Maket Jembatan Palmerah (MediaNTT.com)

Surat Terbuka untuk Presiden Jokowi: Hentikan Rencana Pembangunan Jembatan Palmerah

Maket Jembatan Palmerah (MediaNTT.com)
Maket Jembatan Palmerah (MediaNTT.com)

Seorang warga Nusa Tenggara Timur (NTT), DR Jonatan Lassa, menulis surat terbuka ditujukan kepada Presiden Jokowi agar menghentikan rencana pembangunan Jembatan Palmerah di Flores Timur. Nilai proyek jembatan ini mencapai Rp 5,1 triliun, dianggap tidak pas untuk saat ini, dimana masih 50 persen anak-anak/Balita di NTT mengalami gizi buruk.

Penulis surat berpandangan, tidak sepantasnya pemerintah NTT menghabiskan dana hingga Rp 5,1 triliun pada satu titik, sementara ada hal yang lebih mendesak, seperti buruknya tingkat kesehatan masyarakat.

Berikut isi surat yang ditulis Jonatan di note facebooknya dan telah di-share lebih dari 50 kali.

Yang Mulia, bapak Presiden Joko Widodo,

Kami memohon agar rencana pembangunan jembatan Palmerah dihentikan.
Kecerdasan dan kecermatan adalah dua hal esensial yang hilang dalam kaitannya dengan rencana pembangunan Jembatan Palmerah yang menghubungkan kecamatan-kecamatan beda pulau di daerah asal Gubenur NTT di Flores Timur.

Kami melihat bapak Jokowi tertawa ria bersama gubernur NTT di Belanda terkait Jembatan Palmerah. Namun hati kami menjerit dan terus bertanya mengapa NTT terus dikutuk dengan pempimpin-pemimpin daerah yang tidak mampu berpikir dan memprioritaskan agenda pembangunan yang benar-benar penting dan mendesak di tengah-tengah keterbatasan anggaran untuk pembangunan kesehatan dan pendidikan?

Jembatan antar kecamatan skala pulau bukan prioritas bagi NTT. Total anggaran jembatan tersebut, setara lebih dari 6 kali total anggaran APBD Kabupaten Flores Timur di tahun 2015.

Tolong pak Jokowi, Jangan salah fokus. NTT adalah propinsi di mana jumlah rumah tangga yang mengetahui keberadaan rumah sakit adalah yang terendah di Indonesia (39,6%). Kurang dari 10 persen rumah tangga di NTT yang memiliki pengetahuan tentang keberadaan praktek bidan atau rumah bersalin. Staff bapak bisa baca di RISKESDAS 2013 yang diterbitkan di tahun 2014.

Anak-anak NTT banyak yang busung lapar pak. Di era kepemimpinan gubernur bapak Frans Leburaya, jumlah anak-anak busung lapar tidak berkurang, jumlah kematian anak-anak tidak berkuang pak. Data menunjukan jumlah anak kerdil (stunting, indikasi kurang gizi jangka panjang) di NTT hampir 50 persen pak.

Dengan 5.1 triliun, itu bisa menyelamatkan anak-anak NTT bebas dari kurang gizi tahunan selama 10-20 tahun pak. Bagi kami, membangun manusia lebih penting dari membangun jembatan pak. Apakah anda lupa janji anda waktu pemilu lalu? Ataukah tim ekonomi anda yang berasal dari luar negeri itu kurang ide? Anggaran triliunan bisa menjadi modal yang cukup bagi nelayan-nelayan NTT untuk menjadi eksportir ikan ke pasar global.

Semoga bapak tidak melupakan rakyat dan segenap janji-janji. Semoga bapak tidak khilaf, membangun jembatan melintasi hutan dan bukan sungai di NTT? Nafsu membangun ‘munumen’ infrastuktur seperti Jembatan Palmerah justru mengalahkan visi maritim anda.

Oh ya pak, tidak lupa bilang kalau saya adalah bagian dari relawan tanpa pamrih tanpa orientasi jabatan dalam kampanye anda dua tahun silam. Kami bukan intelektual murahan pak. kami menggunakan data dan pengetahuan tentang NTT, yang sering tidak dipahami pemimpin kami.

Sekali lagi pak, tolong hentikan rencana pembangunan jembatan palmerah. tidak rela uang rakyat dipakai secara boros untuk munumen yang mungkin rontok oleh gempa dasar laut dan hilang ditelan laut. Pakailah uang rakyat dengan bertanggung jawab. Jujur saja tidak cukup pak. Harus juga cerdas dan cermat.

Hormat kami
Jonatan A. Lassa
Masyarakat NTT; Mantan Editor NTT Studies; Mantan co-moderator Forum Academia NTT;

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s