Arsip Tag: Antikorupsi

Jurnalis Wajib Tolak Amplop


RABU 9 Desember 2009, seluruh dunia memperingati Hari Antikorupsi Internasional sebagai wujud perlawanan terhadap segala bentuk perampokan uang rakyat di berbagai lini kehidupan.

Hari Antikorupsi Internasional ini diperingati sejak PBB membuka lembar Konvensi Antikorupsi (United Nations Convention against Corruption/UNCAC) untuk ditandatangani negara-negara anggotanya pada 9 Desember 2003. Konvensi itu kini telah diratifikasi oleh 137 negara, termasuk Indonesia.

Di Indonesia, peringatan Hari Antikorupsi Internasional tahun ini memiliki makna khusus yang membuat kita layak prihatin:  kian merajalelanya mafia hukum, gencarnya pelemahan lembaga antikorupsi seperti KPK, dan melemahnya wewenang pengadilan tindak pidana korupsi.

Dalam ranah jurnalisme, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta mencatat masih terjadi berbagi bentuk upaya korupsi terkait praktek kerja jurnalis di lapangan. Hingga saat ini, kampanye anti amplop yang dicanangkan AJI sejak berdiri 15 tahun lalu, terus menemui hambatan.

Instansi pemerintah maupun swasta terus saja secara khusus menganggarkan alokasi dana suap bagi wartawan yang disamarkan sebagai pos sosialisasi, pos hubungan masyarakat dan pos-pos anggaran lain.

Untuk itulah, dalam peringatan Hari Antikorupsi Internasional 2009 ini, AJI Jakarta menyerukan:

  1. Penghentian berbagai bentuk praktik suap (amplop, voucher, doorprize, alokasi dana APBN/APBD, media entertainment  dll) bagi para jurnalis dari narasumber. Praktek macam itu     jelas termasuk korupsi.
  2. Menuntut pemilik industri media untuk memberikan upah yang layak bagi para jurnalis dalam menjalankan tugasnya sebagai seorang buruh sekaligus profesional. Pada tahun ini, AJI Jakarta menetapkan Upah Minimum Jurnalis Jakarta sebesar Rp 4,5 juta/bulan.

Jurnalis bersatu lawan korupsi, tolak suap, tuntut upah layak!

Siaran pers tersebut ditandatangani oleh Ketua Aji Jakarta Wahyu Dhyatmika,  bersama Divisi Advokasi, Aditya Wardhana.(*)

Iklan