Pesawat Turkish Airlines Pecah Jadi 3 Bagian

 

Pesawat Boeing 737-800 Turkish Airlines yang terhempas di dekat landasan pacu Bandara Schiphol, Amsterdam, Belanda, Rabu (25/2).
Pesawat Boeing 737-800 Turkish Airlines yang terhempas di dekat landasan pacu Bandara Schiphol, Amsterdam, Belanda, Rabu (25/2/2009).

 

BRAKKK…! Badan pesawat Boeing 737-800/TK1951 milik Turkish Airlines itu tersungkur di dekat landasan pacu dan pecah jadi tiga bagian!  Beberapa bagian tubuh pesawat remuk seperti kertas yang diremas. Anehnya, pesawat tersebut tidak terbakar. 

Bagian kokpit sampai tempat duduk nomor 10 terbelah. Kabin penumpang dari seat nomor 11 hingga ekor pesawat menjadi satu potongan tersendiri. Bagian ekor terpisah dari badan pesawat. Ekor terpisah sekitar 3 meter dari badan pesawat. Bagian moncong nyungsep di area kosong. Mesin pesawat terlempar ke lumpur, sejauh 100 meter dari posisi jatuhnya. 

Akibatnya, 9 orang tewas dan lebih dari 50 penumpang lainnya  mengalami luka serius. Korban tewas diduga bakal bertambah karena banyak di antara korban menderita luka serius dan masih dirawat di rumah sakit terdekat. 

Informasi terakhir itu disampaikan oleh Wali Kota Harlemmermeer, Ichel Bezuijen, dalam konfrensi pers di depan puluhan wartawan asing dan lokal. Sebab, menurut informasi awal, tidak ada korban tewas dalam insiden itu.  

Pesawat tersebut membawa 134 penumpang, termasuk tujuh awak, jatuh di padang rumput dekat landasan pacu Bandara Internasional Schipool, Amsterdam, Belanda, Rabu ( 25/2/2009 ). Pesawat berangkat pukul 08.22 waktu setempat dari Bandara Internasional Ataturk di Istanbul, Turki. 

Pantauan wartawan Tribun Batam, Yon Daryono, yang tiba di lokasi beberapa saat setelah kejadian, tampak para petugas sibuk

Badan pesawat Turkish Airlines patah. (dayli mail)
Badan pesawat Turkish Airlines patah. (dayli mail)

mengevakuasi korban tewas maupun yang terluka.  Puluhan mobil pemadam, ambulance, dan tiga helikopter terlihat di lokasi. 

 

Seorang penumpang yang berbicara kepada jaringan berita DHA Turki, melihat orang cedera terperangkap dan tergencet ketika dirinya keluar dari pesawat. Kebanyakan yang cedera duduk di bagian belakang. Sementara seorang manager bank yang menjadi penumpang pesawat itu mengungkapkan bahwa tidak ada pengumuman informasi darurat dari awak. Awak pesawat hanya menginstruksikan memasang sabuk pengaman karena pesawat bersiap mendarat.

“Saya merasakan pilot telah mendorong tekanan mesin sebelum tiba-tiba jatuh. Kecelakaan ini terjadi secara tiba-tiba. Hanya dalam hitungan detik,”ujar penumpang itu. 

Fred Wely , seorang saksi mata, melihat kecelakaan tersebut dari mobilnya. “Pesawat terbang sangat rendah dan seperti tidak mempunyai tenaga untuk naik kembali, lalu menabrak jalur cepat A9. Tabrakan itu sangat keras tapi tidak terbakar,”tuturnya. 

Hampir semua televisi lokal di Belanda menyiarkan kecelakaan tersebut dalam breaking news mereka. Kecelakaan pesawat di areal runway Bandara Schipool, menyentak perhatian masyarakat Belanda. Pasalnya, bandara yang rata-rata melayani lebih dari 40 juta penumpang per tahun tersebut, dikenal sangat tegas dalam hal kelaikan pesawat yang akan mendarat di sana. Akses menuju lokasi kecelakaan ditutup sehingga menyulitkan wartawan mendekat ke lokasi. 

Menurut informasi yang diperoleh Tribun dari beberapa saksi mata, pesawat tampaknya bermasalah saat hendak mendarat. Ketika itu tiupan angin, tapi tidak kencang. Namun cuaca agak berkabut.  

