Jangan Koyak Tanah Papua

PAPUA terus dilanda ketegangan dan aksi kekerasan dengan ekskalasi yang terus meningkat. Pembunuhan, kerusuhan, penyerangan kantor polisi, peledakan bom, kaburnya puluhan tahanan politik dari rumah tahanan, dan terakhir baku tembak  yang menewaskan seorang anggota Brimob serta melukai enam lainnya.

Peristiwa terakhir terjadi setelah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Panglima TNI Djoko Santoso, dan Kapolri Bambang Hendarso Danuri menyatakan pemerintah sudah berhasil mengendalikan situasi keamanan di Papua.

Sejak awal tuduhan sudah langsung diarahkan kepada kelompok separatis. Penglima TNI dan unsur kepolisian di Papua, baik secara tegas maupun samar-samar, menyatakan berbagai aksi kekerasan yang terjadi sejak 8 April 2009, adalah ulah Organisasi Papua Merdeka (OPM). Kendati Kapolri Bambang Hendarso belum berani menyatakan secara terbuka kelompok tersebut berada di belakang berbagai aksi tersebut.

Ketua Majelis Rakyat Papua (MRP) Agus Alua telah mengingatkan semua pihak untuk tidak menjadikan OPM sebagai kambing hitam. Menurut dia, berbagai kasus kekerasan yang terjadi hanyalah kriminal biasa dan tidak ada sangkut pautnya dengan dengan OPM.

Patut kita khawatirkan bersama adalah berbagai aksi kekerasan di Papua terjadi ketika negeri ini sedang menjalankan proses demokrasi melalui pemilihan umum. Itu terjadi ketika perhatian semua pihak tertuju pada berbagai isu politik, sehingga sangat memungkinkan konsentrasi pemerintah sedang terpecah. Jelas ini sangat berbahaya karena berbagai pihak bisa memanfaatkan peluang  tersebut.

Dalam kondisi seperti ini, sangat diharapkan pemerintah tetap fokus menjalankan roda pemerintahan, termasuk menjaga keamanan negara, dari pusat sampai ke daerah. Panglima TNI dan Mabes Polri maupun badan intelijen negara harus bisa meneliti kasus ini untuk mamastikan apakah berbagai kasus kekerasan tersebut memiliki keterkaitan dan apakah betul OPM berada di balik semuanya.

Sebagaimana peringatan dari Ketua MRP, jangan sampai kita hanya mencari kambing hitam, sementara aktor yang sesungguhnya dibiarkan bebas dan sewaktu-waktu bisa kembali menjalankan aksinya. Kalau pun yang melakukan berbagai aksi tersebut adalah kelompok separatis, sangat diharapkan pemerintah tidak melakukan tindakan represif yang bisa menelan banyak korban jiwa.

Upaya pencegahan dengan cara persuasif harus tetap dikedepankan. Pemerintah harus mampu merangkul kalangan, termasuk OPM. Diplomasi melalui jalur internasional perlu diintensifkan, apalagi di masa-masa kritis seperti saat ini. Di sisi lain, kita tidak boleh bersikap naif dan selalu menuduh OPM berada di balik setiap aksi kekerasan yang terjadi di sana. Menuduh sekonyong-konyong, apalagi sengaja merekayasa konflik, justru akan semakin mengoyak ketentraman orang Papua.

Di samping itu, pemerintah pusat harus mampu merangkul semua komponen masyarakat di Papua. Jangan biarkan pemikiran mengenai Indonesia sebagai kolonial di Tanah Papua terus tumbuh dan berkembang biak di kalangan masyarakat Papua. Hentikan tindakan represif menggunakan kekuatan militer. Ganti dengan pelayanan yang bisa memberikan mereka kesejahteraan dan kesetaraan seperti saudara mereka di wilayah lain Indonesia.

Menggelontorkan dana belasan triliun rupiah ke Papua bukan jalan keluar satu-satunya untuk mencegah daerah kaya raya itu melepaskan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Percuma mengalirkan banyak rupiah, bila masyarakat tidak menikmati apa-apa dan tetap hidup dalam kemiskinan di tengah kekayaan alamnya yang melimpah.(*)

Iklan

2 thoughts on “Jangan Koyak Tanah Papua”

  1. Papua memang geografisnya sangat sulit terjangkau,tetapi nanti kalo udah direbut orang lain baru jalan apapun akan pemerintah ambil,walaupun sudah terlambat,aku harap papua tetap kokoh di NKRI

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s