Maaf Tuan DPR, Terpaksa Rakyat Ambil Alih

PENAHANAN dua pimpinan nonaktif Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah oleh Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia, mengundang reaksi sangat luas dari masyarakat dan sejumlah tokoh publik. Rakyat secara beramai-ramai turun langsung, menuntut penangguhan penahanan hingga pembebasan Bibit dan Chandra.

Berbagai unsur masyarakat dari berbagai lapisan mendukung dengan aneka cara, di dunia nyata maupun melalui dunia maya (internet). Rakyat melakukan demonstrasi, mahasiswa mogok makan, yang lainnya melakukan penggalangan dukungan melalui dunia maya.

Sementara para tokoh nasional, pegiat lembaga swadaya masyarakat (LSM),  hingga mantan Presiden Abdurrahman Wahid, menyatakan ‘pasang badan’, menjaminkan diri mereka demi penangguhan penahanan Bibit dan Chandra. Para akademisi, pengamat politik, dan pengamat hukum terus melontarkan kritik tajam dan bertubi-tubi terhadap pemerintah, institusi Polri, dan Kejaksaan Agung. Bahkan melontarkan kritik keras terhadap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) agar segera turun tangan dalam kasus dugaan kriminalisasi terhadap KPK.

Media massa nasional sampai daerah, cetak maupun elektronik, termasuk internet, mengambil posisi tegas, mendukung KPK secara institusi dan berdiri di belakang Bibit dan Chandra. Media massa mengambil peran dengan mewawancarai berbagai pihak, mempublikasikan secara luas aneka komentar yang umumnya memberikan dukungan kepada Bibit dan Chandra serta KPK secara institusi agar tidak dikriminalisasi. Media massa pun tidak henti-hentinya membeberkan fakta-fakta terkait dugaan kriminalisasi terhadap dua pimpinan nonaktif KPK tersebut.

Pemerintah dan kepolisian tak kuasa menahan tekanan bertubi-tubi dari berbagai pihak. Akhirnya, setelah pemutaran rekaman percakapan Anggodo Widjojo (adik sang buron KPK, Anggoro Widjojo) dengan sejumlah petinggi aparat hukum, polisi pun menangguhkan penahanan terhadap Bibit dan Chandra. Sebelumnya, Presiden SBY pun membentuk Tim Pencari Fakta (TPF) kasus Bibit dan Chandra atau yang disebut Tim 8.

Sejauh ini tekanan publik menuai hasil positif dengan adanya penangguhan penahanan Bibit dan Chandra. Namun, proses hukum masih berjalan. “Kemenangan” sementara hari ini, belum tentu berakhir dengan kemenangan dalam proses hingga putusan pengadilan. Lagipula, Mabes Polri justru melepas Anggodo, pria yang sementara ini terlihat paling banyak berperan dalam dugaan kriminalisasi terhadap KPK.

Tapi ada yang kurang atau bahkan hilang dari proses perjuangan panjang tersebut di atas. Di mana posisi partai politik dan para politisi dari partai politik yang kini duduk di Senayan? Bukankah rakyat memilih mereka untuk  memperjuangkan hal-hal seperti ini? Di mana mereka selama ini? Atau kita sudah tak butuh lagi wakil di lembaga legislatif? Untuk apa mereka duduk di sana dan mendapat aneka keistimewaan bila rakyat harus mengambil alih peran mereka ketika dibutuhkan?

Bukankah rakyat memilih mereka untuk ikut memperjuangkan penegakan hukum dan pemberantasan korupsi di negeri ini? Apakah masih ada semangat dan kemauan baik di antara para wakil rakyat yang terhormat untuk memperjuangkan pemberantasan korupsi dan tindakan sewenang-wenang segelintir aparat negara? Apakah ini gambaran bahwa para wakil rakyat sudah bersalin rupa menjadi pembela pemerintah?

Kami melihat, beberapa anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI) baru berteriak lantang setelah perjuangan langsung oleh rakyat, mahasiswa, tokoh masyarakat, LSM, dan pers membuahkan hasil. Situasi ini sungguh menyedihkan. Kita berharap sikap DPR pusat tidak merembet sampai ke daerah. Kita juga berharap agar sikap seperti itu tidak terus terjadi hingga pemilu berikutnya.

Tapi, untuk kali ini, DPR ternyata tidak berbuat apa-apa. Maaf tuan DPR, terpaksa kami, rakyat Indonesia,  mengambil alih tugas Anda.(*)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s