Respon Cepat Jusuf Kalla

Jenazah tertimbun reruntuhan bangunan akibat guncangan gempa 7,7 SR di Padang, Sumatera Barat, Rabu (30/9/2009).
Jenazah tertimbun reruntuhan bangunan akibat guncangan gempa 7,7 SR di Padang, Sumatera Barat, Rabu (30/9/2009).

BENCANA alam kembali menyambangi Indonesia. Pulau Sumatera, persisnya Sumatera Barat, Jambi, dan Bengkulu, porak-poranda dihantam 2-3 kali gempa berkekuatan dahysat, Rabu (30/9/2009) dan Kamis (1/10/2009). Gempa berkekuatan 7,6 skala Richter (SR) disusul 6,2 SR di Padang, dan sehari kemudian gempa 7,0 SR di Jambi.

Kota Padang, Pariaman, dan Kabupaten Pariaman porak-poranda. Mayat bergelimpangan. Laporan sementara, sudah 220 orang tewas, ribuan lainnya masih terjepit reruntuhan bangunan dan tertimbun longsoran. Diperkirakan lebih dari 1.000 orang tewas di Sumatera Barat.

Kerusakan fisik juga sangat parah. Sekitar 80 persen bangunan rusak, bahkan tidak sedikit yang ambruk, nyaris rata tanah. Listrik padam, saluran komunikasi rusak, dan banyak lagi utilitas yang hancur.

Dalam situasi seperti itu, para korban menjadi tidak berdaya. Sangat dibutuhkan respon cepat dari pemerintah untuk secepatnya mengeluarkan korban dari penderitaan tersebut. Apalagi para korban selamat mulai kelaparan karena terbatasnya persediaan makanan dan obat-obatan.

Kami salut atas tindakan cepat yang diambil Wakil Presiden Jusuf Kalla. Hanya beberapa jam setelah gempa, Kalla sudah menggelar rapat mendadak bersama para menteri dan pejabat terkait untuk segera melakukan penanganan.  Kemudian mengirimkan enam menteri dan sejumlah pejabat terkait ke Padang  untuk mengorganisir bantuan kepada para korban.

JK Rapat Mendadak bahas gempa Sumbar
JK Rapat Mendadak bahas gempa Sumbar

Kalla juga langsung meminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk mengeluarkan instruksi terkait penanggulangan bencana gempa bumi Padang. Diharapkan melalui instruksi tersebut, Presiden bisa lebih cepat menangani masalah-masalah terkait pemulihan kondisi di Sumbar pascagempa.

Pada kondisi seperti ini, kepedulian para wakil rakyat di DPR RI, Senayan, yang kemarin baru dilantik, sangat dibutuhkan. Usulan menarik dilontarkan  mantan Ketua MPR Amien Rais. Dia mengusulkan agar setiap anggota Dewan menyumbangkan 20 persen dari gaji pertamanya yang senilai Rp 40 juta per bulan. 20 Persen gaji dari 560 wakil rakyat sudah mencapai 4,48 miliar. Jumlah bisa lebih dari itu bila 132 anggota DPD juga melakukan hal serupa.

Bahkan, menurut kami, para wakil rakyat yang lolos ke Senayan adalah kaum berada. Mereka telah menghabiskan dana ratusan juta hingga miliaran rupiah untuk berkampanye. Mereka bahkan mampu menyumbangkan seluruh gajinya kepada para korban gempa.  Ini sekaligus menjawab kekecewaan publik lantaran acara pelantikan mereka saja menghabiskan dana hingga Rp 46 miliar. Publik menilai itu sebagai pemborosan anggaran yang sangat berlebihan.

Bangunan ambruk akibat gempa 7,6 SR mengguncang Padang, Rabu (30/9/2009)
Bangunan ambruk akibat gempa 7,6 SR mengguncang Padang, Rabu (30/9/2009)

Lantaran itu, sekaranglah saatnya bagi mereka, para wakil rakyat, untuk menunjukkan kepedulian di awal masa baktinya. Menunjukkan kepekaan terhadap penderitaan rakyat yang sudah memilih mereka. Bantuan mereka akan sangat membantu meringankan korban gempa.

Demikian pula kita sebagai sesama. Para korban gempa di Sumatera Barat sangat membutuhkan uluran tangan kita semua. Mari kita bersama-sama ikut mengulurkan tangan, meringankan beban saudara-saudara kita yang sedang tertimpa kemalangan.(*)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s