan diterbitkan pemerintah pusat, merupakan perubahan dari Peraturan Menakertrans Nomor PER-07/MEN/IV/2006 tentang  Penyederhanaan Prosedur Memperoleh Izin  Mempekerjakan Tenaga Kerja Asing (IMTA). Ketika itu, peraturan ini diterbitkan untuk mendorong penanaman modal asing (PMA) dengan tujuan memudahkan proses perizinan TKA yang akan bekerja di Indonesia. Kendati dalam praktiknya tidak semudah yang tertera di atas kertas.

Ke depan, dengan peraturan baru yang segera diterbitkan, pemerintah masih membuka peluang bagi pekerja asing, namun hanya untuk jabatan-jabatan tertentu saja, terutama pada bidang-bidang yang menggunakan teknologi baru dan belum bisa dioperasikan oleh tenaga kerja lokal. Namun tidak disebutkan mengenai apakah jabatan-jabatan yang saat ini sudah ditempati pekerja asing padahal bisa dikerjakan oleh tenaga kerja lokal, juga harus digantikan dengan pekerja lokal.

Tenaga kerja asing di Indonesia paling banyak berasal dari Cina, Jepang, Malaysia, dan Korea Selatan. Mayoritas mereka bekerja di sektor industri pengolahan, perdagangan, dan jasa. Hingga akhir 2008, jumlah pekerja asing bekerja di Indonesia dan tercatat secara resmi mencapai 83.453 orang, atau naik 11,4 persen dibandingkan tahun 2007 sebanyak 74.915 orang. Jumlah itu belum termasuk yang tidak resmi.

Kita sepakat dengan pemikiran Menakertrans untuk memperketat penggunaan tenaga kerja asing. Ini menjadi kabar gembira bagi masyarakat Indonesia yang  hingga kini masih menganggur. Sebab, jumlah pengangguran terbuka di Indonesia pada 2008 mencapai 10,8 juta jiwa, ditambah yang setengah menganggur (bekerja kurang dari 35 jam/minggu) sebesar 29,64 juta jiwa. Sehingga total pengangguran di Indonesia secara aktual mencapai sekitar 40 juta jiwa atau setara 40 persen dari jumlah angkatan kerja.

Sekitar 5 juta pengangguran di Indonesia adalah lulusan SMA, SMK, diploma, dan universitas. Maka dengan kebijakan memperketat masuknya tenaga kerja asing akan memberikan kesempatan kepada para penganggur tersebut untuk memperoleh pekerjaan,

Kendati begitu, peraturan baru tersebut jangan sampai menjadi peluang bagi para pihak yang berurusan dengan perizinan IMTA untuk mencari keuntungan pribadi. Sebab, ketika IMTA dipermudah pun perusahaan yang hendak menggunakan TKA sulit memperoleh izin dan terpaksa harus mengeluarkan uang pelicin agar urusannya lancar.

Terkait dengan penerapan free trade zone (FTZ) di Batam, Bintan, dan Karimun (BBK), diharapkan akan menarik banyak perusahaan asing. Perlu sebuah kajian tersendiri agar peraturan baru tersebut nantinya tidak kontraproduktif dengan tujuan pemberlakuan FTZ di BBK.

Satu hal lagi.  Khusus di Batam, konon ada banyak sekali pekerja ilegal yang hanya bermodalkan Visa on Arrival (VoA). Mereka masuk sebagai turis, tapi kemudian bekerja di sejumlah perusahaan asing yang jumlahnya mencapai lebih dari 3.000 perusahaan. Kabarnya, untuk bisa bekerja leluasa, mereka menyetor sejumlah uang pelicin kepada oknum petugas imigrasi. Nah… (*)

Iklan

One thought on “Erman Suparno Perketat Izin Pekerja Asing”

  1. kepada yth. bapak menakertrans Erman Suparno.

    Dengan hormat,
    assalamualaikum wr.wb.

    Sebelumnya saya mohon maaf apabila e-mail saya telah menggangu aktivitas kerja bapak.
    Saya adalah salah satu warga jawa barat yang ingin mohon bantuan bapak selaku menteri tenaga kerja agar dapat mendengarkan isi hati saya.
    saya ingin melaporkan satu skandal yang telah terjadi pada salah satu perusahaan yang berada di jawabarat tepatnya di daerah rancaekek_sumedang jawa barat.perusahaan tersebut adalah PT.KAHATEK. disini saya menginvestigasi dan meneliti secara akurat dari sumber-sumber yang terpercaya secara update, bahwasanya di PT.KAHATEK tersebut telah terjadi KKN terutama dalam hal perekrutan karyawan baru baik pria maupun wanita diperusahaan ini perekrutan tersebut diorganisir oleh sindikat calo dan oknum karyawan serta semua staf. para calo ini bekerjasama dengan oknum staff dalam perusahaan tersebut mereka dalam setiap aksi perekrutan memungut uang pada calon karyawan dari mulai 1juta hingga 8juta bahkan lebih untuk posisi tertentu. sistim ini telah terjadi selama bertahun-tahun di perusahaan tersebut, semua karyawan beserta jajaran staff kantor bungkam dalam menghadapi permasalahan ini bahkan disnaker diwilayah tersebut pun membiarkan hal ini terus berjalan selama ini. apakah ini harus di biarkan begitu saja pak menteri?
    saya mohon dengan sangat bapak selaku menetri yang terkait untuk bertindak lebih tegas.karena hal seperti sangat memalukan, bagaimana negara kita akan terbebas dari KKN kalau hal yang seperti ini masih membudaya di negeri kita, saya mohon dengan sangat bapak melakukan inspeksi pada perusahaan tersebut sekaligus berinteraksi denga karyawan dan staff perusahaan tersebut untuk hisa membuka mata dalam menyikapi permasalahan ini. jika masalah ini tidak segera ditindak lanjuti harus berapa banyak lagi calon karyawan yang akan terjebak. bahkan hampir 90% karyawan yang berstaus KH dan HL diperusahaan tersebut masuk dengan cara-cara tersebut. untuk apa mereka memiliki manajemen toh kalau semua di manipulasi oleh para calo-calo yang hanya ingin mengambil untung dari para pencari kerja.
    untuk itu saya mohon dengan sangat pada bapak untuk bertindak tegas dalam hal ini,segera…
    sebelumnya terima kasih bapak telah membaca e-mail saya ini.
    waasalam.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s