Sulut Pecahkan (Lagi) Empat Rekor Dunia

Empat Rekor Dunia di Minahasa

  • Pagelaran massal musik bambu: 3.011 peserta
  • Pagelaran massal musik kolintang: 1.223 peserta
  • Instrumen musik kolintang terbesar: 8×2,5x 2 meter
  • Instrumen musik terompet terbesar:  Panjang 32 meter, diameter corong 6,8 meter

Permainan kolintang secara massal dalam pemecahan rekor dunia di Minahasa, Sabtu (31/10/2009). Foto:Dany Permana
Permainan kolintang secara massal dalam pemecahan rekor dunia di Minahasa, Sabtu (31/10/2009). Foto:Dany Permana

SPEKTAKULER..! Itulah pemandangan yang terpampang saat pagelaran kesenian secara kolosal bertajuk “Pentas 10 dari Utara” di Stadion Maesa Tondano, Minahasa, Sabtu (31/10/2009). Ribuan pasang mata tertuju pada pagelaran musik bambu dan pagelaran musik kolintang terbanyak di dunia.

Bahkan, perhatian dunia internasional pun ‘dipaksa’ kembali tertuju ke Sulawesi Utara (Sulut), persisnya ke Kabupaten Minahasa, di mana empat rekor dunia tercipta sekaligus!  Kini, Tanah Minahasa masuk sejarah rekor Guinness World Record (GWR) sebagai lokasi pertama dipecahkannya empat rekor dunia di bidang seni dan kebudayaan.

Empat rekor tersebut adalah rekor alat musik terompet raksasa, alat musik kolintang raksasa, pagelaran musik bambu, dan permainan kolintang terbanyak di dunia. Sebanyak 3.011 pemain musik bambu dan 1.223 pemain kolintang berhasil memenuhi standar yang telah ditetapkan pihak GWR, serta memainkan beberapa lagu berdurasi minimal lima menit. Pertunjukan musik itu dipadu dengan pertunjukan kesenian dari beberapa daerah di Sulut dalam rangkaian acara bertajuk “Pentas 10 dari Utara” tersebut.

Juri GWR asal Inggris, Lucia Sinigagliesi, tampak takjub terhadap budaya daerah Minahasa. “Amazing… wonderful..!

Terompet raksasa yang ditampilkan di Minahasa dalam pemecahan rekor dunia
Terompet raksasa yang ditampilkan di Minahasa dalam pemecahan rekor duni. Foto:Dany Permana.

(menakjubkan.. indah),” ujar perempuan asal Inggris itu berkali-kali, saat berkeliling lapangan Stadion Maesa Tondano dan memerhatikan kelompok kesenian asli Sulut yang akan tampil dalam acara pemecahan rekor dunia.

Dia juga terkagum-kagum saat berjalan  mendekati alat musik kolintang yang berjajar rapi di lapangan. Terlihat serius memerhatikan bentuk alat musik tradisional tersebut sembari menikmati alunan melodi yang indah dari alat musik berbahan kayu itu.

Lucia tak asing lagi bagi warga Sulut. Dia pernah datang ke Manado untuk mencatat pemecahan rekor dunia penyelaman dengan peserta terbanyak dan upacara di bawah laut di Manado dalam rangkaian Sail Bunaken 2009, Agustus silam. Tambahan empat rekor dunia dari bidang seni, nama Sulut kini tercatat sebagai lokasi pemecahan enam rekor dunia.

Dr Benny Mamoto SH MSi yang menjadi pemrakarsa kegiatan akbar tersebut, dalam sambutannya mengucapkan terimakasih untuk semua pihak yang telah bekerja menyukseskan acara itu. Lebih khusus ucapan terimakasih tersebut dialamatkan untuk Pemerintah Kabupaten Minahasa dan para aktivis kebudayaan yang telah menopang semua kegiatan pemecahan rekor dunia di Minahasa.

Dirinya menjelaskan, apa yang diperoleh semua masyarakat Sulut, khususnya Minahasa, adalah berkat Tuhan. Sejak awal rencana pemecahan empat rekor dunia ini terus mendapat dukungan dari semuah pihak, termasuk Julia dari

Juri GWR asal Inggris, Lucia Sinigagliesi (tengah), menyerahkan piagam rekor dunia kepada Kombes Benny Mamoto
Juri GWR asal Inggris, Lucia Sinigagliesi (tengah), menyerahkan piagam rekor dunia kepada Kombes Benny Mamoto. Foto:Dany Permana

GWR, sehingga tim Institut Seni Budaya Sulawesi Utara (ISBSU) tidak perlu jauh-jauh berangkat ke London, tapi pihak GWR yang mendatangi mereka.

“Terimakasih untuk semuanya. Tidak ada prestasi yang datang begitu saja, tapi harus dikejar. Apa yang kita dicapai teman-teman saat ini adalah buah dari kerja keras dari semua orang,” ujar Mamoto.(sumber:luc/tribun manado)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s