Ayo Melancong ke Batam Digital Island

Jembatan Barelang Batam
Jembatan Barelang Batam

SUDAH hampir tujuh tahun saya tinggal di Kota Batam. Sepertinya setiap hari selalu ada yang berubah di Batam. Dalam waktu yang cukup singkat itu, saya merasakan denyut pertumbuhan yang sangat cepat. Terutama dalam sektor ekonomi. Pusat-pusat bisnis berkembang pesat. Sektor-sektor jasa, hiburan, pariwisata, dan sebagainya terus bertambah dan semakin bertambah.

Batam merupakan kota yang penuh persaingan. Semua orang bergerak cepat. Mungkin dipengaruhi oleh masyarakatnya yang majemuk dan sangat dinamis. Semua suku dari berbagai pelosok Nusantara maupun suku bangsa dari berbagai belahan dunia, berbaur dalam denyut kehidupan yang luar biasa dinamis.

Apalagi Batam sangat dekat dengan Singapura dan Malaysia. Dengan menumpang verry cepat, tak sampai sejam sudah sampai di Singapura. Demikian pula ke Malaysia. Juga terletak dekat Selat Malaka yang merupakan jalur pelayaran internasional. Itulah beberapa faktor penunjang cepatnya pertumbuhan ekonomi Kota Batam.

Cepatnya pertumbuhan Batam ditarik oleh sektor industri manufaktur sebagai lokomotif. Ratusan perusahaan asing tersebar di berbagai kawasan industri dan menyerap ratusan ribu pekerja. Sebut saja kawasan Industri Mukakuning. Di sana terdapat dua kawasan industri besar, yakni Kawasan Industri Batamindo dan Panbil Industrial Estate.

Kendati saat ini dunia sedang dilanda resesi ekonomi, namun banyak orang (termasuk saya) yakin perekonomian Batam

Patung Dewi Kwan Im di KTM Resort, Tanjungpinggir
Patung Dewi Kwan Im di KTM Resort, Tanjungpinggir

akan tetap menggeliat. Sekarang mungkin agak lesu, namun akan segera bangkit dan berlari kencang, begitu masa resesi ini berlalu. Apalagi dengan dukungan fasilitas khusus dari pemerintah pusat berupa free trade zone (FTZ) atau kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas yang mulai berlaku efektif sejak 1 April 2009. Ini merupakan kemudahan bagi kalangan pengusaha dalam hal kepabeanan dan perpajakan.

Oh ya, seringkali orang di luar sana hanya melihat Batam pusat industri manufaktur. Sehingga mereka mengira pulau berbentuk kalajengking seluas 715 km2 (termasuk Pulau Rempang dan Galang) ini isinya hanya kawasan industri dan pabrik. Tapi ketika tiba di Batam, mereka baru tahu ternyata Batam juga cocok sebagai kota tujuan wisata yang layak dikunjungi.

Sebut saja Jembatan Barelang yang menghubungkan Pulau Batam dengan Rempang, Galang, dan beberapa pulau lainnya. Jembatan ini sudah cukup terkenal, sehingga rasanya ada yang kurang bila ke Batam tanpa singgah di Jembatan Barelang. Dari jembatan Barelang, kita bisa terus ke bekas Camp Pengungsi Vietnam di Pulau Galang. Itulah situs bersejarah peninggalan pengungsi Vietnam yang disulap menjadi objek wisata oleh Otorita Batam bersama Pemerintah Kota Batam. Tak seberapa jauh dari Camp Pengungsi Vietnam ada Pantai Melayu yang lumayan indah untuk berenang.

Hanya saja Jembatan Barelang dan Camp Pengungsi Vietnam perlu pembenahan lagi. Di kawasan Jembatan Barelang perlu dipercantik lagi. Lapak-lapak para penjual makanan ringan dan minuman perlu dirapikan supaya lebih cantik. Dan Camp Pengungsi Vietnam di Galang pun perlu diperbaiki sejumlah fasilitas yang ada. Saya sudah menuliskan kondisi Camp Pengungsi Vietnam di artikel lain pada blog ini. Menurut beberapa petinggi di Pemko Batam, dua kawasan itu memang sedang dalam pembenahan untuk mensukseskan Visit Batam 2010.

Komedi putar di Mega Wisata Ocarina Batam Centre. Permainan ini dibangun persis di bibir pantai.
Komedi putar di Mega Wisata Ocarina Batam Centre. Permainan ini dibangun persis di bibir pantai.

Selain itu, di Batam Centre, dekat pusat pemerintahan Kota Batam, telah dibangun Mega Wisata Ocarina yang menyediakan sekitar 30 objek wisata yang bisa dinikmati para pengunjung. Cukup komplit, mulai dari entertaiment island, kekayaan budaya, seni, makanan nusantara, dan sederet objek menarik lainnya. Sebagian orang menyebut Ocarina sebagai Ancol-nya Batam.

