Bongkar Kongkalikong di Pelabuhan Sekupang!

SAYA sangat geram ketika dua teman saya kembali ke kantor membawa cerita kalau mereka habis dikeroyok puluhan porter di Pelabuhan Beton, Sekupang, Batam, Rabu ( 12/2/2009 ). Apalagi dua teman saya itu dipukulin beramai-ramai saat menjalankan tugas jurnalistik.

Nurul Iman alias Inyonk, bahkan sampai trauma. “Aku mau pulang kampung aja,”ujar Inyonk. Dia sangat khawatir lain kali akan mendapat perlakuan serupa. Padahal, pemuda asal Purwokerto ini terbilang fotografer handal di Tribun Batam. Orangnya nyentrik tapi ramah. Dan ketika di lapangan, dia sangat ulet demi mendapat gambar terbaik.

Lantaran ingin memperoleh foto jurnalistik yang bagus itulah dia dikeroyok puluhan buruh angkut di pelabuhan. Ketika itu dia hendak memotret bayi yang tergencet barang dagangan yang diangkut porter dan keributan yang terjadi antara porter dan petugas PELNI. Kameranya dirampas. Kepalanya juga dilempari balok.  Keterlaluan!

Semua kawan di redaksi marah. Apalagi Zabur, reporter kami, mengalami retak tulang kaki akibat ditendang dan diinjak-injak. Bahkan dihantam pakai sekardus keramik. Sampai sekarang Zabur masih terpincang-pincang bila berjalan. Masih untung hanya retak tulang. Bagaimana kalau mereka mati?  Saya khawatir, bila pengusutan kasus ini hanya di permukaan, dan hanya menangkap para kroco, persoalan di Pelabuhan Sekupang tak akan selesai. Suatu ketika akan ada lagi wartawan lainnya mengalami nasib serupa.

Maka dari itu, saya menginginkan polisi dan pemerintah Kota Batam mengusut kasus pengeroyokan dua wartawan kami itu. Tangkap aktor-aktor yang terlibat dan membiarkan wartawan dikeroyok. Sebab, sebelumnya pernah dua wartawan televisi nasional diperlakukan kasar di pelabuhan yang sama. Kamera dan sepeda motor mereka dihancurin. Beruntung mereka selamat.

Kejadian berulang itu mengindikasikan bahwa di pelabuhan tersebut ada apa-apanya. Sudah rahasia umum bahwa ada oknum-oknum yang sering mengirim barang dari Batam ke Jakarta melalui kapal PELNI KM Kelud. Boleh jadi di antara barang yang dikirimkan adalah barang-barang ilegal (selundupan).  Ada kerja sama antara pedagang dengan petugas di pelabuhan itu, sehingga mereka dengan leluasa mengirim barang ke luar Batam. Bahkan barang-barang itu dimuat di dek penumpang.

Maka dari itu, polisi dan pemerintah kota harus mengusut tuntas kasus tersebut. Pada prinsipnya kami kasihan atas nasib para portir. Bagaimanapun mereka memiliki keluarga yang harus dihidupi. Saya yakin mereka berani bertindak nekat karena merasa yakin ada  “orang kuat”  di belakang mereka. Nah, “orang kuat” itulah yang harus ditangkap dan diproses secara hukum.

Sedangkan para portir yang melakukan tindak kekerasan, mungkin perlu mendapat sedikit pelajaran supaya jera. Tapi jangan mereka dijadikan korban. Seolah-olah semua kekacauan di Pelabuhan Sekupang adalah ulah mereka.  Pasti ada aktor berpengaruh dan juga berduit. TANGKAP MEREKA…!!!!!!!

Iklan

4 thoughts on “Bongkar Kongkalikong di Pelabuhan Sekupang!”

  1. Ternyata

    PENYELUNDUPAN: ILEGAL, MUATAN RP500 MILIAR DARI BATAM KENA CEKAL BEA & CUKAI
    Kamis, 29 November 2012 | 17:06 WIB
    Demis Rizky Gosta
    JAKARTA: Ditjen Bea dan Cukai mengamankan muatan bernilai sekitar Rp500 miliar yang coba diselundupkan dari Batam menggunakan KM Kelud.
     
    Dirjen Bea Cukai Agung Kuswandono menjelaskan jalur pelayaran penumpang KM Kelud sering disalahgunakan untuk memasukan barang dari zona perdagangan bebas (FTZ) Batam ke daerah kepabeanan.
     
    Dia memaparkan Ditjen Bea Cukai pernah mencoba menindak muatan KM Kelud pada 2007—2008 dan 2009 namun gagal karena kurang koordinasi dengan instansi terkait lain.
     
    “Total kami pernah coba menindak 3 kali tapi baru kali ini berhasil karena baru kali ini Polda, pelabuhan semua lengkap,” katanya di kantor Ditjen Bea Cukai, Kamis (29/11).
     
    Agung memperkirakan barang hasil penindakan Ditjen Bea Cukai atas muatan KM Kelud pada 2 November 2012 bernilai sekitar Rp500 miliar dan menimbulkan kerugian negara sekitar Rp100 miliar.
     
    Ditjen Bea Cukai menemukan 3.140 kemasan (packages) tanpa surat pemberitahuan pabean FTZ (PPFTZ) yang terdiri dari 830 kemasan non larangan pembatasan (lartas) dan 2.310 kemasan lartas.
     
    Barang-barang yang terkena ketentuan lartas di antaranya adalah bahan peledak, laptop, telepon genggam, motor Harley Davidson knockdown, mesin mobil Ferari, kosmetik, parfum dan mesin/alat elektronik kesehatan.
     
    Agung menyarankan PT Pelni mengembalikan fungsi tunggal KM Kelud dan kapal jalur penumpang lain sebagai kapal angkut penumpang untuk menghindari upaya penyelundupan. (arh)

    ================
    Hey, Nyong… tuh kawanmu yg di Sekupang udah dicokok polisi di Jakarta… hahahaha

    Suka

  2. Alhamdulillah terbongkar juga barang2 tanpa dokumen yg dibawa km kelud dari batam dengan kerugian cukup fantastis Rp 100 miliar sekali kirim

    Suka

  3. Pertama, saya turut sakit atas luka bekas penganiayaan yang menimpa saudara saya Nurul ‘Inyong’ Imam dan Muhammad Zabur yang dilakukan oleh orang-orang yang seharusnya hidup dan lahir di jaman Flinstone. Bukan di abad milenium ini, astaga masih ada juga orang seperti itu, yang berperilaku seperti binatang.

    Kedua, saya bangga dengan saudaraku, Nurul ‘Inyong’ Imam dan Muhammad Zabur, luka itu adalah manifestasi pengabdian kepada masyarakat akan tugas dan tanggung jawab sebagai seorang jurnalis sejati. Betapa mulianya kerja seorang jurnalis, demi sebuah kejujuran informasi, ke-sahih-an fakta, harus berciuman dengan beton-beton pelabuhan. Jangan pernah takluk dan menyerah memberitakan kebenaran. Salut saudaraku, jangan cengeng. Tunjukkan kepada semua orang di Batam, wartawan Tribun Batam bukan jurnalis “ayamsayur”. Salam perjuangan

    (saya juga GERAM bang, ada yang pukul saudara kembar saya)

    ————–
    Makasih atas dukungannya Cang. Kita semua di sini pada kesal. Sekarang Pak Wali, DPRD, dan polisi sudah menyatakan akan mengusut kasus ini. Biar lain kali gak kejadian lagi……

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s