Ada Apa antara Taufik-Mega?

Taufik, Mega, dan SBY
Taufik, Mega, dan SBY

TAUFIK Kiemas mendadak sakit ketika pasangan Megawati Soekarnoputri dan Prabowo Subianto (Mega-Pro) akan mendeklarasikan diri sebagai calon presiden dan calon wakil presiden. Padahal, kita tahu bahwa saat-saat terakhir sebelum sakit, santer beredar kabar bahwa sang “power broker” itu akan dipertemukan dengan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Juga ada kabar SBY telah mendekati Puan Maharani, putri dari Taufik Kiemas dan Megawati.

Koalisi antara Partai Demokrat dan PDI-P (yang sejak lama berseberangan),  nyaris terbentuk, menyusul bolak-baliknya Hatta Rajasa (sesama wong kito dg Taufik)  sebagai utusan SBY untuk menemui para petinggi PDI-P.

Taufiq mendadak jatuh sakit pada Rabu (13/5/2009) pukul 14.00 WIB.  Dia langsung dilarikan ke Rumah Sakit MMC, dimasukan ke kamar 301 rumah sakit tersebut. Ketika itu, konon Megawati bersama sejumlah petinggi PDI-P, antara lain Puan Maharani, Tjahjo Kumolo, Pramono Anung, Theo Syafei, dan Sabam Sirait sudah sepakat denganHasyim Hadikusumo, adik Prabowo, dan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Muchdi Pr, untuk  menduetkan Mega-Prabowo.

Menurut rencana, setelah pembicaraan tersebut, PDIP-Gerinda akan mempertemukan Taufik Kiemas dengan Prabowo.  Pertemuan ini untuk mematangkan pertemuan sebelumnya. Pertemuan ini batal lantaran Taufik mendadak sakit. Mungkin ini juga menjadi satu sebab, mengapa deklarasi Mega-Pro tertunda-tunda hingga menit-menit terakhir.

Kita tentu masih ingat pernyataan Taufik mengenai koalisi PDIP-Gerindra, terutama soal cawapres Prabowo untuk capres Megawati. Taufik bilang, “Itu sudah masa lalu.” Ucapan Taufik mengacu pada kelanjutan menduetkan Mega-Prabowo. Apalagi Prabowo ngotot jadi calon presiden dan Mega sebagai cawapres. Sementara sebagian besar petinggi PDIP ngotot Mega harus tetap sebagai capres. Sikap Mega sendiri juga demikian. Para pengamat bahkan “membaca” bahwa Mega meruakan batusandungan koalisi PDIP-Demokrat. Tampaknya Mega konsisten pada sikapnya yg enggan “berdamai” dengan SBY.

Padahal, saat itu koalisi PDIP-Demokrat rasanya tinggal menunggu anggukan kepala Mega. Para politisi, pengamat politik, dan media massa ramai-ramai mengulas mengenai koalisi PDIP-Demokrat. Beberapa pengamat mengandaikan koalisi itu sebagai “kawin paksa”, mengingat hubungan Mega-SBY yang tidak akur sejak SBY mencalonkan diri sebagai capres tahun 2004 silam yang kemudian memenangkan Pilpres 2004.

Gagalnya koalisi PDIP-Demokrat dan nyaris deklarasi Mega-Pro, terjadi bersamaan dengan jatuh sakitnya Taufik.  Muncul dugaan terjadi perbedaan pendapat sangat tajam antara Taufik dan Mega yang juga suami-istri. Terbaca bahwa Taufik ingin merapat ke Demokrat dan SBY, karena menginginkan PDIP tidak lagi sebagai oposisi. Bahwa Taufik ingin membawa PDIP ke dalam lingkaran kekuasaan, mengingat hasil Pemilu 2009 berpihak kepada Demokrat dan SBY.

Sebagian ahli/pengamat, membaca pikiran Taufik, “it’s now or never”, sekarang atau tidak sama sekali masuk lingkaran kekuasaan. Bila tidak gabung ke Demokrat, PDIP akan tetap berada di luar kekuasaan. Perhitungannya, nilai jual Megawati yang sudah susut, sebaliknya berbagai survei mengunggulkan SBY di tempat teratas bakal memenangkan Pilpres 2009.

Berbagung dengan Demokrat dan SBY adalah pilihan paling realistis agar bisa masuk lingkaran kekuasaan.  Apalagi, konon kabarnya SBY menawarkan kursi cawapres bagi Taufik bila “koalisi raksasa” itu terwujud.  Tapi Mega menolak. Mega juga menolak tawaran 6 kursi menteri bagi PDIP. Akhirnya SBY memilih Gubernur BI Boediono sebagai cawapres.

Adakah “keributan kecil” sebelum Taufik jatuh sakit? Apakah sakitnya Ketua Dewan Pertimbangan Pusat PDIP itu terkait panasnya suhu politik akhir-akhir ini? Entahlah…. (*)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s