Arsip Tag: DPR

Mereka Kompak dalam Keserakahan


SELAMA ini memang sudah memalukan, tapi kali ini lebih memalukan lagi. Ribuan anggota DPRD Kabupaten/Kota se-Indonesia menggeruduk Kantor DPR-RI di Jakarta untuk memperjuangkan aspirasi mereka sendiri yakni menolak revisi PP 37/2006 tentang tunjangan insentif komunikasi anggota dewan. Mereka menolak pengembalian uang rapelan komunikasi yang nilainya puluhan juta rupiah. Pasalnya, uang itu sudah habis buat bermewah-mewah ria. Mereka tak peduli pada aspirasi masyarakat yang menuntut agar PP 37 dibatalkan.
Di sini tampak keserakahan dan sikap hanya mementingkan diri sendiri. Untuk kepentingan sendiri, mereka bisa segera bersatu-padu, satu suara, sangat kompak. Asosiasi DPRD Kabupaten/Kota Seluruh Indonesia (Adeksi) menjadi sangat efektif untuk mempersatukan para wakil rakyat yang terhormat itu untuk berjuang bersama-sama. Mereka benar-benar kompak dalam keserakahan bersama.
Sayang, kalau urusannya menyangkut kepentingan rakyat banyak, rakyat yang memilih mereka, justru DPRD tidak pernah melakukan hal seperti ini. Padahal, akan sangat menyenangkan hati rakyat apabila para wakil rakyat di DPRD seluruh Indonesia bisa menggeruduk DPR RI untuk memperjuangkan kesejahteraan rakyat.
Selama ini mereka tidak peduli pada masyarakat yang terus-menerus dilanda bencana. Orang-orang kelaparan, anak-anak putus sekolah, anak-anak jalanan, mereka yang tak punya rumah, tidak punya penghasilan, tidak mendapatkan pelayanan kesehatan yang memadai, gajinya tidak dibayar oleh perusahaan, upah minimun yang jauh di bawah standar hidup layak, dan banyak lagi penderitaan rakyat yang sepatutnya diperjuangkan. Tapi apa yang terjadi, semua itu tidak terlihat oleh para anggota dewan yang terhormat.
Tapi ketika persoalannya menyangkut kepentingan pribadi mereka, kita bisa lihat sendiri. Sangat tercela dan memalukan. Inilah jawaban yang paling jujur soal apa yang menjadi tujuan mereka menjadi “wakil rakyat”. Bukan untuk mewakili rakyat tetapi untuk memperkaya diri sendiri. Tak terbantahkan lagi, itulah realitasnya.
Aksi para DPRD Kabupaten/Kota menggeruduk Senayan, merupakan tontonan politik paling menggelikan. Partai politik dan anggota parlemen tidak bosan-bosannya mempertontonkan dagelan politik tak lucu bertajuk ‘rendahnya sensitivitas wakil rakyat.’ Dasar DPR! (*)

Iklan