Benarkah Ibrohim Mengincar SBY?

Sketsa wajah Ibrohim
Sketsa wajah Ibrohim

SOSOK jenazah itu ternyata bukan Noordin M Top, sang gembong teroris yang menjadi buruan utama pemerintah Indonesia. Dia adalah Ibrahim alias Ibrohim alias Boim alias Aam (37). Dialah sosok yang tewas dalam gempuran Densus 88 Antiteror Polri selama dua hari di Temanggung, Jawa Tengah, 7-8 Agustus 2009.

Polisi menyebut pria itu sebagai perencana serangan bom bunuh diri di Hotel JW Marriot dan Ritz Carlton, Jumat (17/7/2009). Dia jugalah yang mengatur dan mengontrol bom yang merenggut nyawa 9 orang dan melukai 53 lainnya.  Tentu saja Ibrohim masih memiliki ‘atasan’, yakni Noordin M Top. Demikian menurut Polri.

Ibrohim pernah bekerja di bagian pertamanan Jakarta Hilton Convention Centre (JHCC), Jakarta 1994- 1997. Kemudian menjadi karyawan florist di Hotel Mulia, Jakata (1997-2005). Dia menjadi karyawan Cyntia Florist di Hotel JW Marriot sejak 28 April 2005. Tiga bulan kemudian, dia pindah ke Cyntia Florist di Hotel Ritz Carlton, hingga “booomm…!” pada 17 Juli 2009 pagi.

Konon Ibrohim gabung ke Jamaah Al Islamiyah (JI) tahun 2000, diajak oleh Saifudin Zuhri (adik ipar) dan bergabung dengan sel Jakarta/Bogor. Dia menjadi anggota tim khos (tim operasi teror) tahun 2005 pimpinan Saifudin Zuhri.

Menurut polisi, peran Ibrohim dalam bom bunuh diri di JW Marriot-Ritz Carlton sangat vital. Dialah yang melakukan survei sasaran restoran JW Lounge Hotel Marriot. Dia mengusulkan sasaran tersebut kepada Saifudin Zuhri, karena itulah tempat informal meeting setiap Jumat oleh bussiness community orang asing atau Barat.

Dia juga mengusulkan agar Hotel Ritz Carlton juga dijadikan target karena ia memiliki akses untuk menembus target ini yang juga adalah simbol Barat. Ibrohim memberikan gambaran situasi target kedua hotel, sistem keamanan, dan cara masuk untuk perencanaan operasi peledakan kepada Saifudin Zuhri dan Noordin M Top Cs.

Tak hanya itu. Ibrohim memberikan fotocopi KTP kepada pemilik rumah sewaan Jl Pondok Jaya, Mampang, Jakarta Selatan. Rumah ini menjadi safe house untuk operasi peledakan Mega Kuningan.  Ibrohim memfasilitasi survey target kedua hotel kepada kedua calon bomber (pelaku bom bunuh diri). Pada rekaman CCTV yang diputar polisi, Ibrohim memasukkan Nana atau Ikhwan Maulana pada tanggal 8 Juli 2009 untuk survey Restoran Airlangga yang menjadi target sasaran.

Juga memasukkan bom dalam kardus bunga melalui loading dock di Hotel JW Marriott pada 16 Juli 2009 pagi, dengan mobil pick up sewaan dan cover kardus bunga. Bom dibawa dari safe house Jl Pondok Jaya, Mampang. Bom lalu dikirim ke kamar 1808 yang ditempati Danni Dwi Permana (17) pelaku bom bunuh diri.

Ibrohim memasukkan bom dan pelaku bunuh diri Nana Maulana ke Hotel Ritz Carlton melalui employee entrance (pintu karyawan) tanggal 17 Juli 2009 jam 06.15 WIB.

Rencana bunuh presiden
Pasca peledakan Mega Kuningan, Ibrohim bergabung dengan Saefudin Zuhri, Amir Abdillah, dan Noordin M Top, masuk ke safe house di Perum Nusaphala, Jati Asih,  Bekasi. Di tempat itu direncanakan peledakan untuk membunuh Presiden SBY. Dan saat itu Ibrohim menyatakan siap menjadi “pengantin” atau pelaku bom bunuh diri.

Ibrohim kemudian diamankan di Temanggung. Dia dipingit untuk mempersiapkan mental dan fisik, sambil menunggu bom mobil di Jati Asih, Bekasi, dan perencanaan peledakan selesai. Pada 7 Agustus 2009, Densus 88 mengepung Ibrohim di rumah persembunyian di Temanggung. Dia tewas tertembus peluru pantul di bagian punggung  pada 8 Agustus 2009.

