Vox Populi Vox Dei

Logo Pemilu 2009PEMILU semakin dekat, namun faktor paling krusial, yakni Daftar Pemilih Tetap (DPT) di seluruh Indonesia masih amburadul. Bahkan muncul dugaan  ada pihak-pihak tertentu yang sengaja melakukan manipulasi terhadap DPT untuk keuntungan politik mereka.

Persoalan itu mencuat secara nasional setelah ditemukannya manipulai DPT saat Pilkada Jawa Timur, yakni di Sampang, Bangkalan, Trenggalek, Magetan, dan Ngawi. Rata-rata penggelembungan DPT tersebut mencapai 27 persen lebih.  Ternyata kasus serupa juga terjadi di Kepulauan Riau (Kepri) untuk Pemilu 2009. Kendati diketahui sebelum pemilu dilaksanakan, namun mengingat waktu yang sudah sangat mepet, dikhawatirkan persoalan itu tak akan terselesaikan hingga pelaksanaan pemilu pada 9 April 2009.

Di Batam, DPT justru melebihi jumlah penduduk, sebagaimana kasus yang ditemukan di Kelurahan Tanjung Pinggir, Sekupang. Menurut Lurah Tanjung Pinggir, jumlah penduduknya tidak mencapai 8.000 jiwa, sementara DPT mencapai 10.611 pemilih atau lebih banyak 2.611 orang. Itu pun tidak masuk akal karena tak mungkin di satu kelurahan semua penduduknya memiliki hak pilih. Misalnya di antara penduduk tersebut ada yang belum cukup umur.

Wakil Wali Kota Ria Saptarika yang selama ini berkonsentrasi pada program KTP SIAK, menyatakan sudah jauh-jauh hari menyampaikan adanya ketidaksinkronan jumlah penduduk dan DPT, kepada KPUD Batam. Ternyata peringatan Ria menjadi kenyataan di Tanjung Pinggir.

Sejumlah calon anggota legislatif (caleg) juga menemukan banyak pemilih ganda dengan nama, nomor induk, dan alamat sama persis. Di TPS 45 Tanjung Uncang, seorang caleg PDS menemukan 36 orang pemilih ganda. Sejumlah caleg meyakini kasus serupa juga ada di TPS lainnya.

Namun KPUD Kepri maupun Batam menyatakan mereka bukanlah pihak yang harus disalahkan dalam kasus tersebut. Karena KPU hanyalah user dari data kependudukan yang diserahkan oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil.  Menurut KPU, mereka bukan lembaga sensus. Ini seolah menyatakan bahwa yang patut disalahkan adalah pemerintah sebagai penyedia data. Padahal, KPU  sendiri telah melakukan validasi dan semestinya bisa menemukan adanya pemilih ganda.

Bila persoalan pemilih ganda dalam DPT tidak segera dibereskan oleh KPU selaku penyelenggara pemilu, maka dikhawatirkan merusak kualitas hasil Pemilu 2009. Apalagi bila ternyata ada praktik penggelembungan DPT sebagaimana terjadi pada Pilkada Jawa Timur. Praktik seperti itu jelas akan merusak bangunan demokrasi Indonesia. Di samping itu, penggelembungan jumlah pemilih termasuk pelanggaran pidana sebagaimana diatur dalam UU No 10/2008 tentang Pemilu.

Dengan demikian, KPU harus segera membereskan segala kekacauan tersebut untuk mencegah berbagai persoalan di kemudian hari dan juga untuk menghasilkan pemilihan umum yang berkualitas dengan output yang berkualitas. Anggota legislatif yang dihasilkan pun lebih berkualitas.

Sebaliknya, penyelenggaraan pemilu yang buruk disertai banyak kecurangan, akan menghasilkan para wakil rakyat yang tidak kredibel, bahkan berpotensi menjadi koruptor. Menambah panjang daftar koruptor dari lembaga legislatif. Sebagaimana kritik dari Ketua Pedoman Indonesia, Fadjroel Rachman, “Kalau DPT-nya busuk maka akan menghasilkan anggota DPR yang busuk juga.”

Camkan, proses demokasi bukan sekedar menyelenggarakan pemilu dan memilih wakil rakyat, tapi juga soal kepercayaan rakyat terhadap pemimpin yang mereka pilih. Jangan sampai hasil pemilu justru mengkhianati rakyat. Ingatlah  bahwa  vox populi vox dei atau suara rakyat adalah suara Tuhan. Karena itu, suara rakyat harus dihargai sebagai penyampai kehendak Ilahi.(*)

Iklan

One thought on “Vox Populi Vox Dei”

  1. Selamat Malam, Pak.
    Mohon diizinkan memakai gambar PEMILU 2009 kreasi bapak untuk ditampilkan di weblog kami

    ———-

    Silakan dipakai Pak… isi blog ini sifatnya open source…. semua boleh pake kalau perlu….

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s