Awas Serigala Berbulu Domba

AHD
AHD

SEORANG anggota Komisi V DPR RI, AHD, tertangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan tuduhan menerima suap senilai 90 ribu dolar AS atau hampir Rp 1 miliar dan Rp 54 juta. Sang anggota Dewan juga sedang mencalonkan diri sebagai calon anggota legislatif  sebuah partai politik besar untuk daerah pemilihan I Sulawesi Selatan.

Tertangkapnya anggota Dewan sekaligus caleg, itu justru terjadi di saat parpol dan para caleg tengah gencar-gencarnya ‘menjual diri’ kepada publik untuk mempercayakan aspirasi kepada mereka.

Sungguh ironis, karena perbuatan itu dilakukan hanya enam hari sejak 42 parpol mendeklarasikan antikorupsi bersama KPK, tepatnya pada Rabu 25 Februari 2009. Para pimpinan parpol menyatakan ikut menandatangani deklarasi antikorupsi sebagai bentuk kepedulian mereka atas terciptanya pemerintahan antikorupsi dan pemilihan umum (pemilu) yang sehat.

Berikut isi deklarasi tersebut: “Dengan rahmat Tuhan Yang Maha Esa, Kami partai politik Indonesia menyadari: Korupsi adalah kejahatan luar biasa yang menghancurkan bangsa dan menyengsarakan rakyat Indonesia.

Kami, partai politik Indonesia bertekad: Mewujudkan kehidupan berpolitik Indonesia yang bebas praktik korupsi dan menjadikan Indonesia sebagai negeri yang bersih dari korupsi.

Kami partai politik Indonesia berjanji: berperan serta secara aktif dalam gerakan pemberantasan korupsi dan tidak melakukan korupsi.

Bahwa parpol dan wakil-wakilnya di legislatif serta caleg-calegnya menyadari benar dampak luar biasa dari kejahatan korupsi terhadap bangsa dan rakyat. Bahwa korupsi pasti menghancurkan bangda dan menyengsarakan rakyat. Tapi, tiba-tiba seorang caleg yang begitu dipuja-puji masyarakat di daerah pemilihannya, justru tertangkap KPK ketika menerima uang suap dalam jumlah sangat besar.

Berikut komentar Nadewa, seorang pendukung AHD di Makassar dalam blog sang wakil rakyat.

“Bang Hadi, salam hangat. Saya rasa hanya sedikit anggota Dewan yang betul-betul punya kinerja signifikan bagi masyarakat yang diwakilinya. Untuk itu, saya akan mensosialisasikan Bang Hadi pada kolega dan keluarga agar dapat kembali menjadi wakil Rakyat 2009 nanti. Sukses.

Masih banyak lagi komentar bernada memuja dan menyanjung sang wakil rakyat yang terhormat dan sangat mengharapkan dia kembali terpilih untuk periode lima tahun ke depan. Ternyata sang caleg justru berbalik melukai mereka dengan menerima suap terkait proyek pembangunan lanjutan fasilitas pelabuhan laut dan bandara di wilayah Indonesia bagian timur senilai Rp 100 miliar.

Tapi kita patut bersyukur kasus itu terjadi sebelum yang bersangkutan terpilih kembali. Sebab, jika itu terjadi setelah pemilu legislatif, maka rakyat pasti telah salah memilih. Mereka tertipu karena telah memilih serigala berbulu domba. Tampak luar sebagai domba yang jinak dan menggemaskan, namun dalamnya berisi serigala yang jahat dan buas.

Kasus AHD memberikan pelajaran berharga bagi kita semua, terutama yang akan mengikuti pemilihan umum untuk tidak melihat caleg dari kulit luarnya. Karena tampilan luar memang seringkali mengecoh kita. Seorang yang tampak baik, gagah, tampan sebagaimana terpampang pada berbagai iklan di media massa cetak, elektronik, internet, baliho, poster, dan sebagainya, belum tentu cakap memimpin dan memiliki integritas. Boleh jadi itu semua hanya polesan.

Kita juga perlu mewaspadai track record seseorang caleg. Catatan masa lalu yang mengilap sekalipun, belum tentu akan tetap baik di masa mendatang. Karena segala sesuatu masih bisa berubah seiring waktu. Ini menjadi sebuah dilema bagi kita sebagai pemilih. Tapi masih ada satu yang bisa menjadi pegangan kita, yaitu integritas.

Maka saran kami, pilihlah pemimpin (termasuk caleg) yang memiliki integritas baik dan teguh. Diyakini bisa menjadi pemimpin yang cakap sekaligus integritas yang teguh melawan korupsi. Pertanyaannya, adakah di antara calon pemimpin kita yang seperti itu?(*)

Iklan

5 thoughts on “Awas Serigala Berbulu Domba”

  1. Makanya pilih caleg dari partai yang punya sistem kaderisasi, manajemen, dan pengawasan yang baik…paling gak yang telah terbukti 5 tahun kemaren, tidak ada para alegnya yang kena kasus korupsi, suap, narkoba, dsb…

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s