Pemerintah Sakiti Keluarga David Hartanto

SEJAK awal kasus kematian David Hartanto Widjaja di Nanyang Technology University (NTU) Singapura, saya sudah meyakini bahwa putusan pengadilan di Singapura akan menyatakan David bunuh diri, bukan dibunuh dosennya, Prof Chan Kap Luk. Saya juga sudah menduga bagaimana sikap Pemerintah Indonesia.

Keyakinan saya itu bukan berdasarkan sebuah analisis mendalam sebagaimana biasa dilakukan para pengamat ahli. Hanya berdasar kebiasaan pemerintah kita setiap kali warganya mengalami masalah atau musibah di luar negeri. Pemerintah kita justru semakin menyakiti perasaan keluarga David yang telah terluka akibat putusan pengadilan koroner Singapura.

Sebelum putusan pengadilan koroner Singapura keluar, Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda mengatakan, “Kita masih menunggu hasil penyelidikan polisi Singapura.” Dan menambahkan, “Kita tidak ikut campur. Itu penyelidikan internal Singapura.”

Lalu dia meminta semua pihak bersabar menunggu kepastian kasus tersebut. ”Apabila dari hasil penyelidikan sudah ada kejelasan, pasti kita akan diberitahu oleh kepolisian Singapura,”kata Menlu Hassan.

Dan ketika pengadilan koroner Singapura memutuskan bahwa David bunuh diri, bukan dibunuh, Menlu Hassan menyatakan keluarga David tidak pernah meminta bantuan Deplu. Bahkan, Menlu Hassan mengatakan keluarga David menolak dibantu.

Menurut Menlu Hassan, negara sejak awal sudah memberikan bantuan kepada keluarga David. KBRI ingin dilibatkan dalam proses hukum dan menginginkan kremasi ditunda sampai proses autopsi selesai, akan tetapi keluarga menolak.

“Bahkan hasil autopsi langsung diminta keluarga David dari Pemerintah Singapura tanpa terlebih dahulu dilihat oleh KBRI di Singapura,”kata Hassan usai memberikan sambutan pada Pembukaan Program Beasiswa Seni dan Budaya Indonesia (BSBI) 2009 di Departemen Luar Negeri, Jl Pejambon Jakarta, Rabu (29/7/2009).

Dia juga bilang Pemerintah Indonesia yang diwakili Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Singapura, selama ini hanya diperankan sebagai penonton saja.”Kita sejak awal sudah memantau dari dekat, di antaranya memberikan nasihat, assist, dari masalah otopsi, kremasi,sampai mengikuti sidang-sidang yang sedang berlangsung,”imbuhnya.

Tentu saja pernyataan Menlu Hassan sangat bertolak belakang dengan fakta. Sebab, sejak lama keluarga David memohon bantuan dan dukungan pemerintah. Bahkan pernah meminta dukungan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), tapi tidak ditanggapi.

Menurut ayah David, Hartono Widjaja, pemerintah maupun KBRI belum menawarkan bantuan. “Bagaimana kita bisa menolak kalau ditawari saja belum pernah,”kata ayah David, Rabu (29/7/2009) malam.

Ketika menanyakan bantuan hukum untuk menyewa pengacara di Singapura pun, KBRI di Singapura menolak dan menyatakan tidak ada dananya.

Menlu Hassan menyatakan bahwa pejabat KBRI Singapura pernah menyarankan untuk bawa pulang jenazah David dan jangan dikremasi terlebih dahulu sebelum proses atopsi selesai. “Sama sekali tidak ada saran dan anjuran. Yang ada mereka mengatakan bahawa jika mau dibawa pulang, KBRI telah menyediakan pesawat untuk pulang. Jadi bukan menyarankan. Kalau waktu itu disarankan begitu pasti saya bawa pulang,”ujar ayah David.

Komentar Juru Bicara Deplu, Teuku Faizasyah, justru semakin melukai perasaan keluarga David. Teuku Faizasyah meminta semua pihak harus menghormati keputusan pengadilan koroner Singapura yang menyatakan David meninggal karena bunuh diri. Ini semakin menguatkan bahwa sejak awal Pemerintah Indonesia memang tak pernah berniat membantu penyelesaian kasus tersebut.

Pernyataan Teuku Faizasyah tersebut, persis seperti dugaan saya jauh-jauh hari sebelumnya. Ketika itu saya menulis demikian, “Saya sangat yakin, apapun hasil investigasi polisi Singapura, sekalipun menyatakan bahwa David lah yang menusuk Prof Chan, pasti Pemerintah Indonesia tidak akan mempertanyakan lagi. Langsung menerima dan menyatakan persoalan selesai. Catat hal ini dan ingat baik-baik ketika saatnya tiba.”

Baiklah kalau begitu. Tapi sikap pemerintah tersebut menjadi pelajaran bagi kita semua, bahwa kita memang tak bisa mengharapkan apa-apa dari pemerintah kita. Kasus David dan sekian banyak kasus penganiayaan dan pembunuhan terhadap warga negara Indonesia di luar negeri sudah cukup menjadi bukti.

Jangankan kasus David di Singapura. Kasus pembunuhan terhadap aktivis hak asasi manusia (HAM), Munir, saja hingga kini tak pernah terungkap siapa dalangnya, kendati pengadilannya dilakukan di dalam negeri. Tanya, kenapa? (*)

Iklan

One thought on “Pemerintah Sakiti Keluarga David Hartanto”

  1. sebaikanya tommy rafeel sang master hynoptis dipanggil ke pangadilan singapura, saat sidang koroner david, tapi jangan sampai ketahuan oleh pihak singapura, agar supaya pihak singapura tanpa sadar justru membongkar rahasianya sendiri.

    semoga tips ini bermanfaat untuk mengusut kebenaran yang sebenarnya, terima kasih

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s