Oknum Polisi-TNI Terlibat Narkoba

MAKIN banyak oknum polisi dan TNI berurusan dengan polisi karena terlibat kasus narkoba. Khusus di wilayah hukum Polda Kepri juga tak lepas dari kasus serupa. Khusus minggu ketiga Maret 2009, ada empat kasus narkoba terungkap dan dua di antaranya melibatkan seorang anggota  polisi dan seorang anggota TNI. Keduanya terlibat peredaran narkoba.

Bukan hal baru, namun tetap saja ironis. Karena sebagai aparat negara yang seharusnya memberantas kejahatan, termasuk narkoba, justru terjun langsung sebagai pemain utama. Jelas ini sangat berbahaya bagi bangsa ini.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Kepri Ajun Komisaris Besar Polisi Anggaria Lopis mengatakan bahwa trend kasus narkoba di wilayah Kepri cenderung meningkat. Pada minggu pertama Maret 2009, ada dua kasus narkoba di Tanjungpinang. Minggu kedua Maret  2009 ada 6 kasus dengan delapan tersangka.

Pada minggu ketiga Maret 2009, Sat Narkoba Polres Tanjungbalai Karimun  mengungkap tiga kasus narkoba dengan tersangka empat orang. Sedangkan penangkapan, Dit Res Narkoba Polda Kepri ada dua kasus dengan tersangka tiga orang. Sat Narkoba Poltabes Barelang mengungkap satu kasus dengan tersangka satu orang.

Kasus narkoba di Kepri termasuk tinggi dibanding daerah-daerah lain di Indonesia. Pulau Batam bahkan pernah memiliki pabrik narkoba jenis shabu-shabu, yang disinyalir terbesar di Indonesia. Pabrik haram itu akhirnya dibongkar oleh Mabes Polri pada Oktober 2007 silam.

Pada tahun 2007, ada 269 kasus narkoba di Kepri, masing-masing 120 kasus narkotika dan 149 kasus psikotropika. Sementara tahun 2008, meningkat menjadi 282 kasus, masing-masing 121 kasus narkotika dan 161 kasus psikotropika.

Menurut Badan Narkotika Nasional (BNN), narkoba mengakibatkan 40 orang meninggal setiap hari. Di Indonesia, kasus narkoba terus meningkat dalam lima tahun terakhir (2003-2008), melonjak dari 3.600 kasus menjadi 69.386 kasus. Jumlah itu bisa mengakibatkan kematian mencapai belasan ribu hingga puluhan ribu orang. Tersangka kasus narkoba pun meningkat enam kali lipat menjadi 31.655 orang. Padahal lima tahun lalu jumlah tersangkanya hanya 4.624 tersangka. Khusus periode Januari-Juni tahun 2008 saja, menurut data BNN, Direktorat IV Narkoba dan Badan Reserse dan Kriminal Polri berhasil mengungkap 7.378 kasus narkotika dan psikotropika dengan 9.711 tersangka.

Meningkatnya kasus narkoba di Indonesia, menurut BNN, bisa jadi lantaran ada oknum polisi maupun TNI menjadi beking para bandar narkoba. Para oknum aparat penegak hukum itu dibayar mahal oleh para bandar untuk melindungi bisnis narkoba mereka. Khusus di Kepri, disinyalir ada oknum polisi dan TNI  ikut menjemput para pemasok (penyelundup) narkoba di tengah laut untuk dibawa masuk ke wilayah ini. Sungguh disayangkan karena justru para pengabdi negara terlibat langsung dalam menghancurkan bangsanya sendiri hanya demi uang.

Di sini dibutuhkan peran aktif semua pihak. Khusus di lingkungan Polri dan TNI, tak mudah bagi institusi masing-masing untuk menanganinya sendiri. Butuh peran aktif keluarga masing-masing. Karena keluarga adalah benteng terakhir dari setiap negara dalam upaya berperang melawan narkoba. Dengan demikian, kita bisa secara bersama-sama berperang melawan sindikat narkoba yang bisa menghancurkan bangsa ini. (*)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s