Mutasi 50 Pegawai BI Terkait Century?

SBY-Boediono
SBY-Boediono

DELAPAN hari setelah keputusan penyuntikan dana (bailout) Rp 6.72 triliun ke Bank Century, Gubernur Bank Indonesia (BI) Boediono melakukan mutasi terhadap 50 pegawai BI. Boediono akan menjabat wakil presiden periode 2009-2014 bersama presiden terpilih Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Keputusan tersebut berbau kontroversi lantaran 50 pegawai tersebut adalah anggota Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) dan bagian pengawasan bank. KSSK dipimpin oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Bailout dilakukan pada 23 November 2008. Sedangkan mutasi 50 pegawai BI itu pada 1 Desember 2008.  Tapi  Deputi Gubernur BI Budi Rochadi membantah dua hal tersebut memiliki kaitan. “Kan setiap organisasi pasti ada mutasi,”kilah Budi yang ditemui di kantornya, Jl Thamrin, Jakarta, Jumat (4/9/2009) malam.

Kata dia, kebetulan saja mutasi terjadi pada 1 Desember 2008, atau tak lama setelah bailout. Sehingga tidak benar informasi bahwa 50 pegawai tersebut terkena mutasi lantaran tidak menyetujui bailout Bank Century. “Setiap saat kita melakukan mutasi. Direktur, Deputi Direktur, termasuk di bawahnya,”ujarnya.

Budi juga membantah penyelamatan Bank Century demi menyelamatkan dana milik deposan kakap. Dijelaskan bahwa bailout terhadap Bank Century adalah keharusan karena jika dibiarkan bangkrut, bisa berdampak sistemik terhadap perbankan di Indonesia.

Alasannya, ketika itu, likuiditas 18 bank di Indonesia sangat rapuh, kendati tak separah Bank Century. Kondisi berbeda justru dialami Bank IFI. BI mencabut izin operasi bank tersebut per 17 April 2009.

Apakah bailout itu merupakan upaya menyelamatkan beberapa deposan besar di Bank Century yang disebut-sebut merupakan penyokong dana kampanye partai politik dan calon presiden tertentu? Kata Budi, itu hanya rumor. Sehingga dia menyarankan agar menunggu hasil audit investigasi oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Tapi pengamat ekonomi dari INDEF, Imam Sugema, mempertanyakan alasan BI bahwa penyelamatan Bank Century untuk mencegah dampak sistemik terhadap perbankan di Indonesia. Dia menegaskan bahwa penyehatan Bank Century oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) yang menyedot uang rakyat sebesar Rp 6,72 triliun telah menguntungkan kelompok tertentu.

Apalagi, kata Imam, skandal Century jelas-jelas akibat pembobolan oleh Robert Tantular, pemilik bank tersebut.  Imam menilai kebijakan bailout benar-benar bukan sebuah langkah bijak di tengah impitan hidup rakyat Indonesia. Justru itu merupakan keputusan ceroboh, mengingat aset Century hanya 0,05 persen dari total aset perbankan di Indonesia.

Itulah sebabnya Imam curiga ada kalangan elite tertentu yang tidak rela bank itu kolaps. “Too important to failed, alias terlalu penting untuk dibiarkan kolaps,”ujar Imam

Pemerintah justru memberikan subsidi kepada segelintir orang kaya. Begitu kata Koordinator Badan Pekerja Indonesia Corruption Watch (ICW) Danang Widoyoko.

Sayangnya, ketika muncul dorongan agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ikut menyelidiki kasus itu, Mabes Polri buru-buru memanggil para pimpinan KPK dan empat stafnya dalam kasus dugaan penyalahgunaan wewenang.  “Ini bagian dari usaha untuk mengunci gerak KPK. Saya khawatir, kalau publik tidak mendorong KPK, KPK tidak berani menindaklanjuti,”duga Danang.(*)

di kediaman pribadi SBY di Cikeas, Kab. Bogor.
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s