Dua Jaksa Jual 343 Butir Ekstasi

Jaksa Agung Hendarman Supandji
Jaksa Agung Hendarman Supandji

JAKSA Agung Hendarman Supandji tampaknya tak kuasa menghadapi perilaku para anak buahnya di Kejaksaan Agung. Upayanya memperbaiki wajah korps Adhyaksa seperti membentur tembok beton yang sangat tebal, lantaran “kenakalan” para jaksa sudah di luar batas kewajaran dan seperti tak ada habisnya.

Citra lembaga penegak hukum itu kian hancur lebur menyusul tertangkapnya Jaksa Esther Thanak (40) dan Dara Veranita (37) lantaran terlibat kasus penjualan barang bukti berupa 343 butir pil ekstasi. Polda Metro Jaya telah menetapkan dua Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Jakarta Utara itu sebagai tersangka dan kini harus meringkuk di balik jeruji besi.

Ulah kedua jaksa tersebut tentu membuat Hendarman semakin kecewa.  Ancaman Hendarman bahwa dirinya tak akan segan-segan memecat jaksa yang terbukti melakukan perbuatan tercela dalam menangani kasus/perkara, tampaknya hanya dianggap angin lalu. Padahal, Hendarman bercita-cita menjadikan Kejaksaan Agung sebagai institusi yang profesional dan andal.

Apalagi yang harus dilakukan? Hendarman sudah menerapkan reward dan punishment. Mereka yang bekerja bagus diberikan penghargaan dan promosi. Sedangkan yang nakal diganjar hukuman.

Pengawasan melekat diterapkan, mulai dari pengawasan melekat dan pengawasan fungsional terhadap penanganan perkara-perkara teknis, mulai dari tingkat penyelidikan, penyidikan, prapenuntutan, penuntutan, hingga eksekusi. Hendarman bahkan mengancam mengumumkan para jaksa nakal kepada publik. Tampaknya itu semua menjadi percuma.

Peribahasa nila setitik merusak susu sebelanga, tampaknya tidak berlaku di institusi kejaksaan. Faktanya, bukan hanya nila setitik, tapi sudah sebaskom. Tengoklah fakta-fakta di lapangan. Ada berapa banyak jaksa yang “mencari penghasilan tambahan” dengan memanfaatkan status mereka? Kebiasaan memeras para calon tersangka maupun tersangka sudah menjadi rahasia umum. Jual beli keadilan pun sudah sangat jamak dipraktikan.

Silakan cek sendiri di Google dengan mengetikan kata “Jaksa Nakal”, Anda akan memperoleh sedikitnya 52 halaman terkait ulah tercela para jaksa.

Mudah-mudahan kerjasama Kejagung dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk sama-sama mengawasi kinerja para jaksa bisa membuat institusi itu membaik.(*)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s