David Hartanto dan Manohara Pinot

David Hartanto dan Manohara Pinot
David Hartanto dan Manohara Pinot

DUA kasus yang sama-sama berhubungan dengan dua negara tetangga: Singapura dan Malaysia. Pertama kasus kematian misterius David Hartanto Widjaja di Singapura. Kedua, kasus penganiayaan dan penyiksaan model cantik Manohara Odelia Pinot di Kesultanan Kelantan, Malaysia.

David tewas mengenaskan di kampus Nanyang Technological University (NTU), Singapura. Mahasiswa cerdas yang pernah berjasa bagi Indonesia di ajang olimpiade fisika itu tewas mengenaskan. Padahal dia hampir menyelesaikan sebuah penelitian yang oleh berbagai kalangan dianggap sebuah temuan cemerlang. Hingga kini pengungkapan kasus kematian David terseok-seok. Dukungan dari Pemerintah Indonesia sangat minim. Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Singapura hanya sekadar mengantar keluarga korban ke sana dan kemari. Yah, mereka sekadar penghubung dan guide.

Manohara, mengalami penyiksaan hingga tubuhnya disilet-silet oleh suaminya Tengku M Fakhry. Setidaknya menurut penuturan ibunya selama beberapa bulan terakhir serta pengakuan Manohara sendiri setelah berhasil kabur ketika di Singapura dan kembali ke Indonesia. Itu pun berkat bantuan FBI, Kedutaan Besar Amerika Serikat di Singapura, dan Kepolisian Singapura.

Sekitar dua bulan lamanya, sang ibu, Daisy Fajarina, harus ke sana-kemari meminta bantuan dan dukungan Pemerintah Indonesia dan Kepolisian RI. Pihak Kedutaan Besar RI di Malaysia juga sudah dimintai tolong. Tanggapannya adem ayem. Bahkan, pernah Dubes RI di Malaysia (menurut Manohara) menyatakan bahwa Manohara baik-baik saja dan itu adalah urusan rumah tangga yang tidak bisa dicampuri oleh negara.

Kemarin malam, dari Korea Selatan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan bahwa kasus Manohara bukan sekadar entertainment, tapi juga kasus rumah tangga dan terkait masalah hubungan dua negara. Berikut pernyataan Presiden SBY kepada wartawan:

“Sebagai kepala negara, saya punya kepentingan karena dia warga negara. Tapi kita harus tahu dengan jelas, mana yang rumah tangga dan keluarga, dan mana yang domain negara. Jadi kita tidak akan gegabah untuk menindaklanjutinya,”kata Presiden SBY.

Baiklah kalau begitu. Perhatikan kalimat itu baik-baik, kemudian mari kita membahas soal kasus kematian David di Singapura. Sudah jelas David adalah warga negara Indonesia. Dia adalah duta bangsa yang sedang menimba ilmu di Singapura. Dia juga pernah mewakili Indonesia tercinta dalam bidang sains di luar negeri. Tapi ketika dia tewas, apa yang dilakukan negara (pemerintah) untuk rakyatnya?

Silakan tanya sendiri kepada keluarga David. Mereka ada di Indonesia dan bisa langsung menanyakan kepada mereka. Pers juga memiliki banyak bukti soal ini. Bukankah keluarga David sudah bolak-balik melapor ke Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia tapi tidak mendapat tanggapan berarti? Ketika itu polisi menyatakan kasus David merupakan urusan Kepolisian Singapura.

Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak, Seto Mulyadi pernah mendesak KBRI dan Polri turun tangan. Alasan Kak Seto, David pernah mengharumkan bangsa, seharusnya kematiannya yang tak wajar jadi perhatian pemerintah.  “KBRI dan Polri janganlah lepas tangan. Saya sendiri bahkan minta dilibatkan,” kata Kak Seto. Faktanya? Nihil…!

Sampai sekarang pun, keluarga dan orang-orang yang peduli pada almarhum David harus patungan mengumpulkan uang untuk membayar detektif swasta dan pengacara mahal di Singapura. Mereka sudah menghabiskan dana miliaran rupiah. Semuanya usaha sendir

Pernah suatu ketika, Ketua tim verifikasi kematian David, Iwan Piliang, meminta Presiden SBY turun tangan. “Waktu kejadian penculikan Rasya (anak kecil yang diculik), Pak Presiden turun tangan, seharusnya David juga perlu,” kata Iwan di sebuah restoran di kawasan Matraman, Jakarta, Senin 13 April 2009.  Faktanya sampai sekarang Presiden belum pernah berkomentar mengenai kasus ini. Berbeda dengan kasus Manohara yang langsung mendapat tanggapan setelah menjadi berita besar di berbagai media massa.

Belum lagi kasus penyiksaan hingga pembunuhan terhadap para Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di luar negeri. Kasus TKI sudah jelas merupakan urusan negara. Apalagi mereka jelas-jelas kita beri gelar sebagai “pahlawan devisa”. Dan memegang pernyataan Presiden SBY di atas, sebagai warga negara Indonesia, mestinya mereka juga merupakan “kepentingan kepala negara” dan harus dibela. Silakan tengok fakta- fakta yang terjadi selama ini. Ada yang pulang dalam kondisi tak bernyawa dan ada yang hanya namanya saja yang sampai, jenazahnya entah di mana… siapa peduli?

Kita bisa berkelit dan bersilat lidah bahwa kita sudah membantu para korban. Tapi fakta tetap saja fakta. Mudah bagi aparat pemerintah untuk memutarbalikkan fakta, tapi mereka juga bisa menilai sendiri sejauhmana mereka telah membela rakyatnya di luar negeri. Yang terjadi malah mereka diperas oleh aparat ketika kembali ke Tanah Air. Sudah tenaganya diperas oleh para majikannya di luar negeri, sekembalinya ke Indonesia pun masih mengalami aneka ragam pemerasan. Coba tanyakan kepada para TKI ketika pulang ke Tanah Air…. (*)

Iklan

5 thoughts on “David Hartanto dan Manohara Pinot”

  1. Aq ragu kisah manohara itu direkayasa oleh pihak manohara sendiri…
    mungkin karena manohara belum siap jadi istri …
    buktinya hasil visum dan pemeriksaan tidak dilanjutkan…
    salah sendiri kenapa mau menikah kalau belum siap..
    kalau masalah David kenapa tidak mendapat tanggapan serius padahal itu udah masalah nyawa!!sedangkan mano hanya masalah kekerasan yang belum terbukti???
    aq yakin ada hubungannya masalah agama yang dianut..

    Suka

  2. mungkinkah unsur ‘etnis’ dan segi ‘money power’ meng influence speed pertolongan dari pihak Indonesia (kelihatannya sih begitu)… Kemana Pancasila yg selama ini seharusnya menjadi dasar negara??

    Suka

  3. be positif thinkinglah…ada warga negara minta tlg…penuhi haknya .tolonglah dulu …semaksimal mgk

    soal manohara jd artis sinetron…setiap org perlu makan & kesejahteraan. klo dinilai itus ebagai kesempatan ya why not. keluarga manohara adl single parent dan be positif aja…mano adl anak baik yg tdk mau menyia2kan kesempatan demi kesejahtaraan keluarganya ..bkn berarti dia jd artis trus dia punya masalah tdk dibantu kan….

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s