Korps Adhyaksa Coreng Moreng

Hendarman dan Urip
Hendarman dan Urip

AIRMATA Jaksa Agung Hendarman Supandji bisa kering gara-gara kenakalan para anak buahnya yang membuat korps Adhyaksa coreng moreng.  Kasus penjualan barang bukti 343 butir pil ekstasi oleh Jaksa  Esther Thanak (40) dan Dara Veranita (37), dari Kejaksaan Negeri Jakarta Utara, semakin menghancurkan kredibilitas lembaga penegak hukum itu.

Kasus paling menyolok adalah yang melibatkan Jaksa Urip Tri Gunawan. Urip adalah ketua tim 35 yang mengusut kasus korupsi Bantuan Likuiditas Bank Indonesia Jilid II (BLBI II) terkait bos Bank Dagang Nasional Indonesia (BDNI) Sjamsul Nursalim alias Liem Tjoen Ho.

Jaksa yang memvonis mati trio Bom Bali Amrozi cs, itu tertangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Minggu 2 Maret 2008, ketika menerima suap senilai 660 ribu dolar AS (sekitar Rp 6 miliar) dari Artalyta Suryani. Dia menerima suap tersebut untuk menghentikan kasus BLBI II.

Kasus tersebut juga menyeret dua petinggi Kejaksaan Agung (Kejagung), yakni Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (JAM Pidsus)  Kemas Yahya Rahman dan Jaksa Agung Muda Prdata dan Tata Usaha Negara (JAM Datun) Untung Udji Santoso. Keduanya telah dicopot dari jabatannya akibat kasus tersebut.

Kasus kenakalan para jaksa nyaris tak terhitung banyaknya. Pada Februari 2008 silam, Majelis Kehormatan Jaksa (MJK) Kejaksaan Agung (Kejagung) telah memutuskan lima orang dari 13 orang jaksa yang telah melakukan pelanggaran dan kode etik jaksa. Mereka adalah jaksa DOP di Poso, Sulteng, yang terlibat  kasus ekstasi, Jaksa SW di Sumbar yang terlibat kasus penipuan, Jaksa TH dari NTT karena tidak masuk kerja selama tujuh bulan.  Kemudian Jaksa HS dari Karawang yang membawa tahanan tanpa pengawalan polisi, sehingga tahanannya kabur dan Jaksa SAF dari Timika, Papua karena desersi.

Kejagung juga telah menjatuhkan sanksi tingkat ringan kepada 20 karyawannya, terdiri dari dua petugas Tata Usaha dan 18 orang jaksa. Sementara untuk tingkat sedang, terdapat 19 orang dari pegawai Tata Usaha, dan 48 orang jaksa. Kemudian untuk tingkat berat 16 orang Tata Usaha dan 38 orang jaksa.

Di Kepri juga ada jaksa bermasalah. Pada 22 Juli 2008, tiga jaksa bermasalah di Kejari Batam dan Tanjungpinang dikenai sanksi penurunan pangkat.

Pada Maret 2006, di Jakarta, empat jaksa yang menangani tuntutan terhadap Hariono Agus Tjahyono terkait pengedaran 20 kilogram shabu-shabu, diberhentikan tidak hormat. Mereka adalah Danu A. Sebayang, pengkaji di Kejaksan Tinggi DKI Jakarta, Ferry Panjaitan (Kepala Seksi Pidana Umum Kejaksaan Negeri Ciamis), R. Jeffry Huwae (Kepala Seksi Upaya Hukum, Eksekusi, dan Eksaminasi Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta), dan A Mangontan, jaksa fungsional pada Kejaksaan Negeri Jakarta Barat.

Dari laporan Komisi Kejaksaan (KK), terhitung sejak Januari-Maret 2007 saja, jumlah jaksa bermasalah di DKI Jakarta mencapai 22 kasus.  Rata- rata para jaksa itu diduga menerima suap berupa uang dari pelaku tindak pidana atau perdata serta dengan sengaja menunda waktu persidangan. Jaksa EP di Medan, Sumatera Utara, menambah daftar borok Kejagung. Dia melakukan pemerasan terhadap pegawai di sebuah rumah sakit di Medan.

Kejagung juga coreng moreng lantaran dinilai tak mampu memenangkan kasus-kasus besar di pengadilan dan juga dalam proses penyidikan. Setidaknya ada dua kasus besar yang dihentikan penyidikannya oleh Kejagung belum lama ini, yaitu kasus dugaan korupsi penjualan dua kapal tanker raksasa dengan tersangka mantan menteri BUMN Laksamana Sukardi dan kasus dugaan korupsi BPPC yang melibatkan Tommy Suharto, putra kesayangan mantan Presiden Soeharto.

Menurut data Kejagung, tahun 2008 lembaga itu menangani lebih dari 2.000 perkara perdata dan hanya sepertiganya yang mengalami kekalahan. Sayangnya, kekalahan itu termasuk kasus-kasus perdata besar seperti kasus korupsi Yayasan Supersemar, tukar guling Bulog Goro, dan kasus PT Vista Bella.

Sementara di ranah pidana, lolosnya mantan Deputi V BIN Muchdi Purwopranjono dari dakwaan menjadi dalang pembunuhan pegiat HAM, Munir, menambah panjang daftar kekalahan Kejagung.(berbagai sumber)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s