Bocoran Rekaman Telepon Wisnu dan Anggodo

KENDATI membantah isi pembicaraan itu merupakan upaya rekayasa untuk menjatuhkan dua pimpinan nonaktif

Wisnu Subroto
Wisnu Subroto

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Chandra M Hamzah dan Bibit Samad Rianto,  mantan Jaksa Agung Muda Intelijen (JAM Intel) Wisnu Subroto mengakui pernah menjalin serangkaian kontak telepon dengan Anggodo Widjojo.

Anggodo adalah adik kandung Anggoro Widjojo, Direktur PT Masaro Radiokom yang dijaring KPK sebagai tersangka proyek pengadaan Sistem Komunikasi Radio Terpadu (SKRT) di Departemen Kehutanan.

Berikut transkrip pembicaraan telepon antara Wisnu dan Anggodo pada 22 dan 23 Juli 2009.

Pembicaraan 22 Juli terjadi pukul  12.03 WIB.

“Nanti malam saya rencananya ngajak si  EDI (Edi Sumarsono) sama ARI (Ari Muladi) ketemu TRUNO 3 (Kabareskrim Komjen Susno Duadji),” kata Anggodo kepada Wisnu
Sehari kemudian giliran Wisnu menelepon Anggodo, sekitar pukul 12.15. Wisnu bertanya, “Bagaimana perkembangannya?” Anggodo menjawab, “Ya, masih tetap nambahin BAP, ini saya masih di Mabes. Pokoknya berkasnya ini kelihatannya dimasukkan ke tempatnya Ritonga (saat itu Jaksa Agung Muda Pidana Umum, Abdul Hakim Ritonga, sekarang Wakil Jaksa Agung) minggu ini, terus balik ke sini, terus action.”
“RI-I (Presiden) belum,” tanya Wisnu. “Udah-udah, aku masih mencocokkan tanggal,” kata Anggoro mengakhiri pembicaraan telepon.

Sedangkan telepon yang membahas sikap Edi Sumarsono yang tidak mau mengakui bahwa ia mengetahui adanya perintah dari Antasari Azhar untuk memberi suap kepada Chandra Hamzah, berlangsung 29 Juli 2009, sekitar pukul 13.58.

“Terus gimana Pak, mengenai EDI gimana Pak,” kata Anggodo. “EDI udah tak omongken Irwan apa. Ini bukan sono yang salah, kita-kita ini yang jadi salah,” kata Wisnu.
“Iya, padahal ia saksi kunci Chandra. Maksud saya Pak, dia kenalnya dari Bapak dan Pak Wisnu, nggak apa-apa kan Pak,” ujar Anggodo.
“Nggak apa-apa, kalau dari Wisnu nggak apa-apalah,” kata Wisnu. “Kalau kita ngikutin, kan berarti saya ngaku Irwan kan. Cuma kalau dia nutupin dia yang perintah. Perintahnya Antasari suruh ngaku ke Chandra (Chandra Hamzah) itu nggak ngaku. Terus siapa yang ngaku,” tanya Anggodo
“Ya you sama ARI,” jawab Wisnu.
“Nggak bisa dong Pak, wong nggak ada konteksnya dengan Chandra,” jawab Anggodo. “Nggak, saya dengar dari EDI,” kata Wisnu. “Iya dari EDI, emang perintahnya dia Pak. Lha Edi-nya nggak mau ngaku, gitu Pak, Dia (Edi) nggak kenal Chandra, saya ndak nyuruh ngasihin duit. Gimana bos,” tanya Anggodo. “Ya nggak apa-apa,” kata Wisnu.

Pada 30 Juli 2009,  Anggodo kembali menghubungi Wisnu.
“Pak tadi jadi ketemu,” tanya Anggodo.
“Udah, akhirnya Kosasih (pengacara HK Kosasih) yang tahu persis teknis di sana. Suruh dikompromikan di sana. Kosasih juga sudah ketemu Pak Susno. Dia juga ketemu Pak Susno lagi dengan si Edi. Yang penting kalau dia tidak mengaku susah kita.”
Wisnu menambahi lagi, “Yang saya penting, dia menyatakan waktu itu supaya membayar Chandra atas perintah Antasari.”  Anggodo menimpali, “Nah itu. Wong waktu di malam si itu dipeluk anu tak nanya, kok situ bisa ngomong. Si Ari dipeluk karena teriak-teriak, dipeluk sama Chandra itu kejadian.”
“Bohong, nggak ada kejadian, kamuflase saja,” kata Wisnu. (persda)

make money online

Iklan

One thought on “Bocoran Rekaman Telepon Wisnu dan Anggodo”

  1. Wah, sebuah kabar yang cukup mengagetkan publik. Dugaan konspirasi untuk menggulingkan duo KPK memang cukup mencengangkan. namun dari awal kasus ini bermula, memang banyak yang menyangsikannya. sepertinya layak ditunggu kebenaran transkrip rekaman yang sekarang sedang beredar.

    Kepada pihak yang berkait, mudah-mudahan dapat segera menyelesaikannya tanpa tebang pilih. negeri ini butuh keadilan, keadilan untuk semua!
    Cara Membuat Blog

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s