Menghukum Prita Demi Apa?

Prita Mulyasari memangku kedua anaknya yang masih kecil, setelah dibebaskan dari LP Wanita Tangerang, Rabu ( 3/6/2009 ). Foto:persda network
Prita Mulyasari memangku kedua anaknya yang masih kecil, setelah dibebaskan dari LP Wanita Tangerang, Rabu ( 3/6/2009 ). Foto:persda network

DUA drama kehidupan, melibatkan dua perempuan di tengah tingginya tensi politik jelang pemilihan presiden 2009. Pertama, drama penyiksaan yang dialami Manohara Odela Pinot oleh suaminya dari Kesultanan Kelantan, Malaysia. Kedua, kisah pilu ibu rumah tangga, Prita Mulyasari, yang ditahan Kejaksaan di Lembaga Pemasyarakatan Tangerang.

Prita ditahan sejak 13 Mei 2009. Jaksa mendakwanya dengan tuduhan pencemaran nama baik terhadap RS Omni Internasional Alam Sutera, Tangerang, melalui internet. Ibu dua anak itu berkirim surat elektronik (e-mail) kepada 10 temannya yang berisi keluhannya terhadap buruknya layanan kesehatan yang dia terima ketika dirawat di rumah sakit tersebut. Surat Prita kemudian menyebar luas ke mailing list.

Dua kisah tersebut sangat menyedot perhatian publik. Mengaduk-aduk rasa kemanusiaan, apalagi tercium aroma ketidakadilan dan tindakan semena-mena pihak tertentu terhadap sesama manusia. Dan kini, kisah Prita telah menggeser isu-isu lain, termasuk isu Manohara, konflik Blok Ambalat dengan Malaysia, dan Pilpres 2009 sekalipun.

Karena hal yang dialami Prita, bukan tidak mungkin pernah dialami orang lain di rumah sakit yang lain dengan dokter yang berbeda. Dokter di RS Omni, mendiagnosis Prita menderita demam berdarah berdasar hasil pemeriksaan laboratorium bahwa trombositnya hanya 27.000 (normalnya 200.000) dan harus rawat inap.

Belakangan pihak rumah sakit melakukan revisi hasil laboratorium, bahwa trombositnya 181.000. Dengan kondisi ini, semestinya Prita tidak perlu rawat inap. Cukup rawat jalan. Tapi revisi itu keluar setelah dokter menyuntikkan berbagai macam obat dengan dosis tinggi ke tubuh Prita hingga sesak nafas. Memberikan infus sampai kedua tangannya membengkak, bahkan selaput matanya sobek karena terserang virus, lantaran obat yang diasupkan ke dalam tubuhnya tidak sesuai dengan penyakit yang dia derita. Prita ternyata terserang virus gondongan (leher bengkak). Ada kesalahan diagnosis dan mungkin saja ini termasuk tindakan malpraktik.

Dia sudah mengajukan komplain ke rumah sakit, malah dipingpong oleh para dokter dan manajemen rumah sakit. Tapi setelah surat keluhannya menyebar dari milis ke milis, pihak rumah sakit merasa nama baik mereka dicemarkan, lalu menuntut korban hingga akhirnya dijebloskan ke dalam penjara. Seorang korban justru diperlakukan seperti penjahat. Diperlakukan secara tidak adil oleh penegak hukum.

Pertanyaannya, jaksa menahan Prita demi apa? Apakah demi penegakan hukum? Atau menuruti apa kehendak para pemilik modal? Apakah jaksa khawatir Prita menghilangkan barang bukti atau melarikan diri?

Kasus ini menunjukkan ada kecenderungan penegak hukum berupaya mengekang kebebasan berpendapat dengan menggunakan pasal berlapis; pencemaran nama baik dan pasal 27 UU No 11 Tahun 2006 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Prita diperlakukan seperti pelaku kejahatan cyber. Dengan jeratan pasal tersebut, Prita terancam hukuman penjara maksimal enam tahun atau denda Rp 1 miliar.

Ada kejanggalan yang dilakukan oleh pihak Kejaksaan dalam kasus ini. Belakangan diketahui, RS Omni Internasional hanya menggunakan pasal pencemaran nama baik sesuai KUHP saat menuntut Prita. Polisi pun tidak memasukan pasal-pasal dalam UU ITE. Namun, jaksa justru menambahkan Pasal 27 UU ITE.

Jaksa menjerat Prita menggunakan pasal berlapis tentang pencemaran nama baik, yaitu pasal 310 KUHP dengan ancaman hukuman 1,4 tahun, pasal 311 dengan ancaman 4 tahun penjara, dan UU ITE pasal 27 ayat 3 dengan ancaman 6 tahun penjara. Di sini juga aneh, karena seharusnya jeratan di UU ITE yang lex spesialis lebih rendah dibandingkan KUHP. Justru UU ITE yang digunakan jaksa untuk menahan Prita.

Mencermati kasus Prita, semestinya dia selaku korban berhak menuntut rumah sakit yang bersangkutan karena telah dirugikan secara kesehatan. Bagaimana kalau dia meninggal? Sulit kita pungkiri bahwa pasien sudah tidak lagi dilihat sebagai subyek yang harus dibantu. Kini pasien telah ‘berubah’ menjadi objek industri kesehatan demi meraup keuntungan. Nilai-nilai kemanusiaan semakin terpinggirkan oleh kepentingan bisnis. Prita adalah korban industri kesehatan. Dia hanya satu contoh dari banyaknya kasus pasien-pasien yang mengalami malpraktik, diusir dari rumah sakit, dan disandera karena tidak memiliki uang untuk membayar biaya rumah sakit.