Fasilitas penunjang pariwisata di Batam tak kalah hebat dibanding kota-kota wisata lainnya di Indonesia. Hotel dan resort berbintang empat, bintang tiga, hingga hotel melati bertebaran di seantero Batam. Di kawasan bisnis Jodoh dan Nagoya paling banyak hotel. Sebut saja Hotel Novotel, Planet Holiday, Harmoni, Pacific, Panorama Regency, Goodway, Mercure, I Hotel, Vista, dan sebagainya.

Resort-resort di Batam pun terbilang eksotis. Di kawasan Nongsa terdapat sejumlah resort mewah. Sebut saja Batam View Resort, Palm Spring, Turi Beach, Purajaya, Nongsa Point Marina, dan sebagainya. Di sisi lain pulau itu, misalnya di Sekupang, ada beberapa resort bagus. Misalnya Harris Resort dan KTM Resort yang terkenal dengan Patung Dewi Kwan Im setinggi 25 meter. Dan masih banyak lagi resort eksotis di Batam. Jangan lupa juga, vihara terbesar di Asia Tenggara adanya di Batam, yakni Vihara Duta Maitreya di kawasan Sungai Panas.

Batam juga merupakan destinasi wisata golf. Kota ini memiliki banyak lapangan golf bertaraf internasional. Sebut saja Palm Spring Golf, Puri Indah, Tering Bay, Southlink, Sukajadi, dan sebagainya. Bahkan ada tempat yang disediakan khusus untuk latihan golf, yakni Kongkow di Batam Centre.

Batam juga dikenal dengan wisata belanja. Mal di Batam seabreg-abreg. Mulai dari Mega Mall, Nagoya Hill, BCS Mall,

Gereja Katolik di eks Camp Pengungsi Vietnam
Gereja Katolik di eks Camp Pengungsi Vietnam

Top 100 Penuin, Top 100 Jodoh, dan sebagainya. Kalangan artis ibukota pun sering datang berbelanja di Batam, terutama belanja handphone. Pusatnya di Lucky Plaza, Nagoya. Selain belanja handphone, ada yang mencari alat-alat elektronik lainnya hingga parfum, jam tangan, kamera digital, aneka tas, dan sebagainya.

Satu hal lagi yang membuat Batam selangkah lebih maju dibandingkan kota-kota lain di Indonesia adalah kota ini menyediakan taman internet gratis di beberapa titik, seperti di Taman Engku Putri Batam Centre, di Sekupang, dan di Batu Aji. Kita cukup bawa laptop dan berselancar sepuasnya di taman-taman yang menyediakan layanan hot spot gratis tersebut. Menurut rencana, lokasi hot spot akan terus ditambah sehingga suatu ketika, orang bisa terkoneksi internet di hampir seluruh wilayah Batam.

Selain yang gratisan dan disediakan oleh Pemerintah Kota Batam, sesungguhnya hampir di seluruh kota Batam sudah terdapat hot spot. Hampir semua hotel, mal-mal, dan cafe-cafe juga menyediakan hot spot. Tentu itu bagi mereka yang memanfaatkan fasilitas di tempat-tempat tersebut. Sekolah-sekolah dan kampus-kampus juga menyediakan layanan hot spot. Itulah sebabnya Batam kini semakin dikenal sebagai Batam Digital Island atau kira-kira Batam Pulau Digital.

Sejumlah kapal pesiar diparkir di dermaga Nongsa Point Marina, Nongsa (eddy)
Sejumlah kapal pesiar diparkir di dermaga Nongsa Point Marina, Nongsa

Oh ya, ketika pertama kali menginjak Batam, beberapa teman memberikan saya plesetan singkatan kata “BATAM”, yakni Begitu Anda Tiba Amoi Menanti dan Bila Anda Tabah Anda Menang. Tapi menurut saya, dengan berbagai upaya yang serius dari berbagai kalangan, mulai dari pemerintah, pengusaha, dan masyarakat, dua plesetan itu layak diganti menjadi BATAM: Berbudaya Agamis Tertib Asri Menyenangkan.

Apalagi Pemerintah Kota Batam sudah mencanangkan Visit Batam 2010 atau tahun kunjungan wisata Batam 2010. Dengan berbagai fasilitas yang sudah ada, rasanya tak sulit bagi Batam untuk mendulang turis, baik domestik maupun mancanegara. Mudah-mudahan itu tercapai sehingga Batam semakin bisa berperan sebagai kota tujuan wisata utama di Indonesia yang mampu menarik wisatawan mancanegara.(*)

Iklan

One thought on “Ayo Melancong ke Batam Digital Island”

  1. Lam kenal…
    thanks for u info,sgt bermanfaat mengingat dlm seminggu kedepan sy akan berkunjung ke batam. Maukah anda mjd guide kami?

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s