Ada Comberan di Mulut Rizal Mallarangeng

SAYA tidak habis pikir menyaksikan perilaku Rizal Mallarangeng. Dalam pandangan saya, orang ini sangat berbahaya. Mulutnya sangat tajam dan tak segan-segan melukai perasaan orang lain. Dia juga sangat tega mengeksploitasi isu agama demi kepentingan politik.

Kasus penyebaran tulisan pada Tabloid Monitor Indonesia ketika kampanye Jusuf Kalla di Medan, Sumatra Utara, benar-benar dimainkan oleh Rizal. Dia memaintenance berita tabloid tersebut bahwa istri Boediono, Ny Herawati, sebagai penganut Katolik.

Rizal terus-menerus menyodorkan isu tersebut kepada publik. Dia mati-matian mempertahankan isu itu. Dia seolah-olah sedang memperjuangkan keberagaman. Dia mengira masyarakat Indonesia terlalu bodoh sehingga tak memahami maksud di balik sikap dan ucapan-ucapannya.

Terakhir, Juru Bicara Timkamnas SBY-Boediono itu melontarkan ucapan sangat kasar terhadap media massa. Ucapan Rizal sebenarnya tidak pantas dilontarkan oleh seseorang bergelar doktor lulusan Amerika Serikat.

“Monitor Indonesia itu kan comberan. Itu koran kuning. Saya berkeberatan jika comberan bisa masuk ke acara Pak JK, yang juga wapres, dan tidak ditegur,” ujar Rizal di Makassar, Rabu (1/7/2009).

Rizal juga terus-menerus menuntut permintaan maaf dari Jusuf Kalla (JK). Alasannya, JK membiarkan Adi Ginting menyebarkan fotokopian berita di Monitor Indonesia saat kampanye tertutup. “Kami masih menunggu permintaan maaf dari penanggung jawab tertinggi acara, yaitu Pak JK,” tegasnya.

Rizal bahkan mendesak JK untuk segera minta maaf saat jumpa pers di Hotel Imperial Aryaduta, Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu.  “Katanya JK bisa lebih cepat, kok lama sekali pertanggung jawabannya. Kenapa hal segampang ini ia tidak mau menjelaskan, bagaimana saya bisa percaya dia mampu memimpin negeri ini,” ungkap Rizal.

Sungguh sesuatu yang aneh, mengapa Rizal tidak melaporkan pemberitaan Monitor Indonesia ke Dewan Pers untuk diproses sesuai UU Pers? Menurut saya, Rizal tidak akan melaporkan tabloid tersebut, karena Rizal dan kelompoknya memang sengaja me-maintenance isu tersebut. Makanya ketika ditanya soal mengapa tidak menggunakan hak jawab, dia justru berkelit dengan mengatakan tabloid itu comberan.

“Ketika comberan (tabloid Monitor) itu masuk ke ruang wapres dan mengotorinya, saya sebagai warga negara ini merasa keberatan,” kilah Rizal.

Di sini terlihat bahwa Rizal seolah-olah menghormati JK sebagai wapres, namun kenyataannya dia terus menyudutkan dan memaksa JK meminta maaf untuk sesuatu yang tidak diketahui dan sama sekali tidak diperbuat oleh JK. Saya kira media massa harus berhati-hati terhadap orang ini jika tidak ingin disebut comberan. (*)

Iklan

3 thoughts on “Ada Comberan di Mulut Rizal Mallarangeng”

  1. Mengapa soal agama seorang dijadikan komoditas politik? Ada isu panas tentang kontrak politik capres dengan partai tertentu telah dilakukan. Yang membahayakan adalah kepentingan kelompok dan golongan tertentu secara ekslusif didahulukan. Ini adalah gagasan dari bakteri dan kuman dalam comberan politik. Sebuah perjuangan pecundang untuk meraih kemenangan.

    Bila kontrak politik itu benar, maka pengakuan kemajemukan seperti tertera dalam semboyan Bhineka Tunggal Ika akan kehilangan makna. Diskriminatif dan mencemaskan.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s