Sebuah Cerpen Kisah Terakhir Hidup David

Misteri Kematian Mahasiswa RI di Singapura

David Hartanto Widjaja
David Hartanto Widjaja

Sebuah cerita pendek berkisah mengenai hari-hari terakhir hidup David Hartanto Widjaja (21). Penulisnya menegaskan bahwa kisah itu hanya sebuah fiksi, namun dia mendekatkan dengan beberapa fakta kematian mahasiswa Nanyang Technological University (NTU) itu. Saya  mendaur ulang cerpen ini atas izin penulisnya, Agnes Davonar di www.agnesdavonar.net.

CERPEN
itu mengisahkan mengenai pertemuan secara tidak sengaja antara David dengan seorang gadis bernama Angel di halaman kampus NTU. Gadis itu adalah mahasiswa angkatan terbaru di kampus itu. Keduanya saling sapa, berkenalan, kemudian berbincang hingga ke topik mengenai tugas akhir yang sedang dikerjakan oleh David,.

David mempersilakan Angel membaca skripsinya. Dia memerhatikan susunan kata-kata dan angka yang nyaris saja membuat matanya berkunang-kunang. David tertawa melihat kebingungan itu. “Ngomong-ngomong, inti dari skripsi  kamu tentang apa sih? Ribet saya melihatnya hehehe,” tanya Angel. “Hehehe… Ini tentang mimpi masa depan saya dan saya harap kelak berguna bagi siapapun,”jawab David.

Angel pun terkagum-kagum pada pemuda berkacamata itu. Keduanya menjadi sahabat dan selalu berkomunikasi melalui telepon maupun internet, antara lain situs jejaring sosial Facebook.

Angel semakin kagum pada David setelah dia diberitahu oleh Rika, temannya, bahwa David adalah juara olimpiade pendidikan. “Terang saja dia begitu yakin bahwa ia akan menciptakan sebuah penemuan besar,” ujar Angel dalam hati.

Persahabatan dan komunikasi cukup intensif, membuat Angel semakin mengenal sosok David. Dalam pandangannya, David adalah sosok yang supel, bersahabat, dan kocak. Tapi terkadang ia bisa menjadi orang yang sangat serius bila sedang mengerjakan sesuatu.

Selannjutnya David menjadi “asisten dosen” bagi Angel bila dia kesulitan memahami penjelasan dosennya. Dia selalu bertanya kepada David dan pemuda itu pun dengan tulus membantunya. Suatu malam, Angel kesulitan menyelesaikan tugas kuliahnya. Dia menelepon David berkali-kali, namun tidak diangkat. Dia pun datang ke apartemen David, dan ternyata orang yang dicari sedang tidur pulas, setelah berjam-jam mengutak-atik tugas akhirnya. “Sorry ketiduran. Saya kekurangan jam tidur gara-gara pengen selesaikan tugas skripsi saya,”ujar David.

Angel semakin penasaran pada tugas akhir David. “David, kita kan sudah dekat. Saya masih penasaran dengan proyek ambisius dalam skripsi  kamu boleh saya tahu?”

David pun bercerita bahwa ia sedang mencoba untuk meneliti bagaimana sebuah bluetooth bisa menghantarkan listrik bagi sekitarnya. Penelitian ini sudah ia lakukan sejak awal semester enam lalu. Kini tahap penelitiannya mencapai 70 persen. Dia yakin penelitiannya orisinil dan pertama dalam sejarah dan akan bermanfaat bagi banyak orang.  Untuk diketahui, Final Year Project (FYP) David aslinya berjudul “Multiview acquisition from Multi-camera configuration for person adaptive 3D Display“.

David juga ingin membuktikan kepada pihak universitas yang telah memperingatkan akan menghentikan beasiswanya, enam bulan sebelumnya. Tapi dia menganggap itu bukan persoalan serius. Dia yakin universitas akan menyesal bila suatu ketika hasil penelitiannya benar-benar berhasil.

***

Agnes (kanan) dan Davonar, adiknya. Keduanya adalah penulis cerpen berjudul "KISAH PESAN TERAKHIR : CERPEN 61", yang terinspirasi dari kasus kematian David Hartanto Widjaja di kampus NTU, Singapore. (foto dari http://lieagneshendra.blog.friendster.com)
Agnes (kanan) dan Davonar, adiknya. Keduanya adalah penulis cerpen berjudul "KISAH PESAN TERAKHIR : CERPEN 61", yang terinspirasi dari kasus kematian David Hartanto Widjaja di kampus NTU, Singapore. (foto dari http://lieagneshendra.blog.friendster.com)

Sudah lama David mengenal Profesor Chan Kap Luk (45), dosen pembimbing skripsinya. Sang profesor juga menyadari bahwa pemuda ini cerdas dan memiliki masa depan cerah. Prof Chan sedang duduk di ruang kerjanya saat David datang menemuinya untuk menyampaikan mengenai tugas akhirnya.

