Apa Lagi Usai WOC-CTI?

DENGAN segala keterbatasan yang dimiliki, Sulawesi Utara berhasil menjadi tuan rumah yang baik bagi penyelenggaraan World Ocean Conference (WOC) dan Coral Triangle Initiative (CTI) Summit di Manado, 11-15 Mei 2009. Tanpa melupakan jasa pemerintah pusat dan pihak lainnya, keberhasilan ini merupakan sebuah kebanggaan bagi seluruh elemen di Sulut dan Manado, mulai dari pemerintah provinsi, para bupati/wali kota, tak terkecuali masyarakat Sulut.

Sebuah kebanggaan karena para tamu pergi meninggalkan Sulut dengan aneka kepuasan. Puas karena telah menghasilkan keputusan-keputusan yang melahirkan Manado Ocean Declaration, puas karena keputusan- keputusan yang dihasilkan merupakan agenda penyelematan kehidupan global dari ancaman pemanasan global, dan puas karena tidak ada gangguan berarti selama mengikuti konferensi kelas internasional itu di Manado.

Para peserta dari puluhan negara di seluruh dunia tidak ragu mengungkapkan kepuasan yang mereka rasakan. Kesan indah dan penerimaan yang ramah selama lima sampai enam hari berada di Manado, akan menjadi pesan positif bagi miliaran manusia di seluruh dunia.

Nama Manado akan terus berdengung selagi isu pemanasan global terus bergulir. Nama “Manado” akan terus terbawa ke mana pun karena Manado Ocean Declaration akan selalu terucap setiap kali para pemimpin dan pakar lingkungan berbicara mengenai isu lingkungan hidup, terutama menyangkut pelestarian laut. Nama Manado juga telah masuk agenda penting di badan dunia, Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB).

Masyarakat Sulut pun meraih harga dari sikap manis mereka selama kegiatan itu berlangsung. Secara ekonomi, banyak pemasukan yang kita terima dan nikmati. Omzet restoran, hotel, dan bisnis jasa lainnya melonjak hingga sekian persen. Berbagai fasilitas umum yang dibangun untuk menunjang kegiatan level internasional tersebut, masih bisa kita nikmati untuk jangka panjang. Beberapa ruas jalan umum menjadi lebih luas, jumlah hotel bertambah, wajah kota menjadi lebih indah dan asri, dan sebagainya.

Tapi kita tidak boleh berpuas hati atas apa yang sudah dicapai. Kesuksesan tersebut baru awal. Lantas, setelah itu, apa lagi yang harus kita lakukan agar Provinsi Sulut tetap berdenyut kencang? Yang pasti, sikap positif dan kooperatif yang sudah ada, harus tetap dipertahankan. Selanjutnya kita sudah harus memikirkan langkah-langkah selanjutnya agar Manado semakin layak dipertimbangkan sebagai tuan rumah dari even- even skala global.

Saatnya kita semakin bekerja keras menjadikan Manado sebagai kota MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition). Ini agar kamar-kamar hotel yang semakin banyak tidak kosong melompong tanpa penginap. Supaya sektor-sektor jasa lainnya di kota ini semakin bertumbuh, denyut nadi perekonomian daerah ini semakin kencang. Semua akan berujung pada peningkatan dan pemerataan kesejahteraan bagi masyarakat.

Untuk ke depan, kita sangat membutuhkan para pemimpin di semua level memiliki visi jauh ke depan. Gubernur Sulut Sinyo Harry Sarundajang sudah memberikan contoh pemimpin visioner melalui ide menggelar WOC-CTI Summit. Siapa lagi pemimpin berikutnya, terutama di level kabupaten/kota, yang juga memiliki visi serupa atau bahkan lebih hebat? Kami menunggu gebrakan mereka.(*)

Iklan

One thought on “Apa Lagi Usai WOC-CTI?”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s