Malaikat Berhasil Menggedor Hati SBY

Penyakit aneh berupa benjolan yang diderita warga Buyat, Sulawesi Utara, yang diduga timbul akibat tercemarnya air oleh limbah perusahaan tambang emas PT Newmont. Newmont membantah penyakit ini muncul akibat limbah tambang. (dok Tribun Manado).
Penyakit aneh berupa benjolan yang diderita warga Buyat, Sulawesi Utara, yang diduga timbul akibat tercemarnya air oleh limbah perusahaan tambang emas PT Newmont. Newmont membantah penyakit ini muncul akibat limbah tambang. (dok Tribun Manado).

TERLAMBAT, tapi lebih baik kita memulainya sekarang. Ini soal tekad Pemerintah Indonesia akan memutus seluruh kontrak karya (KK) pertambangan yang beroperasi di negeri ini.  Rencana pemutusan kontrak tersebut akan dilakukan setelah berakhirnya masa KK yang sedang berjalan. Setelah itu, Pemerintah akan mengambil alih pengelolaan kawasan pertambangan menjadi kepemilikan nasional. (baca di sini)

Kita, segenap rakyat Indonesia, kini menanti terwujudnya janji itu. Tapi sebelumnya, kita juga patut bersyukur atas kerja keras para malaikat yang tak pernah berhenti menggedor hati Pemerintah Indonesia dari masa ke masa. Selama kurang lebih 40 tahun, upaya itu mulai menunjukkan hasil di era kedua pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Para malaikat itu berhasil menyadarkan (meski sebenarnya pemerintah sudah sadar sejak lama tapi pura-pura ‘pingsan’) bahwa selama ini perusahaan-perusahaan asing yang mengeruk isi perut Bumi Indonesia tak memberikan manfaat setimpal bagi anak-anak kandung sang Ibu Pertiwi.

Selama ini perusahaan-perusahaan asing tidak saja menguras isi perut bumi di negeri kita, mereka juga memeras darah dan airmata anak-anak kandung Ibu Pertiwi. Lihatlah, nyaris di semua lokasi pertambangan muncul konflik antara masyarakat setempat dengan pihak perusahaan.  Belum lagi limbah atau tailing yang kemudian menimbulkan aneka penyakit yang menyerang warga di sekitar lokasi pertambangan, seperti di Buyat, Sulawesi Utara.

Untuk mengatasi perlawanan warga lokal, perusahaan tambang biasanya melakukan berbagai pendekatan, memberikan janji-janji manis, bahkan tak segan melakukan kekerasan. Tak jarang mereka menggunakan jasa aparat keamanan (polisi maupun tentara) untuk membungkam rakyat. Korban berjatuhan, darah berceceran, airmata mengering.

Kerugian yang ditanggung rakyat tak setimpal dengan hasil yang didapat negara dari perusahaan tambang.  Royalti bagi Pemerintah Indonesia dari PT Freeport di Papua, misalnya, hanya sebesar satu persen.  Padahal, keuntungan yang diraup anak perusahaan Freeport McMoran Copper Gold Inc asal Amerika Serikat itu mencapai puluhan triliun. Sebut saja periode Januari-September 2010 lalu, Freeport meraup pendapatan sebesar 4,589 miliar dolar AS atau sekitar Rp 40 triliun (asumsi kurs Rp 8.892,5). Dengan royalti sebesar satu persen, maka Pemerintah Indonesia hanya kebagian jatah Rp 400 miliar.

Freeport telah beroperasi di Indonesia sejak tahun 1967 di Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua. Entah sudah berapa juta ton emas dan tembaga yang dikeruk selama 44 tahun dari tambang Erstberg (sejak 1967) dan tambang Grasberg (sejak 1988).  Sementara kontrak karyanya baru berakhir tahun 2021 atau  sepuluh tahun lagi.  Dengan asumsi keuntungan mendapai Rp 40 triliun setahun, maka hingga 2021 mendatang mereka bakal meraup Rp 400 triliun lagi!

Kita hanya berharap,  mudah-mudahan tekad  yang telah terlontar dari pemerintah, dalam hal ini Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa, benar-benar dijalankan demi kepentingan rakyat Indonesia, sebagaimana termaktub dalam pasal 33 UUD 1945.  Semoga tidak ada deal-deal lain atau kesepakatan terselubung antara penguasa dan pihak perusahaan pertambangan asing sebagaimana terjadi di era Orde Baru.  (*)

Iklan

2 thoughts on “Malaikat Berhasil Menggedor Hati SBY”

  1. di Nam FlyingSchool pangkal pinang ada indikasi korupsi,insiden pendidikan,accident pesawat,tindak pidana kekerasan bullying(human error cause overconfidance) disebabkan oleh instruktur terbang nam flyingschool pangkal pinang imam mahendra dan kepala sekolah nam flyingschool pangkal pinang bpk soenaryo melakukan tindakan curang,penipuan,pembohongan publik dan penyalahgunaan wewenang(penyakit power sindrom yang sangat membahayakan)tolong diusut tuntas pihak berwajib dan stakeholder serta masyarakat pada umumnya berjaga-jaga senantiasa demi keselamatan,keamanan,dan kemajuan sumber daya pilot di Indonesia. Terimakasih

    Mene’, mene’, Teke’l Ufarsin

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s