Mari Belajar Sedikit dari Dirly Idol

Dirly Sompie
Dirly Sompie

SUDAH jadi artis beken yang namanya terkenal hingga ke pelosok negeri, tak membuat Dearly Dave Sompie alias Dirly “Idol” (20) berubah jadi sosok yang sombong. Kakinya tetap memijak Bumi. Runner up Indonesian Idol III (2006), ini tak mau melupakan jasa orang-orang yang telah mengantarkannya menuju popularitas dan kemapanan ekonomi di usia belia.

Nyong Manado kelahiran 10 Desember 1989, ini kelihatannya bukan tipe kacang lupa kulit. Berkali-kali dia bilang, dirinya bukan siapa-siapa tanpa dukungan orang-orang di sekitarnya, terutama kakak kandungnya, Diana Sompie.

“Saya bisa seperti sekarang ini berkat perjuangan keras dan tak kenal menyerah dari kakak perempuan saya. Juga orang-orang yang telah mendukung saya sejak audisi,”ujarnya saat bertandang ke kantor redaksi Tribun Batam, Kompleks MCP Batu Ampar, Jumat ( 13/2/2009 ) sore.

Secara jujur dia mengakui bahwa secara ekonomi dirinya sudah mapan.  Tapi berkali-kali pula dia katakan bahwa dirinya berasal dari kampung. Dia tak malu-malu mengakui kalau dirinya juga berasal dari udik. Menariknya, dalam bergaul dan gaya bicara, dia tidak mau menonjolkan bahwa dia anak kampung. Sikap itu terlihat sejak bertarung di Indonesian Idol III. Dia sama sekali tidak mengumbar kesusahan untuk meraup simpati pengirim SMS.

Bungsu dari enam bersaudara ini mengisahkan saat-saat awal mendaftar ikut audisi Indonesian Idol III tahun 2006 silam di Manado, Sulawesi Utara (Sulut). Waktu itu dia dan kakaknya terlambat datang satu jam setelah audisi selesai. Audisi selesai pukul 19.00, tapi mereka baru tiba pukul 20.00 karena harus menempuh perjalanan sekitar satu jam menuju lokasi audisi. Para juri sudah istirahat dan sementara menikmati makan malam mereka.

“Saya nggak mau turun dari mobil karena pendaftaran sudah ditutup sejak jam 7 malam. Tapi kakak nggak putus asa. Dia berusaha untuk menemui panitia yang saat itu sedang bersantai dan makan malam di hotel,” tutur The Manado Baby, yang mengaku masih menjomblo itu.

Salut buat sang kakak yang pantang menyerah demi adiknya. “Saya hanya duduk di mobil. Kakak yang lari-larian. Padahal, kakak dalam kondisi hamil delapan bulan. Pokoknya luar biasa usaha kakak saat itu. Sampai-sampai panitia yang sedang makan malam dan beristirahat kala itu ia datangi. Dengan sangat memohon, akhirnya mereka mempersilakan

Dirly didampingi manajernya, Retno Fati Sanjaya, memetik gitar sambil bernyanyi di ruang rapat redaksi Tribun Batam.
Dirly didampingi manajernya, Retno Fati Sanjaya, memetik gitar sambil bernyanyi di ruang rapat redaksi Tribun Batam.

saya ikut audisi,” kenang cowok jangkung itu sambil tersenyum.

Dirly pun dipersilakan menyanyi di hadapan juri audisi yang sedang menikmati santap malam mereka. “Wah, Mas… Saat itu saya sudah kayak pengamen aja. Tapi saya nggak peduli. Mungkin karena keberuntungan, akhirnya mereka setuju saya ikut audisi. Benar-benar di luar dugaan, upaya kakak ini akhirnya memberikan saya tiket untuk terus melaju,”tutur Dirly yang kini telah membintangi sedikitnya lima sinetron bersama artis-artis papan atas, antara lain Agnes Monica.

Sampai sekarang Dirly seolah tak percaya kalau dirinya bisa mengungguli puluhan ribu orang sejak audisi. Dia juga seperti masih dalam mimpi, bisa berada di antara artis-artis top. “Seperti mimpi. Tapi kenyataannya seperti ini. Yah, saya jalani saja,”ujarnya.

Menurut Dirly, perjuangan kakak perempuannya tetap menjadi pengalaman yang paling berkesan selama perjalanan hidupnya.

“Saya nggak akan pernah lupa kenangan tersebut. Sekarang anak yang dulu dikandung kakak sudah berusia dua tahun lebih.”

Dirly sangat menyayangi ponakannya itu. Dia bahkan yang memberi nama kepadanya saat dilahirkan. “Saya diminta memberi nama. Saya beri nama Reva,”ujar Dirly yang mengaku gembira kalau bisa memberi kado istimewa untuk Reva.

Pengalaman unik

Awak redaksi Tribun Batam foto bersama Dirly di ruang redaksi.
Awak redaksi Tribun Batam foto bersama Dirly di ruang redaksi.

Selain mengisahkan mengenai perjalanan kariernya, Dirly yang didampingi managernya yang cantik, Retno Fati Sanjaya, juga bercerita mengenai pengalamannya ketika tampil di daerah.

Suatu ketika dia diundang menghibur simpatisan seorang calon bupati saat pilkada di Manado. Di luar dugaan, pengunjungnya membludak.

“Wah, sangat ramai. Untuk ke toilet aja susah. Pas saat itu saya kebelet mau pipis, ya..otomatis kebingungan lah. Coba tebak apa yang saya lakukan? Pake botol air mineral ukuran satu liter.  Terpaksa saya pipis ke dalam botol itu. Saking banyaknya, botol itu sampai penuh ..ha..ha…haaa,”kisah Dirly sambil terbahak-bahak.

Selain memiliki suara merdu, Dirly juga cukup mahir memetik gitar. Saya menyodorkan gitar kepadanya. Dia pun mempersembahkan sebuah lagu bagi kami sebelum kembali ke Hotel Vista. “Oh ya… nanti malam jangan lupa datang ya… Pokoknya  gampang lah…,” undang Dirly yang malam itu tampil di  The Peak, Vista Hotel, dalam rangka memeriahkan Valentine Days.

Selamat merayakan hari kasih sayang. Semoga kasih membuat hidup kita sekalian menjadi lebih indah. Tak perlu lah kontroversi mengenai penting atau tidaknya perayaan ini. Akan lebih bagus lagi kalau setiap hari kita jadikan layaknya hari Valentine. Semua saling mengasihi dan menyayangi Karena KASIH menghapus banyak sekali dosa. Bukan begitu?(*)

Dirly mejeng sambil pegang koran Tribun Batam
Dirly mejeng sambil pegang koran Tribun Batam
Iklan

5 thoughts on “Mari Belajar Sedikit dari Dirly Idol”

  1. Hay…….kak dIrLy ???aq ngefans bgd ma ka2k ,,,wKt aq ngelihat ka2k aq sLl inget wjh tmn Q,,,,,eNtah 2ch perasaan q ja…tP emng mirip bGd ….hHe n dr siItu aq muLai nGefans ma ka2k hhhEEEHe…….

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s