“Apakah kamu sedang bermimpi? Bagaimana mungkin sebuah teknoloagi nirkabel dapat menghantarkan listrik? Ada-ada saja. Lebih baik kamu cari ide yang lain!” Begitu kata Prof Chan kepada David. Tapi David ngotot mempertahankan idenya. Akhirnya sang profesor menyerah dan berkata, “Kalau begitu tunjukkan pada saya ‘permainan’ kamu.”

David tertantang oleh pembimbingnya. Ia pun semakin mengorbankan waktunya untuk penelitian eksentriknya. Sahabat-sahabat yang ia kenal mulai melihat David bagaikan seorang dukun rumahan yang membuka praktik di rumahnya. Untuk bicara, hanya lewat laptopnya.

Angel yang setiap harinya mempunyai segudang pekerjaan rumah, bahkan harus memaklumi keinginan David untuk tidak diganggu sementara ini. “Tidak menerima tamu di rumah dan telepon untuk sementara ini” begitulah tulisan pada status  Facebook David.

Setelah berkutat selama dua minggu, melakukan percobaan beberapa kali, akhirnya David berhasil membuktikan ide penelitiannya. Dia pun bertekad menunjukkan keberhasilannya kepada Prof Chan. Dan pagi itu (Senin 2 Maret 2009), dia menemui sang profesor. Prof Chan yang awalnya cuek, tiba-tiba nyaris menjatuhkan kacamatanya ketika melihat David berhasil membuktikan kata-katanya. ” Lihat Prof.. Saya buktikan bahwa saya bisa ..!”

Prof Chan terkagum-kagum pada apa yang David tunjukkan “David, kamu sungguh luar biasa. Bagaimana kamu bisa menemukan hal mustahil di dunia ini menjadi nyata? Kamu akan menjadi peraih Nobel karena ini!”(bersambung)

Iklan

9 thoughts on “Sebuah Cerpen Kisah Terakhir Hidup David”

  1. sungguh aq sampai sekarang belum dapat jawaban tentang kematian david ini,cerita ini sungguh simpang siur tolong jangan di kaitkan dengan apapun karena ini sangat serius kasian kan keluarga nya,kita semua berharap kebenaran nya aja.semoga semua ini dapat jawaban yang pasti

    Suka

  2. Ceritanya meyakinkan yaa… seperti nyata +_+

    Tapi memang banyak kejanggalan di sini yang belum terungkap, tak heran bila kemudian banyak cerita yang simpang siur mengenai kejadian sebenarnya.

    Suka

  3. setuju dengan pendapat maracana09. apabila mau jadi terkenal caranya ya bukan seperti ini!!
    ini kasus lumayan serius, kalo mau nulis cerpen boleh2 aja tapi sebaiknya dikasih tau kalau ini cerpen pada awalnya karena apabila tidak cuma akan menyebar fitnah krn kebenarannya belum terungkap.

    Suka

  4. Ini skripsinya ttg multi-kamera kok jadi ttg bluetooth gitu? Gak nyambung ah. Lagian biasanya secara otomatis nama profesor akan nebeng juga di hasil karyanya. Gak perlu merebut bakal dapat juga kok. Kalau bikin cerita fiksi yg rasional dikit-lah.
    Ini fiksi tapi ceritanya dibikin mirip banget gitu. Kalau fiksi mending jangan kasi tanggal dan nama yg jelas kayak gitu lah.

    Suka

  5. Turut belasungkawa kepada keluarga David, yang tentunya paling dirugikan dengan kasus kematian anak cerdas dalam keluarga. Saya tidak bisa membayangkan bagaimana sedihnya kehilangan anak cerdas, berbakat dan kehilangan rasa ketidak adilan terhadap kasus ini.

    Semoga Tuhan yang Maha Adil memberikan kekuatan kepada keluarga dan segenap teman-teman yang kehilangan seorang David, Pemuda Indonesia.

    Biarlah kasus ini menjadi pelajaran berharga bagi bangsa kita, terutama dunia pendidikan yang terperosok dan jauh dibelakang negara lain.

    Tuhan berilah ketenangan bagi Roh dan Jiwa David disisi Mu.

    Amin.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s