Bertolak dari berbagai kasus itu, maka kita mendukung apa yang dicetuskan oleh Direktur Lembaga Bantuan Hukum Kesehatan Iskandar Sitorus, bahwa Indonesia membutuhkan undang-undang perlindungan terhadap pasien. Kasus yang dialami Prita mencerminkan lemahnya perlindungan terhadap pasien. Karena pasien bukan konsumen, bukan pula objek, melainkan subjek yang harus dibantu. Kendati kini kita belum memiliki UU perlindungan pasien, bukankah para dokter telah disumpah untuk memperlakukan pasien seperti mereka memperlakukan diri mereka sendiri?

Mudah-mudahan postingan ini tidak mengantarkan saya ke penjara, seperti yang dialami Prita….. Takuttt (*)

Iklan

5 thoughts on “Menghukum Prita Demi Apa?”

  1. HASIL DENGAR PENDAPAT KOMISI IX DPR DGN MANAGEMENT RS OMNI:
    1. KOMISI SEMBILAN TIDAK PUAS DENGAN JAWABAN DARI PIHAK RS OMNI
    2. MENGUSULKAN PENCABUTAN IZIN OPERASIONAL RS OMNI
    3. MENCABUT TUNTUTAN RS OMNI KEPADA PRITA MULYASARI
    4. RS OMNI HARUS MINTA MAAF SECARA TERBUKA KEPADA PRITA MULYASARI

    Suka

  2. BREAKING NEWS !!!
    JAKSA AGUNG MEMERINTAHKAN MEMERIKSA PARA JAKASA YANG MENUNTUT PRITA, YANG MENURUTNYA
    TIDAK PROFESIANAL.

    TANGGAPAN KEJATI BANTEN ATAS PEMERIKSAAN JAKSA YANG MENUNTUT PRITRA:
    “Kita tidak berbicara siapa yang akan kemudian bertanggung jawab terhadap pembuatan …(BAP),yang penting, tapi siapa yang harus bertanggung jawab mereka yang melakukan tindakan pidana (PRITA). Saya berikan apresiasi kepada jaksa tersebut!!”

    Suka

  3. semoga hikmah yang lebih baik ada dibalik semua ini.
    Tabah untuk Prita ataupun Manohara…
    terus berjuang untuk membela keadilan, suarakan kebenaran…

    Suka

  4. assalamu alaikum wr. wb.

    alhamdulilah…
    Selamat akhirnya golput berhasil memenangkan jumlah suara terbanyak!
    Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung Partai Golput,
    baik yang dengan penuh kesadaran dan keikhlasan maupun yang tidak.
    Lho, maksudnya? Gak Jelas? :-\

    Sudah saatnya kita ganti sistem!
    Sistem yang lebih “pro rakyat” dan lebih “berbudi”…
    Ayo kita ganti secepatnya, “lebih cepat lebih baik”…
    Mari kita “lanjutkan” perjuangan dakwah untuk menegakkannya!
    Sistem Islam, petunjuk dari Sang Maha Pencipta!

    Lihatlah dengan hati dan fikiran yang jernih!
    Aturan Sang Maha Pencipta diinjak-injak
    dan diganti dengan aturan yang dibuat seenak udelnya!
    Dan lihat akibatnya saat ini, telah nampak kerusakan
    yang ditimbulkan oleh sistem sekulerisme dan turunannya
    (seperti: kapitalisme, sosialisme, demokrasi, dsb) di depan mata kita!

    Banyak anak terlantar gara2 putus sekolah.
    Banyak warga sekarat gara2 sulit berobat.
    Banyak orang lupa gara2 ngejar2 dunia.
    Dan banyak lagi masalah yang terjadi gara2 manusia nurutin hawa nafsunya.

    Lihat saja buktinya di
    http://hizbut-tahrir.or.id/2009/05/12/kemungkaran-marak-akibat-syariah-tidak-tegak/
    http://hizbut-tahrir.or.id/category/alwaie/
    http://hizbut-tahrir.or.id/category/alislam/
    dan banyak lagi bukti nyata yang ada di sekitar kita!

    Untuk itu, sekali lagi saya mohon kepada semua pihak
    agar segera sadar akan kondisi yang sekarang ini…
    dan berkenan untuk membantu perjuangan kami
    dalam membentuk masyarakat dan negeri yang lebih baik,
    untuk menghancurkan semua bentuk penjajahan dan perbudakan
    yang dilakukan oleh manusia (makhluk),
    dan membebaskan rakyat untuk mengabdi hanya kepada Sang Maha Pencipta.

    Mari kita bangkit untuk menerapkan Islam!
    mulai dari diri sendiri.
    mulai dari yang sederhana.
    dan mulai dari sekarang.

    Islam akan tetap berlaku hingga akhir masa!
    Dan Islam akan menerangi dunia dengan cahaya kemenangan!
    Mohon maaf apabila ada perkataan yang kurang berkenan (-_-)
    terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.

    wassalamu alaikum wr. wb.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s