Keluarga cemas 

 

Mesin pesawat Boeing 737-800 Turkish Airlines terlempar 100 meter dari lokasi jatuhnya pesawat tersebut. (dayli mail)
Mesin pesawat Boeing 737-800 Turkish Airlines terlempar 100 meter dari lokasi jatuhnya pesawat tersebut. (dayli mail)

Keluarga para penumpang pesawat naas itu terlihat menunggu dalam kecemasan luar biasa. Setelah dievakuasi, para penumpang yang tidak mengalami cedera langsung dibawa ke ruangan khusus di Bandara Schipool, untuk dipertemukan dengan keluarga dan kerabat mereka. Sementara korban luka dilarikan ke sejumlah rumah sakit terdekat dari lokasi kejadian. 

 

Frank van den Bos, Juru Bicara Amsterdam Medical Centre mengatakan, sebanyak tujuh penumpang pesawat yang mengalami cedera tengah mendapat perawatan serius. “Empat di antara mereka mengalami luka sangat serius,”ujarnya kepada sejumlah wartawan. 

Pemerintah Belanda melalui otoritas penerangan mereka mengatakan, tengah menyelidiki penyebab kecelakaan tersebut. Wim Kok, koordinator Anti Teror Belanda mengatakan, sampai sejauh ini tidak ditemukan adanya serangan teror yang menyebabkan kecelakaan tersebut. “Tidak ditemukan indikasi serangan terorisme,” kata Said. Dia menegaskan, tidak adanya tanda-tanda atau ledakan setelah pesawat mengalami kecelakaan. 

Mantan pilot tempur

Sebagaimana Anwar Haryanto, pilot Lion Air yang mendarat darurat di Bandara Hang Nadim, Batam, 23 Februari 2009, Capten Pilot Hasan Tahsin yang mengemudikan Turkish Airlines juga pernah menjadi pilot militer. Sayang, pilot yang satu ini gagal menjalankan misi serupa yang dilakukan pilot Anwar, putra Indonesia tulen, yang berhasil menyelamatkan seluruh penumpang.  

Padahal, menurut CEO Turkish Airlines, Temel Kotil, Pilot Tahsin sangat berpengalaman dan pernah menjadi pilot pesawat tempur Angkatan Udara Turki. Sementara Candan Kartilekin, Direktur Turkish Airlines, mengaku heran mengapa kecelakaan itu bisa terjadi, mengingat cuaca cukup bagus saat pendaratan. 

“Jarak pandang sangat baik, sekitar 4 kilometer. Namun lima ratus meter sebelum landing, pesawat telah mendarat terlebih dahulu di sebuah lapangan di sekitar runway,” ujarnya.

Ia berjanji akan mengecek kenapa masalah itu bisa terjadi. “Kami telah cek dokumen perawatan kondisi pesawat dan di sana tidak ada masalah,”ujarnya.(yon/ap/dri)

Badan Pesawat Turkish Airlines Remuk seperti kertas diremas. (dayli mail)
Badan Pesawat Turkish Airlines Remuk seperti kertas diremas. (dayli mail)

KECELAKAAN TERAKHIR TAHUN  2003 

8 Januari 2003: Pesawat milik Turkish Airlines, British Aerospace RJ-100. Kecelakaan di landasan pacu Diyarbakir, karena kabut tebal di bagian tenggara Turki. 75 Orang tewas. 

7 April 1999: Turkish Airlines Boeing 737 tiba-tiba mengeluarkan percikan api dan terbakar, tak lama setelah lepas landas, sebelum akhirnya terjatuh di tenggara Turki. Pesawat tidak sedang membawa penumpang. 6 Awak tewas. 

29 Desember 1994: Turkish Airlines Boeing 737 tabrak gunung di bagian selatan timur Turki dekat Isparta. 155 Orang tewas, sebagian besar WN Italia yang sedang liburan.

3 Maret 1974: Pesawat maskapai penerbangan Turkish Airlines DC-10 kecelakaan dekat Paris setelah sebuah pintu kargo copot. 364 Orang tewas.(ian)

Iklan

One thought on “Pesawat Turkish Airlines Pecah Jadi 3 Bagian”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s