Benarkah Ibrohim hendak membunuh Presiden SBY? Rekan-rekan Ibrohim tidak percaya pria yang dikenal cukup genit itu terlibat terorisme. Teman-teman yang biasa menyapanya Boim, menuturkan, ayah empat anak itu dikenal suka bercanda dan tidak terlihat memiliki kefanatikan dalam beragama.

Dia pria genit
Manajer Chyintia Florist di Hotel Ritz Carlton,tempat Ibrohim bekerja, yakni Adriana Rosiana menuturkan, dirinya benar-benar kaget ketika polisi mengumumkan bahwa teroris yang digerebek di Temanggung adalah Ibrohim. “Saya kaget, saya tidak menyangka itu (terorisnya) ternyata Ibrohim. Kok bisa, kok mau. Ibrohim yang kita kenal selama ini, jauh dari ciri-ciri  teroris,” ujar Rosi di Jakarta, Rabu (12/8/2009).

Keheranan serupa juga disampaikan rekan kerja Ibrohim yakni Andi Suhendi. “Kaget saja. Nggak nyangka Ibrohim bisa menjadi tersangka teroris,” ujar Andi. Namun yang membuat Andi tak habis pikir, bagaimana bisa Ibrohim berbuat begitu, tanpa memikirkan nasib anak dan istrinya. “Yang kasihan sekarang anak dan istrinya,” ujarnya.

Rosi membenarkan bahwa foto yang ditunjukkan polisi, adalah Ibrohim. Hanya saja, pada foto terakhir Ibrohim tersebut, terlihat kurus dan berjenggot serta berkumis. Padahal, Boim selama ini selalu berpenampilan klimis ditambah dengan kulit dan wajahnya yang bersih.

Sejak menjadi manajer di Chyintia Florist awal 2008, Rosi akrab dengan Ibrohim. Meskipun Ibrohim sudah lebih dulu masuk pada 2005, hubungan mereka cukup baik. Ibrohim adalah florist terbaik di Chyintia Florist untuk Hotel Ritz Carlton. Sehingga, ia sering dipercaya untuk merangkai bunga pada event-event besar di Hotel Ritz Carlton.

Keakraban bekerja, ditunjukkan dengan seringnya mereka bercanda. Ibrahim yang umurnya lebih senior dari Rosi, seringkali membuat joke atau candaan yang membuat rekannya merasa memiliki kebersamaan. “Kalau ngobrol sering bercanda, Dia juga sering cerita-cerita lucu,” imbuh Rosi.

Andi pun membenarkan Rosi. “Kami memang akrab dan terkadang saling bercanda. Tapi secara umum, dia kalem,” ujar Andi. Baik Andi dan Rosi mengatakan, bahwa Ibrohim rajin dalam menjalankan Sholat termasuk Sholat Jumat yang tak pernah ketinggalan.

Karena akrabnya dengan Rosi, Ibrahim pun terkadang keluar sifat genitnya di hadapan Rosi. Menurut Rosi, terkadang Ibrahim sering memberikan komentar terhadap tamu-tamu perempuan yang cantik. “Orangnya agak genit-genit juga. Kalau lihat cewek, sering godain. Cantik banget ya. Mantep banget ya. Pokoknya saya nggak nyangka kalau dia teroris,” sambung Rosi.

Rosi hanya pernah mendengar keluhan Ibrohim ketika sedang kesulitan membayar uang sekolah untuk anaknya yang tinggal di Kuningan, Jawa Barat. Setelah mendengar Ibrohim tewas, Rabu (12/8) siang Rosi juga sudah menelepon dan menyampaikan bela sungkawa kepada Suci Hani, istri Ibrohim, yang dalam percakapan terus menangis.

Pemilik Chyntia Florist yang tak mau disebutkan  namanya juga mengatakan, tidak ada keanehan pada diri Ibrohim. Bahkan, saat dirinya sedang berdoa di kantor Cyntia Florist, Ibrohim terkadang justru memperhatikannya. Padahal, ia dan Ibrohim berlainan keyakinan.

Akibat perbuatan Ibrohim, kini Chyntia Florist terkena getahnya. Relasi beberapa hotel yang menggunaka jasanya, untuk sementara ini memutuskan hubungan kerja. Walhasil, beberapa rekan Ibrohim di Ritz Carlton dan JW Marriot, untuk sementara dirumahkan karena belum ada pekerjaan. (persda network)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s