Malaysia Berebut Kata “Allah”

NEGERI jiran Malaysia yang selama ini terkenal lebih aman dibanding Indonesia, dalam artian jarang terjadi konflik antarumat beragama, kini tercoreng oleh ulah sekelompok orang dengan melakukan pengrusakan dan pembakaran bangunan gereja.

Menurut laporan kantor berita Malaysia, Bernama, tiga unit gereja yang dibakar adalah Metro Tabernacle Church, Assumption Church,  dan  Life Tabernacle Church. Pelaku melempar gereja dengan bom molotov.
Pemicu aksi brutal itu hanya lantaran segelintir masyarakat  muslim Malaysia menolak umat selain Islam menggunakan kata “Allah” untuk menyebut nama Tuhan.

Mereka memprotes keputusan Pengadilan Tinggi Kuala Lumpur  yang menolak larangan bagi warga nonmuslim menggunakan kata “Allah” dalam literatur mereka. Pembatalan larangan yang telah berlangsung selama tiga tahun itu dikeluarkan pengadilan pada 31 Desember 2009.

Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Najib Tun Razak mengutuk tindakan rakyatnya lantaran perbuatan itu bisa menghancurkan keharmonisan negara tersebut. Najib menyatakan, pemerintah akan mengambil langkah-langkah apapun yang bisa mencegah tindakan-tindakan tersebut. Kepolisian Malaysia juga langsung meningkatkan pengamanan di gereja maupun tempat ibadah lainnya di seluruh negeri.

Menteri Besar Selangor, Tan Sri Khalid Ibrahim, langsung berkunjung ke Assumption Church, satu di antara gereja yang diserang. Dari tempat itu, dia memerintahkan polisi memberikan perlindungan pada semua gereja dan melakukan investigasi menyeluruh atas serangan di Assumption Church. Kecaman juga dilontarkan Ketua Pemuda UMNO, Khairy Jamaluddin dan berkata, “Perbuatan tercela itu bukan Malaysia yang saya kenal.”

Peristiwa seperti itu lebih sering terjadi di Indonesia. Tapi Pemerintah Indonesia terkesan lebih acuh dibanding sikap Pemerintah Malaysia. Lepas dari sikap negara terhadap persoalan sensitif seperti itu, kita sebagai umat beragama sesungguhnya tidak perlu memperdebatkan hal-hal seperti ini. Mengapa kita harus berkelahi hanya demi memperebutkan kata “Allah” untuk menyebut nama Tuhan?

Partai PAS Malaysia yang berhaluan Islam justru sepakat dengan keputusan pengadilan. Alasannya, semua agama Samawi, termasuk Kristen dan Yahudi, berhak menggunakan kata Allah. Sebaliknya kelompok penentang, termasuk Gerakan Pemuda Muslim Abim, bersikukuh bahwa penggunaan kata Allah oleh kelompok Kristen adalah upaya agama tersebut membujuk warga muslim untuk meninggalkan agama Islam.

Padahal ini hanyalah persoalan bahasa. Kata “Allah”  berasal dari bahasa Arab dan telah diserap oleh bahasa Melayu dan bahasa Indonesia, sejak ratusan tahun silam. Bahkan, penganut Kristen berbahasa Arab sudah menggunakan kata “Allah” untuk menyebut Tuhan, sejak zaman dahulu kala.

Umat Islam di Indonesia justru lebih baik dan tidak pernah mempersoalkan hal seperti ini.  Semoga “pertengkaran” di Malaysia tidak merembet sampai ke Indonesia. Bukankah itu hanya persoalan bahasa sebagai alat komunikasi? Bahkan sebutan untuk Tuhan berbeda-beda di berbagai negara.

Negara berbahasa Inggris menggunakan kata “God”, bangsa Israel menggunakan kata “Yahweh” (YHWH), Italia menyebut “Dio”, Prancis menyebut “Dieu”, Jerman menyebut “Gott”, Vietnam menyebut “Chúa”, Albania menyebut “Zoti”, Turki menyebut “Tanri”, dan sebagainya. Sehingga tidak perlu diperdebatkan sampai harus menimbulkan pertikaian.

Bila Gus Dur, sang “Bapak Pluralisme” masih hidup, dia akan menanggapinya secara jenaka, “Begitu aja kok repot.”(*)

Iklan

One thought on “Malaysia Berebut Kata “Allah””

  1. Kurasa bagi bereka,
    Allah itu bagai properti,
    Layak utk dipertahankan … hohoh!

    Atau ada nurdin-nurdinan baru
    Yg belum top-top amat. Entah lah!
    Semoga yg gituan tidak kita import lagi.

    Salam Kenal!

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s