Kejahatan Remaja di Manado

TENTU saja kita terhenyak ketika mendapatkan fakta bahwa belasan remaja di Kota Manado tidak sekadar nakal, tetapi telah membentuk sindikat kejahatan dan melakukan berbagai aksi pencurian di rumah warga.

Kejahatan belasan remaja pria itu terungkap setelah seorang di antara kelompok itu mengalami “kecelakaan kerja” saat menjalankan aksinya di rumah warga, Perumahan Malalayang Indah, Lingkungan I, Malalayang, Kota Manado. (Tribun Manado, 5/10/2009).

Jari manis remaja yang masih berusia 18 tahun itu tersangkut di pagar besi karena mengenakan cincin. Panik karena aksinya bersama rekan-rekannya ketahuan pemilik rumah, remaja itu pun menarik paksa tangannya hingga jarinya terputus dan tertinggal di tempat kejadian perkara.

Kejahatan oleh kalangan remaja sangat berbahaya bila kita gagal mencegahnya sejak sekarang. Kali ini mereka hanya mencuri dan kabur ketika ketahuan. Tapi lain kali, bisa saja mereka bertindak nekat bahkan secara sadis menghabisi korbannya bila merasa terdesak. Dan siapa saja bisa menjadi korban keganasan kelompok kejahatan tersebut.

Dalam amatan kami, ketika matahari mulai terbenam hingga larut malam, banyak remaja dan muda- mudi di Kota Manado “berkeliaran” di berbagai sudut kota. Tidak sedikit di antara mereka menebar bau alkohol dari mulut dan tubuhnya. Belum lagi mereka yang teler oleh narkotika dan obat-obatan terlarang. Mungkin ini merupakan satu di antara pemicu para remaja terjerumus dalam tindakan kejahatan.

Polisi membekuk remaja itu bersama seorang rekannya ketika sedang menjalani perawatan di RS Prof Kandouw. Polisi juga berhasil meringkus beberapa rekan para pelaku yang tergabung dalam satu kelompok. (Tribun Manado, 6/10/2009).

Kami angkat jempol untuk petugas kepolisian yang berhasil mengungkap kasus ini hanya beberapa jam setelah kejadian, serta mampu membongkar sindikat kejahatan yang melibatkan belasan remaja. Namun, kami menduga masih ada pelaku lainnya serta otak di balik kelompok kejahatan tersebut. Sebab, berdasar penyelidikan polisi, ternyata kelompok tersebut sudah beberapa kali melakukan aksi pencurian.

Kejahatan oleh kelompok remaja tersebut merupakan persoalan sangat serius. Menggambarkan bahwa ada kelompok generasi penerus di kota ini yang tidak sekadar nakal, tetapi mereka telah menjelma menjadi para pelaku kejahatan serius!

Tanpa bermaksud menyalahkan pihak manapun, namun kami melihat adanya proses pembiaran oleh orangtua para pelaku kejahatan tersebut. Model pembinaan seperti apa yang selama ini diberikan terhadap anak-anak mereka? Apakah anak-anak itu sekadar dilahirkan lalu dibiarkan bertumbuh mengikuti liarnya lingkungan pergaulan mereka sehari-hari?

Selain orangtua masing-masing, persoalan ini menjadi tanggungjawab kita semua. Pemerintah, para guru, dosen, pendeta, imam, polisi, media massa, dan sebagainya. Mari kita sama-sama, bahu-membahu menyelesaikan persoalan ini. Apalagi kejahatan itu dilakukan oleh para remaja, anak-anak kita sendiri.

Jangan sampai Manado yang sangat terkenal sebagai kota yang diberkati, berganti rupa menjadi kota yang kacau-balau, penuh dengan aksi kekerasan dan kejahatan terorganisir. Apalagi kota ini sedang mengampanyekan diri sebagai kota pariwisata dunia tahun 2010. Wisatawan mana yang sudi berkunjung ke daerah yang angka kriminalitasnya tinggi?(*)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s