Payah, DPT Masih Bermasalah

Logo Pemilu 2009KOMISI Pemilihan Umum (KPU) memastikan Pemilihan Umum (Pemilu) Legislatif tetap akan digelar pada 9 April 2009. Artinya tinggal 16 hari lagi masyarakat Indonesia akan memilih wakil mereka di DPR, DPD, dan DPRD.

Menurut data resmi KPU, jumlah pemilih tetap pada pemilu kali ini sebanyak 171.068.667 orang, masing- masing 169.558.775 pemilih di dalam negeri dan 1.509.892 pemilih di luar negeri. Ternyata KPU dan KPUD tidak memiliki data valid mengenai angka-angka itu, kendati sudah dua kali merevisi Daftar Pemilih Tetap (DPT). DPT merupakan crucial point dari keberhasilan pemilu, tapi masih bermasalah hingga hari- hari jelang pemungutan suara.

Faktanya, setiap hari kami menerima informasi dari masyarakat, khususnya di Kepulauan Riau, yang mengeluhkan mengenai hal itu. Ada satu Kepala Keluarga mengaku alamat rumahnya digunakan oleh lebih dari 50 calon pemilih. Padahal penghuni rumahnya hanya lima orang. Persoalan hampir serupa terjadi dari Sabang sampai Merauke.

Kondisi tersebut ditambah banyak lagi persoalan lainnya, semakin mengkhawatirkan suksesnya pelaksanaan Pemilu 2009. Ibarat pesta, mungkin tetap bisa berlangsung meriah karena dihadiri banyak tamu. Tapi begitu pesta usai, banyak orang bersungut-sungut, atau bahkan marah, lantaran tidak kebagian makanan. Penyebabnya bisa lantaran ada banyak tamu tak diundang yang mendadak hadir pada hari “H”. Atau bisa juga mereka yang seharusnya diundang justru tidak mendapat undangan tapi tetap dianggap menghadiri pesta itu.

Gambaran itu bisa terjadi pada Pemilu 2009. Pesta demokrasi kali ini mungkin saja bisa berjalan sesuai jadwal yang sudah ditetapkan KPU, namun kualitasnya jelas meragukan. Buruknya kualitas penyelenggaraan sudah pasti berimbas langsung pada hasilnya. Para wakil rakyat yang keluar sebagai “pemenang” bisa saja meragukan secara kualitas. Bisa kita bayangkan, apa yang terjadi pada bangsa ini bila dipercayakan kepada orang-orang yang tidak kredibel? Itulah inti persoalannya.

Buruknya penyelenggaraan Pemilu 2009 bisa menimbulkan persoalan sangat serius di kemudian hari. Bisa persoalan hukum yang berlarut-larut hingga konflik antar pendukung parpol/caleg maupun caleg/parpol dengan KPU dan KPUD. Kita sudah belajar dari pemilihan kepala daerah (pilkada) di berbagai daerah yang bahkan sampai menimbulkan pertumpahan darah.

Saat ini saja sudah muncul protes demi protes dari masyarakat yang namanya tidak terdata dalam DPT maupun partai politik peserta Pemilu 2009. Di antaranya dilontarkan oleh Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto. Prabowo menduga ada penggelembungan DPT mencapai 25 persen atau sekitar 30 juta lebih. Dan dia menyayangkan adanya saling lempar tanggungjawab antara KPU dan KPUD.

Maka dari itu, dalam sisa waktu 16 hari ke depan ini, KPU dan KPUD harus segera membereskan masalah DPT ini. Jangan sampai KPU sebagai “panitia inti” pesta demokrasi menyimpan bom waktu yang bisa meledak sewaktu-waktu. Sungguh disesalkan karena semakin dekat hari “H” tapi persiapan Pemilu 2009 masih amburadul. Gawat…!!!! (*)

Iklan

3 thoughts on “Payah, DPT Masih Bermasalah”

  1. Tetangga gue kan ga kedaftar tuh dia ga dapet kartu pemilih,dia resah ntar ga bisa nyontreng,tapi malah tetangganya yang dah meninggal muncul kartu pemilihnya,trus dia disarankan nyontreng aja atas nama orang yang dah meninggal itu,dia bilang ga mau,ntar kebawa meninggal lagi.

    Suka

  2. DPT MENGGELEMBUNG = PEMILU BY DESIGN

    Kalau kita merenung agak sejenak, dalam waktu yang senggang, akan tergambar dalam layar ingatan kita, betapa jelas dan terang lukis kejanggalan penggelembungan Daftar Pemilih Tetap (DPT).

    Sebut saja Ali, Dia tetangga terdekatku. Rumah kita bersebelahan berbatas tembok setinggi 2 1/2 meter. Kami tinggal disebuah kota kecil. Ali, nama yang cukup terkenal di kampungku. Warga masyarakat mengenal Ali sebagai simpatisan partai politik. Ali sangat getol meneriakkan suara partainya. Dimanapun ia berada selalu berjalan gagah menjadi magnet pembicaraan orang.

    Begitu pula dalam penyusunan DPT. Ali bak magnet bagi pembuatnya. PPK menyebut 2 kali nama Ali. Ali masuk di DPT TPS 1 dan Ali DPT TPS 2.

    Dengan demikian tanpa harus melalui jalan yang berliku-liku, karena DPT ganda Ali bebas melampiaskan pilihannya. Dengan 10 jari Ali bisa mencontreng di 2 TPS berbeda.

    Inilah salah satu contoh kecurangan. KaLau sudah begini, akankah kita diam seribu basa seakan-akan tidak terjadi sesuatu??!!

    Pemilu Indonesia by design.

    sumber:http://asyiknyaduniakita.blogspot.com/

    Suka

  3. DPT MENJADI PERMASALAHAN YANG KRITIS UNTUK MENIMBULKAN KERICUHAN BERKELANJUTAN MENJADIKAN PEMILU YANG RAWAN, SUDAH DIJEJALI DENGAN BANYAKNYA PARTAI DITAMBAH LAGI DENGAN KETIDAK JELASANNYA JUMLAH DPT YANG DIBERIKAN.

    SUNGGUH IRONIS SAMPAI HARI INI SAJA BELUM ADA YANG TAHU DIRINYA SUDAH TERDAFTAR DI DPT ATAU BELUM TERDAFTAR DI DPT.

    MUDAH2AN SALAH DUGA , KALAU ANGGOTA KPU KERJANYA MENINJAU DI PERCETAKAN SAJA DAN DISTRIBUSINYA SERTA ADA KESAN KESENGAJAAN PEMBERITAHUAN DPT DI PEPETKAN WAKTUNYA, SUPAYA DENGAN MASALAH WAKTU YANG SEMPIT ITU DIANGGAP TAK BERDAYA/TUNTAS SELESAI SUDAH (TIDAK REPOT2 LAGI MENGOLAH DATA)

    BESARNYA GOLPUT BUKAN BERARTI TIDAK MENGIKUTI JALANNYA PEMILU TAPI DARI BANYAKNYA DPT YANG DOUBLE.

    KPU SEBAIKNYA MENYIKAPI SERIUS DENGAN PERHATIAN/PEDULI PRESIDEN MASALAH DPT.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s