Peneliti Muda NTU Susul David dan Zhou

  • Ditabrak Mobil saat Menyeberang Jalan

David Hartanto Widjaja, Zhou Zheng, dan Dr Hu Kunlun. Ketiga almarhum berasal dari fakultas EEE NTU, Singapura.
David Hartanto Widjaja, Zhou Zheng, dan Dr Hu Kunlun. Ketiga almarhum berasal dari fakultas EEE NTU, Singapura.

KURANG dari sebulan setelah kematian tragis David Hartanto Widjaja dan, Jumat (27/3) pagi, seorang peneliti Nanyang Techological University (NTU) Singapura, Dr Hu Kunlun (29) menyusul tewas tertabrak mobil. Apakah tiga kematian itu berkaitan?

Itu adalah kematian ketiga yang dialami warga School of Electrical and Electronic Engineering (EEE) NTU, tempat David menuntut ilmu dan Zhou menjadi asisten peneliti. Dr Hu Kunlun adalah peneliti muda yang baru setahun bekerja di NTU sebagai periset di Divisi Kontrol dan Instrumentasi EEE.

Pria asal Cina itu tewas tertabrak mobil saat berangkat kerja ke kampus NTU. Ketika itu dia sedang menyeberang jalan di Pioneer Road North menuju halte bus di seberang jalan. Bus 179 tujuan kampus NTU telah tiba di halte. Melihat kondisi jalan sudah aman, Hu pun bergegas menyeberangi jalan untuk naik ke bus itu.

Tiba di tengah jalan, tiba-tiba sebuah mobil menabraknya. Kepala Hu menghantam kaca depan mobil dan tubuhnya terlempar ke atap, lalu jatuh ke aspal. Darahnya berceceran di jalan. Hu sempat dilarikan ambulance ke rumah sakit National University Hospital, namun kemudian nyawanya tak tertolong. Dia dinyatakan tewas pada pukul 11.20 waktu setempat.

Menurut saksi mata, pengemudi mobil adalah seorang pria berusia 30-an tahun. Dia bersama seorang penumpang perempuan turun dari mobil untuk melihat kondisi Hu.

Kematian Hu hanya dijadikan berita pendek di harian Singapura, Straits Times. Namun menjadi isu hangat dan mendapat banyak respon di dunia maya. Berbagai situs berita dan blog memuat peristiwa tersebut. Hampir semua media cetak, online, dan blog di Cina serentak memberitakan mengenai kematian Hu.

Tidak sedikit komunitas dunia yang mengaitkan kematian Hu dengan dua kematian sebelumnya yang menimpa mahasiswa Indonesia David Hartanto Widjaja pada Jumat (2/3) pagi dan asisten peneliti asal Cina, Zhou Zheng, yang ditemukan gantung diri di apartemen kampus tersebut, Jumat (6/3) malam

Pihak NTU enggan berkomentar mengenai kematian Hu. Kepada Sunday Times, NTU menyatakan kematian Hu tidak ada kaitan dengan kematian David dan Zhou. Pihak keluarga Hu telah diberitahu mengenai kematian  pria asal Provinsi Jiangxi, Cina itu. Diperkirakan keluarganya tiba di Singapura hari ini, Selasa (31/3). Kepolisian Singapura masih menyelidiki kecelakaan tersebut.

Hartanto Widjaya menilai kematian Dr Hu  akibat kecelakaan lalu lintas sangat aneh. Menurut ayahanda David Hartanto Widjaja itu, sulit dipercaya kasus kematian tiga orang dari fakultas yang sama dalam kurun waktu kurang dari sebulan.

“Padahal di Singapura itu disiplinnya sangat tinggi. Jarang sekali ada orang tertabrak. Apalagi katanya dia tertabrak di trotoar,” kata Hartanto di Mabes Polri, Jakarta.

“Anak ini (Hu) jurusannya sama. Ini sangat aneh,” tambah dia. Hartanto berpendapat, meski pihak NTU mengatakan tiga peristiwa ini tak ada kaitannya, polisi tak boleh menelan mentah-mentah. “Menurut saya, polisi harus menyelidiki kejadian ini secara keseluruhan. Ada banyak kejanggalan,” tambah dia.

Sampai saat ini penyebab pasti kematian David dan Zhou belum diketahui. Kepolisian Singapura menutup rapat perkembangan penyelidikan, sampai-sampai keluarga David meminta kepolisian Indonesia ikut melakukan penyelidikan.

Hartanto telah menyampaikan laporan ke Mabes Polri, Senin ( 30/3/2009 ).  Intinya dia melaporkan bahwa anaknya bukan bunuh diri, melainkan dibunuh. “Anak saya dibilang nusuk, padahal anak saya yang meninggal dunia,”kata dia.

Hartanto kembali mempertanyakan adanya plester yang menempel di leher David. “Kalau dia bunuh diri harusnya mukanya hancur, padahal Tidak,” tambah Hartanto.

Pihak Kepolisian Singapura pernah menyatakan bahka luka di leher David kemungkinan terbentur beton saat terjatuh dari lantai 4 kampusnya. “Tidak mungkin kalau terbentur, kenapa hanya leher yang luka,” ungkap Hartanto. Dia juga heran, mengapa hasil autopsi belum juga keluar dengan alasan harus menunggu sebulan dari waktu kejadian. “Padahal satu sampai dua hari bisa dilakukan,” tambah dia.

Wakil Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol Sulistyo Ishaq memberikan jaminan tidak akan mendiamkan laporan orangtua David. “Untuk laporan orangtuanya itu akan disikapi polisi. Teknisnya bagaimana, nanti ada caranya. Laporan ini akan dipelajari dulu, karena locus delicti-nya bukan di Indonesia,” kata Brigjen Sulistyo Ishaq.

David tewas setelah terjatuh dari lantai 4 gedung kampusnya, Senin 2 Maret 2009. Media Singapura melaporkan bahwa David menusuk pembimbing tugas akhirnya, Prof Chan Kap Luk (45), kemudian bunuh diri. (*)

Iklan

3 thoughts on “Peneliti Muda NTU Susul David dan Zhou”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s