Mempertanyakan Sikap KNKT

Sriwijaya Air
Sriwijaya Air

KOMITE Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) memutuskan tidak mengirim tim investigator untuk memeriksa kondisi pesawat Boeing 737-200 milik Sriwijaya Air yang mengalihkan pendaratan (divert) ke Bandara Hang Nadim Batam dari seharusnya mendarat di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng. Pesawat berangkat Senin ( 23/2/2009 ) pagi dari Bandara Raja Haji Fisabillilah Tanjungpinang.

Pilot pesawat tersebut terpaksa mengalihkan pendaratan ke bandara terdekat, lantaran setelah take off sekitar 8-10 menit, satu mesin di sebelah kiri mengalami kerusakan. Menurut KNKT, walaupun tidak mendarat di bandara yang dituju, pesawat tersebut bukan mendarat darurat (emergency landing) karena masih bisa mendarat mulus. Peristiwa itu juga ‘hanya’ insiden, bukan accident atau kecelakaan.

Kita mensyukuri pesawat tersebut berhasil mendarat mulus. Kendati sebagian penumpang mengalami trauma, tapi tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka. Namun, sikap KNKT yang menolak memeriksa kondisi pesawat itu menimbulkan pertanyaan.

Berdasar laporan pilot kepada petugas ATC Bandara Hang Nadim, pesawat harus didaratkan di Batam karena satu mesinnya mati di udara. Para penumpang pesawat itu juga mengaku mendengar bunyi ledakan pada mesin di sebelah kiri.

Itu menunjukkan bahwa pesawat tersebut sedang bermasalah secara teknis. Apalagi, setelah diperiksa tim engine dari Aero Nusantara Indonesia dan tim teknis internal Sriwijaya Air, mereka tidak menemukan adanya benda asing, misalnya burung, di dalam mesin pesawat itu. Bisa jadi kondisi mesin pesawat tidak benar-benar ‘sehat’ saat take off dari Tanjungpinang. Lantas mengapa KNKT tidak mau memeriksa pesawat itu untuk mencari tahu penyebabnya?

Bukankah tidak sebaiknya KNKT memeriksa dahulu kondisi pesawat itu. Di antaranya juga untuk mengetahui apakah perawatan pesawat tersebut telah dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku di bidang penerbangan.

Sikap KNKT berbeda saat menangani pesawat Boeing 737-300 milik Adam Air rute Jakarta-Makassar yang

Adam Air
Adam Air

nyasar ke Bandara Tambolaka di Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Februari 2006 silam. Pesawat itu juga tidak mengalami accident atau berhasil mendarat mulus di Bandara Tambolaka meski mengalami gangguan pada navigasinya. Untuk kasus ini KNKT tetap melakukan pemeriksaan secara serius.

Kami sama sekali tidak mencurigai sikap KNKT yang enggan memeriksa Sriwijaya Air. Namun, sebagai awam, kami memandang bahwa lembaga tersebut seolah memandang remeh persoalan. Padahal ini menyangkut keselamatan jiwa ratusan penumpang dan awak pesawat itu. Apa yang terjadi bila kemudian pesawat yang sama dioperasikan kembali  lantas mengalami kecelakaan? Siapa yang harus bertanggung jawab? Siapa yang musti disalahkan?

Barisan pertanyaan itu penting, lantaran tugas utama KNKT adalah menjamin keselamatan transportasi. KNKT juga bertanggungjawab mencegah terulangnya kejadian atau kecelakaan dengan penyebab yang sama (ini merupakan visi KNKT). Atau bahkan mencegah terjadinya kecelakaan transportasi, jika itu memungkinkan, dari sisi teknis ilmiah.

KNKT juga memiliki misi melaksanakan kegiatan investigasi dan penelitian yang meliputi analisis dan evaluasi sebab-sebab terjadinya kecelakaan transportasi, melaksanakan penyusunan rekomendasi sebagai bahan masukan bagi perumusan kebijakan keselamatan transportasi dan upaya pencegahan kecelakaan transportasi, dan melaksanakan penelitian penyebab kecelakaan transportasi, bekerja sama dengan organisasi profesi yang berkaitan dengan penelitian penyebab kecelakaan transportasi dalam rangka mewujudkan visi KNKT.

Melihat visi misi itu, maka bila ada insiden, sekalipun hanya insiden kecil, tidak semestinya diabaikan begitu saja. Bukankah lembaga tersebut dibentuk guna melindungi keselamatan para pengguna jasa transportasi?(*)

Iklan

2 thoughts on “Mempertanyakan Sikap KNKT”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s