Ilustrasi. BKPM melalui rilisnya menyebutkan, sepanjang tahun 2015, pengajuan izin prinsip untuk investasi kelistrikan tercatat paling dominan. (sumber: blogspot)

Wow, Rencana Investasi Kelistrikan, Gas, dan Air Tembus Rp 707 Triliun

*) Sektor Kelistrikan Melonjak 236 Persen

Ilustrasi. BKPM melalui rilisnya menyebutkan, sepanjang tahun 2015, pengajuan izin prinsip untuk investasi kelistrikan tercatat paling dominan. (sumber: blogspot)
Ilustrasi. BKPM melalui rilisnya menyebutkan, sepanjang tahun 2015, pengajuan izin prinsip untuk investasi kelistrikan tercatat paling dominan. (sumber: blogspot)

JAKARTA – Pengajuan izin prinsip untuk sektor kelistrikan, gas, dan air yang masuk ke Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) sepanjang periode 1 Januari – 28 Desember 2015 mencapai Rp 707,37 triliun atau 37,51 persen dari total rencana investasi dalam periode sama sebesar Rp 1.886 triliun pada sektor tersier.

Rencana investasi di sektor kelistrikan paling dominan, yakni mengalami peningkatan sebesar 238 persen! Demikian rilis yang disampaikan BKPM di situs resminya, Selasa (29/12/2015).

Kepala BKPM Franky Sibarani menyatakan, tingginya angka rencana investasi di sektor kelistrikan menunjukkan antusiasme investor menyambut
program pemerintah untuk membangun listrik 35 ribu MW dalam kurun waktu lima tahun mendatang. Investasi sektor kelistrikan dalam jangka panjang dapat mendukung berkembangnya investasi sektor lainnya melalui ketersediaan energi.

“Dalam kunjungan ke berbagai proyek investasi sepanjang tahun 2015 ini, salah satu permasalahan yang disampaikan investor adalah ketersediaan energi. Oleh karena itu, dalam jangka panjang, realisasi investasi sektor kelistrikan penting untuk meningkatkan daya saing investasi sektor lainnya, terutama dari sisi ketersediaan energi,” jelas Franky melalui rilis tersebut.

Franky menjelaskan bahwa salah satu upaya untuk mendorong realisasi investasi sektor kelistrikan adalah meningkatkan koordinasi dengan Kementerian dan Lembaga terkait, khususnya Kementerian ESDM dan PLN. Sebelumnya, BKPM bersama Kementerian lainnya telah berhasil memangkas perizinan sektor kelistrikan, dari sebelumnya 49 izin dengan waktu pengurusan 923 hari, menjadi 25 izin dengan waktu pengurusan 256 hari.

Selain itu, pemerintah juga memberikan fasilitas tax allowance untuk investasi di sektor kelistrikan, dengan kepastian syarat dan waktu pemrosesan permohonan maksimal 28 hari kerja melalui PTSP Pusat di BKPM. Tax allowance adalah pengurangan pajak yang dihitung berdasarkan besar jumlah investasi yang ditanamkan. Perusahaan yang berinvestasi di sektor kelistrikan akan diberikan potongan pajak 30 persen (maksimal) dihitung dari besar investasi yang ditanamkan, serta kompensasi kerugian yang tidak lebih dari 10 tahun.

“Pemangkasan perizinan diharapkan dapat mempercepat proses realisasi investasi di sektor listrik. Terlebih, Kementerian ESDM dan Kementerian Agraria Tata Ruang juga menempatkan eselon 1-nya di PTSP (Pelayanan Terpadu Satu Pintu) Pusat-BKPM, sehingga koordinasi untuk mengatasi hambatan yang muncul dapat lebih mudah dilakukan,” ujar Franky.

Beberapa waktu lalu, ketika mengumpulkan para investor sektor kelistrikan dan PLN, Presiden Joko Widodo menekankan pentingnya pembangunan infrastruktur di bidang kelistrikan. Jokowi mengapresiasi kinerja PLN yang mampu mencatatkan perjanjian jual-beli listrik mencapai 17.340 MW hingga akhir tahun.

Sebagai informasi, BKPM mencatat kenaikan rencana investasi atau pengajuan izin prinsip yang diterima lembaga tersebut sepanjang tahun 2015. Data BKPM mencapai Rp 1.886,04 triliun atau meningkat
45,29 persen dibanding pengajuan izin prinsip tahun 2014 sebesar Rp 1.298,1 triliun. Disebutkan pula bahwa sepanjang 2015, rencana investasi Penanaman Modal Asing (PMA) maupun Penanaman Modal dalam Negeri (PMDN) meningkat dibanding tahun sebelumnya.

Rencana investasi PMA tahun 2015 tercatat Rp 1.136,36 triliun atau naik 18,06 persen dibandingkan tahun 2014 sebesar Rp 962,5 triliun. Sementara rencana investasi PMDN tahun 2015 tercatat Rp 749,68 triliun atau naik 123,32 persen dibandingkan tahun 2014 sebesar Rp 335,7 triliun. (eddy mesakh)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s