Pria Jepang Hidup 3 Bulan di Antariksa

Koichi Wakata
Koichi Wakata

Di ruang angkasa, astronot akan meminum air limbah dan air kencing mereka sendiri yang telah diproses menjadi benar-benar higienis dan layak dikonsumsi.

Pesawat ulang-alik NASA, Discovery, sudah lepas landas dengan mulus untuk menjalankan misi selama 13 hari di Stasiun Ruang Angkasa Internasional (ISS). Discovery yang berkecepatan pada kecepatan 17.500 mil per jam, akan berada di stasiun orbit yang terletak 360 km di atas Bumi.

Discovery diluncurkan dari Pusat Stasiun Luar Angkasa Internasional Kennedy, Cape Canaveral, Florida, Amerika  Serikat (AS), Minggu (15/3) pukul 20.43 waktu setempat, atau Senin pagi waktu Indonesia.  Discovery sudah harus meninggalkan stasiun sebelum pesawat luar angkasa Rusia Soyuz diluncurkan pada 26 Maret mendatang. Soyuz mengangkut kru-kru baru untuk Stasiun ISS. Pengusaha AS, Charles Simonyi, akan ikut bersama Soyuz.

Tujuh astronot, termasuk seorang warga Jepang, Koichi Wakata (45), akan hidup di ruang angkasa selama 3 bulan, menggantikan astronot AS, Sandy Magnus. Wakata adalah warga Jepang pertama yang tinggal di ruang angkasa dalam waktu lama.

“Lebih dari 20 tahun sejak Jepang memulai usahanya, berpartisipasi dalam program Stasiun Luar Angkasa Internasional. Untuk bisa melakukan berbagai percobaan, kita harus tinggal di sana untuk waktu yang lama. Saya sangat beruntung bisa berpartisipasi dalam rangka meng-utilisasi modul Kibo,” ujar Wakata sebelum terbang.

Selain Wakata, awak pesawat ini dikomandoi Lee Archambault (48), dipiloti Dominic “Tony” Antonelli (41), dan awak lainnya, yakni Steven Swanson (48), Joseph Acaba (41),  Richard Arnold (45), dan John Phillips (57).

Misi khusus Wakata adalah mengerjakan 16 eksperimen pesanan warga setempat, mulai dari siswa taman bermain sampai pria manula berusia 90 tahun. Ke-16 eksperimen itu, antara lain terbang di atas karpet, melipat pakaian, push-up, adu panco, dan mencoba menyemburkan cairan lewat sedotan. Tugas itu dipilih dari total 1.597 tantangan yang diajukan. “Karpet terbang adalah fantasi di Bumi, tapi bisakah manusia melakukannya di luar angkasa?” contoh bunyi tantangan itu seperti dirilis Badan Eksplorasi Antariksa Jepang (JAXA).

Wakata adalah bekas insinyur di Japan Airlines. Dia pernah bergabung dengan misi ulang alik NASA pada 1996 dan 2000. Dalam misinya yang pertama, ia dan rekannya menjadi astronot pertama yang mempraktikkan permainan di atas papan, GO, menggunakan peralatan pemainan yang khusus.

Tahun lalu NASA memakai salah satu komponen dari laboratorium Kibo, Jepang, yang diorbitkan ke stasiun luar angkasanya. Untuk diketahui, saat ini Jepang memiliki delapan astronot. Dua di antaranya perempuan. Mereka adalah Mamoru Mohri, Cahki Mukai, Takao Doi, Koichi Wakata, Soichi Noguchi, Satoshi Furukawa, Akihiko Hoshide, dan Naoko Yamazaki.

Pemurnian air kencing
Misi utama Discovery adalah membawa dan memasang panel solar keempat – dan yang terakhir – untuk memberi energi

Peluncuran Discovery
Peluncuran Discovery

tambahan, sehingga awak di ruang angkasa itu bisa ditambah menjadi 6 orang. Saat ini hanya tiga awak yang bisa berada di dalam ISS.

Perangkat solar baru tersebut juga akan memberi energi yang dibutuhkan untuk laboratorium yang saat ini dilekatkan di ISS. Misi penerbangan ulang alik ini akan dihentikan pada tahun 2010. Misi Discovery kali ini rencananya akan melibatkan 4 kali berjalan di ruang angkasa untuk memasang segmen penopang S6 dan peralatan solar.

Para astronot juga akan mengganti unit dalam sistem yang mengubah air seni dan air limbah lainnya menjadi air minum. Mesin seharga 250 juta dolar AS itu sempat dua kali mengalami gangguan. Penghuni ISS harus mendaur ulang air karena pesawat ulang-alik antariksa, yang memproduksi air sebagai produk sampingan sistem listrik mereka. Sebab, terlalu mahal bila harus membawa air sebanyak mungkin, karena para awak membutuhkan pesawat kargo tak berawak dari Bumi. Di sana juga terdapat freezer bersuhu minus 80 derajat Celsius untuk menyimpan makanan.

Misi lain Discovery adalah pergantian awak ISS, dan Discovery akan meninggalkan Koichi Wakata di ISS. Penerbangan Discovery ini merupakan penerbangan pesawat ulang alik yang ke 125, dan yang ke 28 untuk ISS, serta penerbangan Discovery yang ke 36.

Jika penopang S6 sudah dipasang, maka tiang utama ISS – yang menjadi pendukung solar, radiator, dan peralatan lain- akan mencapai panjang 102 meter.

Nasa mengatakan bahwa panel solar yang bernilai 300 juta dolar AS di ISS itu bisa menghasilkan energi setara dengan 120 kilowatt. Kapasitas itu bisa menghidupi 42 rumah seluas 2.800 kaki persegi. Dengan dipasangnya peralatan solar terakhir ini maka jumlah tenaga listrik yang tersedia bagi para ilmuwan di ISS berlipat dua, dari 15kW menjadi 30kW.

Diperlukan 8 penerbangan ulang alik lagi untuk menyelesaikan pembangunan stasiun dan mengisi peralatannya sebelum dihentikannya operasi pesawat ulang alik Tahun 2010. Nasa juga berencana untuk menambah satu misi penerbangan guna memperbaiki dan meningkatkan teleskop ruang angkasa Hubble.

Misi Discovery ini sempat tertunda selama sebulan karena para insinyur harus menyelidiki penyebab retaknya tabung bahan bakar dalam misi sebelumnya.(bbc/ap/afp/rtr)

Iklan

6 thoughts on “Pria Jepang Hidup 3 Bulan di Antariksa”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s